Hebat, Studi 2 Ilmuwan Wanita Indonesia Ini Bisa Bantu Pencegahan Corona

Rahmi Anjani - wolipop Rabu, 25 Nov 2020 14:34 WIB
Peneliti For Women in Science Foto: Rahmi Anjani
Jakarta -

Peran wanita dalam dunia sains masih perlu sokongan. Salah satu bentuk dukungan L'Oreal Foundation bersama UNESCO untuk mereka adalah melalui program For Women in Science. Tahun ini, terpilih sejumlah pemenang yang proposal penelitiannya dinilai terbaik dan sesuai dengan situasi pandemi saat ini. Dua orang pemenang utamanya pun membuat kagum para juri dengan ide dan komitmen mereka pada dunia sains. Siapa saja?

Meski pandemi Corona masih membuat khawatir, sains tidak berhenti justru sedang sangat dibutuhkan saat ini. Penelitian dari dua wanita terkait dengan virus tersebut pun dianggap berpotensi untuk punya kontribusi dan dampak nyata di dunia medis. Salah satu pemenang yang karyanya dianggap inspiratif adalah Dr. Latifah Nurahmi. Studinya mengenai robotika untuk membantu operasi tulang patut diapresiasi.

Peneliti For Women in SciencePeneliti For Women in Science Foto: Rahmi Anjani

Dikatakan Latifah bahwa saat operasi tulang dokter akan membuka daging untuk menjangkau area yang akan diobati. Namun tindakan tersebut berisiko pendarahan, radang, dan infeksi. Terlebih di masa pandemi, kontak antara paramedis dan dokter juga perlu diminimalisir.

Dalam studi ' Robot-assisted Bone Reduction for Minimally Invasive Surgery', ia fokus menganalisa teknologi robot hybrid untuk membantu operasi tulang dan mengurangi risiko-risikonya. Selanjutnya, studi ini diharap dapat memicu topik baru di dunia kesehatan dan prototipennya bisa dikembangkan dalam skala lab.

Peneliti For Women in SciencePeneliti For Women in Science Foto: Rahmi Anjani

Berhasil jadi pemenang, dalam presentasinya pada liputan virtual, Rabu, (25/11/2020), Latifah pun memberi pesan pada sesama peneliti wanita atau wanita muda yang ingin terjun ke bidang STEM.

"Untuk perempuan muda, bila kalian bermimpi terjun ke dunia sains dan teknologi untuk jadi profesi, go for it karena ini menyenangkan dan berapapun usia kalian, kalian masih bisa berkarya dan menemukan hal baru di ruang tidak terbatas karena science doesn't stop," ujar wanita dari Department of Mechanical Engineering, Institut Teknologi Sepuluh Nopember tersebut.

Peneliti For Women in SciencePeneliti For Women in Science Foto: Rahmi Anjani

Sedangkan pemenang lainnya ada Dr. Anggia Prasetyoputri, M.Sc., dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengenai Deep Sequencing of Swab Samples to Detect Bacterial Co-infection in COVID-19 Patients. Ia mengambil fokus pada infeksi bakteri yang rentan terjadi pada pasien COVID-19.

Hasil penelitian Anggia diharapkan bisa memberi informasi pada dokter mengenai kemungkinan adanya infeksi bakteri lain dan resistensi antibiotik untuk pengobatan yang lebih tepat dan maksimal untuk pasien COVID-19. Diharapkan pula studi ini dapat memberi masukan pada penatalayanan antibiotik di rumah sakit.

Peneliti For Women in SciencePeneliti For Women in Science Foto: Rahmi Anjani

Selain itu, Anggia juga membagi kisahnya selama menjalani penelitian ini. Menurutnya tantangan terbesar sebagai ilmuwan wanita datang dari diri sendiri. "Tantangan utama yang saya rasakan sebagai peneliti adalah keinginan untuk maju di bidang penelitian. Kadang ada rasa tidak percaya diri untuk itu penting memiliki role model peneliti wanita senior sebagai bukti bahwa kita bisa asal kerja keras dan saling dukung," ujarnya.

(ami/ami)