Marak Pria Tampil Terlalu Feminin, Ini yang Dilakukan Pemerintah China

Hestianingsih - wolipop Senin, 08 Feb 2021 07:30 WIB
luhan Foto: Instagram @luhanstudio7
Jakarta -

Pemerintah China menyentil para pria muda dan menyebut kebanyakan dari mereka kini berpenampilan terlalu feminin. Mereka pun merilis pemberitahuan yang memicu kontroversi baik di dalam maupun luar China.

Pemberitahuan yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan menyebut bahwa pemerintah China khawatir dengan minimnya figur pria yang kuat, tangguh, atletis dan bisa menjadi sosok 'pahlawan militer'. Sejak pekan lalu, Kementerian Pendidikan pun mengeluarkan pemberitahuan tertulis berjudul 'Proposal untuk Mencegah Femininisasi Pada Pria Dewasa'.

Proposal atau pemberitahuan itu disampaikan ke berbagai sekolah agar lebih memerhatikan pelajaran olahraga dan menambah aktivitas fisik. Pemberitahuan itu juga menghimbau agar sekolah-sekolah do China lebih ketat dalam menyeleksi guru.

Sekolah diminta merekrut pensiunan atlet dan tenaga pengajar dengan latar belakang olahraga. Mereka juga mengimbau agar menambahkan latihan olahraga tertentu yang lebih maskulin dalam kurikulum pendidikan.

Misalnya saja olahraga football atau hoki. Tujuannya tidak lain untuk membudidayakan maskulinitas murid-murid pria. Pemberitahuan itu tak ayal mendapat kritik dari tak sedikit pengguna internet yang menyebut itu adalah tindakan seksisme.

Sebelumnya pada Mei 2020, perwakilan dari Delegasi Badan Penasihat China Si Zefu, kini banyak pria muda di Negeri Tirai Bambu yang menjadi lemah, pemalu dan rendah diri. Seperti dilansir BBC, Si Zefu juga menyatakan kini muncul tren di kalangan pria muda yang mengarah kepada femininisasi.

Dia mengklaim tren tersebut bisa membahayakan ketahanan dan perkembangan negara kecuali diatur secara efektif. Si Zefu bahkan menyalahkan pola asuh anak yang umumnya dibesarkan oleh ibu dan nenek mereka.

Selain itu Si Zefu menyebut selebriti juga ikut bertanggungjawab menyebabkan masalah ini. Menurutnya popularitas sejumlah artis pria di China yang merambah ke berbagai negara turut memengaruhi banyak anak lelaki tidak berminat lagi untuk jadi 'pahlawan militer'.

Menimbulkan Kemarahan Publik

Pernyataan pemerintah dalam proposal tersebut menyulut kemarahan banyak warga China. Ratusan netizen menyuarakan keberatan mereka di media sosial dan menyebut Pemerintah China telah berpandangan seksisme.

"Apakah feminisme kini jadi istilah yang merendahkan?" protes netizen di Weibo.

"Anak lelaki juga manusia... punya emosi, pemalu atau lembut, itu adalah karakteristik yang manusiawi," ujar netizen lainnya.

"Apa sih yang ditakutkan pria? Takut jadi sama seperti wanita?" kritik netizen lagi.

(hst/hst)