Sosok Nanaia Mahuta, Wanita Bertato di Dagu yang Jadi Menlu Selandia Baru

Rahmi Anjani - wolipop Rabu, 04 Nov 2020 13:02 WIB
Nanaia Mahuta Nanaia Mahuta, Wanita Bertato di Dagu yang Jadi Menlu Selandia Baru.Foto: Instagram @nanaia_mahuta
Jakarta -

Jacinda Ardern baru saja merombak kabinet untuk masa jabatan keduanya. Perombakan kabinet kali ini pun mendapat perhatian lebih karena keberagaman mereka yang terpilih Jacinda. Selain ada wakil perdana menteri gay pertama, wanita tersebut juga menunjuk Nanaia Mahuta yang merupakan seorang wanita dari suku Māori.

Terpilihnya Nanaia Mahuta sebagai Menlu baru Selandia Baru adalah sebuah dobrakan. Politisi tersebut adalah wanita pertama yang terpilih sebagai Menteri Luar Negeri. Ia pun merupakan keturunan suku Māori pertama yang menduduki posisi tersebut.

Nanaia Mahuta Orang Suku Asli Selandia Baru

Bisa dilihat jika ia mencuri perhatian karena tato di dagunya. Bukan sekadar gambar, itu adalah moko kauae, tato wajah tradisional yang biasa dilakukan wanita-wanita Māori. Māori sendiri adalah suku asli Selandia Baru.

Nanaia Mahuta (kiri), yang memiliki moko kauae - tato suku Maori di dagu - diangkat menjadi menteri luar negeri oleh PM Jacinda Ardern (AFP)Nanaia Mahuta (kiri), yang memiliki moko kauae - tato suku Maori di dagu - diangkat menjadi menteri luar negeri oleh PM Jacinda Ardern (AFP) Foto: Nanaia Mahuta (kiri), yang memiliki moko kauae - tato suku Maori di dagu - diangkat menjadi menteri luar negeri oleh PM Jacinda Ardern (AFP)

Sedangkan mengenai profesi barunya, ia menganggap penunjukkannya sebagai Menlu adalah sebuah hak istimewa. Wanita 50 tahun tersebut juga berharap ini bisa menjadi awal dari keterlibatan para wanita.

Nanaia Mahuta Ingin Teruskan Warisan Para 'Wanita Pertama'

"Tapi aku berharap ketika orang melihat jumlah banyaknya wanita pertama dalam kabinet ini, itu adalah sesuatu yang kami wariskan. Kita adalah negara pertama yang memberi kesempatan wanita untuk mengambil suara, negara pertama yang memastikan bahwa kita terdepan dalam (mengatasi) masalah-masalah terkait wanita,' ungkapnya dilansir SBS News.

Nanaia MahutaNanaia Mahuta Foto: Instagram @nanaia_mahuta

"Jadi aku mengikuti barisan dari warisan panjang para wanita 'pertama' dan aku berharap banyak wanita keturunan Māori lain, keturunan campuran di seluruh Selandia Baru akan melihat ini sebagai sesuatu yang mendobrak sekali lagi pada hal-hal yang sangat dekat dengan kami dalam hal kesempatan profesional," tambah Nanaia.

Sebelum menjadi Menteri Luar Negeri Selandia Baru, Nanaia Mahuta adalah wanita pertama yang dipilih menteri untuk pengembangan suku Māori. Politisi yang berasal dari Partai Buruh itu pertama kali terpilih masuk ke kabinet pada 1996.

Nanaia MahutaNanaia Mahuta Foto: Instagram @nanaia_mahuta

Nanaia Mahuta Tato Sebagai Identitas

Dikatakan jika Nanaia dekat dengan kerajaan suku asli New Zealand itu. Ia punya hubungan keluarga Ratu Māori yang sudah meninggal, Te Arikinui Te Atairangikaahu dan Raja Māori saat ini, Kingi Tuhaitia.

Meski bisa dibilang seorang publik figur, Nanaia menggunakan tato moko kauae empat tahun lalu. Ia juga merupakan wanita pertama yang punya tato tersebut dalam parlemen. "Itu adalah simbol dari siapa diriku sebenarnya, identitasku, dan di mana aku berasal," ungkapnnya saat itu.

Tato itu sendiri adalah sebuah simbol yang mengandung informasi mengenai status dan sejarah seseorang dalam suku tersebut. Tampaknya belakangan tak semua keturunan suku Māori menerapkannya karena itu tato tersebut jarang terlihat di keseharian. Tato pada Nanaia Mahuta itu pun diharapkan bisa menunjukkan budaya asli Selandia Baru dalam level internasional sebagai Menlu.

(ami/ami)