Ini Gitanjali, Ilmuwan Cilik yang Jadi 'Kid of The Year' Pertama Versi Time

Rahmi Anjani - wolipop Minggu, 06 Des 2020 16:10 WIB
Gitanjali Rao Foto: Twitter Gitanjali Rao
Jakarta -

TIME baru saja menobatkan gelar 'Kid of The Year' pada seorang ilmuwan remaja 15 tahun. Adalah Gitanjali Rao, anak keturunan India-Amerika yang mengejutkan orang dewasa dengan temuannya. Ia dinilai kreatif dalam menggunakan teknologi untuk mengatasi masalah air minum terkontaminasi, cyberbullying, hingga ketergantungan opioid (pereda nyeri).

Gitanjali Rao asal Denver, AS terpilih dari lebih 5.000 nominator untuk gelar bersejarah ini. Dalam wawancaranya dengan aktris dan aktivitis Angelina Jolie, Gitanjali mengaku sudah menyukai sains sejak kecil. Ia pun terpikir bagaimana caranya menggunakan sains untuk membuat perubahan sosial ketika masih duduk di bangku kelas dua atau tiga Sekolah Dasar.

Gitanjali RaoGitanjali Rao Foto: Twitter Gitanjali Rao

Saat berusia 10 tahun, Gitanjali mengatakan pada orangtuanya bahwa ia ingin melakukan riset teknologi sensor nanotube di Denver Water Quality Research Lab. Hal tersebut tentu bukan sesuatu yang bisa terpikir oleh orang dewasa sekalipun terlebih seorang anak. Kepada Angelina Jolie, ilmuwan tersebut mengungkap caranya mengatasi masalah dalam penelitian dan temuannya.

"Observasi, brainstorm, riset, bangun (solusi), dan komunikasi," ungkapnya.

Gitanjali RaoGitanjali Rao Foto: Twitter Gitanjali Rao

Salah satu temuan Gitanjali adalah aplikasi bernama Kindly yang menggunakan teknologi AI untuk mendeteksi cyberbullying. Bagaimana cara kerjanya? "Kamu ketik sebuah kata atau frasa dan itu bisa mendeteksi apakah itu bullying dan memberikanmu opsi untuk mengedit atau membiarkannya," kata Gitanjali.

Sebagai seorang anak perempuan, perwakilan Gitanjali Rao dalam dunia sains tentu belum banyak terlihat. Hal itu pun disadari oleh remaja tersebut yang merasa jika ilmuwan biasanya ditampilkan di media sebagai pria tua berkulit putih.

Gitanjali RaoGitanjali Rao Foto: Twitter Gitanjali Rao

"Aneh bagiku bahwa orang seperti mendapat peran tertentu, gender mereka, usia mereka, warna kulit mereka," ungkapnya. "Dari pengalaman pribadiku, tidak mudah ketika kamu tidak melihat orang-orang sepertimu (dalam bidang yang ditekuni). Jadi aku sangat ingin menyampaikan pesan: Jika aku bisa melakukannya dan semua orang bisa melakukannya," lanjut Gitanjali yang pernah masuk dalam Forbes 30 Under 30 itu.

Selain mengeksplor dunia sains, Gitanjali punya hobi untuk melepas penat. Tapi hobinya pun tak seperti kebanyakan anak usia 15. "Aku sering sekali memanggang kue (baking). Itu tidak enak tapi itu tetap saja baking. Dan itu seperti sains juga," katanya.

(ami/ami)