Pandemi Corona Bikin Banyak Pramugari Alih Profesi Jadi Penari Striptis

Hestianingsih - wolipop Senin, 07 Des 2020 13:16 WIB
Ilustrasi Pramugari Ilustrasi pramugari. Foto: iStock
Jakarta -

Pandemi virus Corona benar-benar menjadi pukulan bagi bisnis maskapai penerbangan di berbagai dunia. Jadwal terbang yang berkurang drastis membuat banyak pilot dan pramugari harus dirumahkan karena penyerapan tenaga kerja juga jauh lebih sedikit.

Para pekerja di industri penerbangan pun harus putar otak, bagaimana caranya agar tetap bisa memenuhi kebutuhan hidup, saat karier tak menentu nasibnya. Sejumlah pramugari di New Zealand misalnya, yang banting stir menjadi penari striptis akibat merebaknya COVID-19.

Sejak pandemi, maskapai penerbangan utama Air New Zealand harus membatalkan banyak jadwal terbang dan tak kurang dari 1.500 kru kabin terpaksa dirumahkan. Kini mereka mengais rezeki dengan terjun ke bisnis hiburan dewasa.

Salah satu klub striptis, seperti dilansir The Sun, mengungkapkan bahwa setengah dari aplikasi lamaran pekerjaan yang masuk profesi sebelumnya adalah pramugari. Fenomena alih profesi dari pramugari jadi penari striptis pun kian marak.

Salah satu mantan pramugari mengatakan kepada New Zealand Herald, sejak Air New Zealand merumahkannya, dia kini menjadi penari erotis. Wanita yang enggan disebutkan namanya itu mengklaim bahwa kini banyak rekan-rekan sesama pramugari yang senasib dengannya.

"Sekarang akan ada ribuan kru pesawat, pilot dan staf darat yang berada pada situasi serupa dengan saya. Kami harus mencari opsi dan karier lain untuk sekadar bisa memberi makan keluarga," tuturnya.

Iklan lowongan pekerjaan untuk pramugari jadi penari striptis.Iklan lowongan pekerjaan untuk pramugari jadi penari striptis. Foto: Dok. Calendar Girls

Fenomena ini pun dimanfaatkan sebuah klub dewasa Calendar Girls untuk membuka lapangan pekerjaan bagi para pramugari korban PHK atau dirumahkan akibat pandemi COVID-19. Mereka menawarkan lowongan pekerjaan lewat Facebook untuk menjadi penari striptis.

"Sedang cari kerja? Kami menawarkan siapa saja yang mau mengenakan seragam lama mereka tanpa iuran klub atau tampil di panggung sampai vaksin ditemukan!" tulis Calendar Girls pada laman Facebook resminya.

"Kami selalu mencari bakat-bakat terbaik," lanjutnya.

Tawaran kerja tersebut membuat banyak netizen syok. Salah satunya merespons, "OMG Calendar Girls mau bayar pramugari yang kehilangan pekerjaan."

Klub striptis yang dikelola Calendar Girls sendiri sebenarnya juga tidak beroperasi secara offline karena tiga cabangnya di Auckland, Wellington dan Christchurch ditutup imbas Corona. Kini klub tersebut lebih fokus pada bisnis online dan mempekerjakan mantan pramugari.

Juru bicara Calendar Girls pun mengklaim bahwa setengah dari total pelamar datang dari mantan awak pesawat.

(hst/hst)