7 Politikus Wanita Dikritik karena Gaya Busana, Ada yang Ekspos Belahan Dada

Rahmi Anjani - wolipop Minggu, 18 Okt 2020 20:00 WIB
GLASGOW, SCOTLAND - MARCH 27: British Prime Minister Theresa May meets with Scottish First Minister Nicola Sturgeon at the Crown Plaza Hotel on March 27, 2017 in Glasgow, Scotland. The Prime Minister is in Scotland ahead of the triggering of Article 50 later in the week. (Photo by Russell Cheyne - WPA Pool/Getty Images) Foto: Instagram/@sannamarin
Jakarta -

Pemimpin negara atau politikus wanita sering jadi perhatian lebih karena gender mereka. Salah satunya adalah karena penampilan 'cantik' yang mengundang perbincangan saat dianggap kurang pantas atau terlalu seksi. Tak sedikit politikus wanita menjadi sasaran kritik karena gaya busana, mulai dari mantan PM Inggris Theresa May, anggota DPR millennial Korea Selatan Ryu Ho Jeong, hingga yang terbaru PM Finlandia Sanna Marin.

1. Sanna Marin

Sanna MarinSanna Marin Foto: Instagram @trendimag

Perdana Menteri Finlandia Sanna Marin baru-baru ini tampil di majalah Trendi sebagai model sampulnya untuk bulan Oktober. Majalah itu pun mengunggah hasil pemotretan Sanna Marin di akun Instagram. Dalam foto, wanita 34 tahun tersebut tampil cantik mengenakan blazer bertekstur dan aksesori. Terlihat tak memakai atasan untuk menutupi bagian dadanya, Sanna mendapat kecaman dari sejumlah orang.

2. Ryu Ho Jeong

[Gambas:Instagram]



Anggota DPR termuda Korea Selatan, Ryu Ho Jeong, juga pernah diperbincangkan karena busananya. Politikus millennial tersebut dikritik karena pakaian yang dianggap kurang pantas ketika hadir di parlemen. Dalam sejumlah foto yang beredar, Ryu Ho Jeong memang mengenakan baju yang terlihat kasual yakni dress di atas lutut dan sneakers. Meski terlihat chic, ia mendapat hujatan yang bahkan yang bernada seksis dan misoginis, seperti menyebutnya wanita panggilan hingga pekerja bar.

3. Mhairi Black

[Gambas:Instagram]



Entah mengapa publik sering menuntut wanita untuk berpenampilan lebih baik meski hal tersebut bukan lah tugasnya. Politikus Inggris Mhairi Black mengatakan jika ia kerap mendapat nasehat terkait busana bahkan diminta untuk mengubah penampilan oleh mantan PM Alex Salmond.

"Itu tidak apa-apa dia hanya memberiku tips untuk ini dan itu dan dia berkata 'Aku yakin Taz (Tasmania Ahmed-Sheikh) akan mengajakmu belanja nanti dan kamu akan menemukan gayamu sendiri," ungkapnya pada Telegraph.

4. Jo Swinson

[Gambas:Instagram]



Anggota parlemen Jo Swinson juga mengaku sering mendapat saran yang tidak diminta terkait penampilannya. Hal ini tentu tidak banyak terjadi pada politikus pria. "Aku sering dapat saran yang tidak diminta. Aku tidak benci dengan orang-orang yang berkata aku harus pakai sepatu atau anting lain. Atau pernah seseorang menyarankan aku pakai atasan rendah. Tapi aku pikir itu bukan sesuatu adalah hal yang perlu diubah pada peringkat jajak suara," kata Swinson di acara BBC Breakfast tahun lalu.

5. Nicola Sturgeon & Theresa May

GLASGOW, SCOTLAND - MARCH 27: British Prime Minister Theresa May meets with Scottish First Minister Nicola Sturgeon at the Crown Plaza Hotel on March 27, 2017 in Glasgow, Scotland. The Prime Minister is in Scotland ahead of the triggering of Article 50 later in the week. (Photo by Russell Cheyne - WPA Pool/Getty Images)Foto: Getty Images/WPA Pool

Penampilan para politikus juga sering kali menjadi topik di media melebihi apa yang dilakukan mereka. Di 2017, koran Dailymail pernah menyoroti pertemuan dua Perdana Menteri wanita dari Skotlandia dan Inggris yang sama-sama menggunakan rok dan menampilkan kaki mereka. Tertulis "Never mind Brexit, who won Legs-it?" di halaman pertama, hal ini tentu jadi perdebatan.

6. Jess Phillips

[Gambas:Instagram]



Anggota parlemen Inggris lain yang mendapat kritik hanya karena penampilan adalah Jess Phillips. Ia bahkan mengaku jika ia menerima komentar tidak menyenangkan itu setiap hari.

"Aku selalu dikomentari mengenai apa yang aku pakai, apa aku terlalu gemuk atau kurus, mengenai payudaraku, rambutku, semuanya. Orang mengirimi email tentang kebijakan yang berbunyi, 'Aku sebenarnya merasa apa yang kamu katakan benar mengenai Brexit tapi kita tidak bisa berkonsentrasi karena belahan dadamu sedikit terlihat," tuturnya pada Vogue Inggris.

7. Tracy Brabin



Awal tahun ini politisi Inggris yang pernah jadi aktris berikut sempat mendapat banyak kritik karena pakai dress off-shoulder dalam sidang. Brabin pun merespon kritik itu di Twitter. Ia mengaku tidak punya waktu membalas komentar mereka tapi ingin mengonfirmasi bahwa ia bukan lah orang murahan, mabuk, bodoh, atau akan menyusui. "Siapa yang menyangka orang akan jadi emosional hanya karena 'over a shoulder'"

(ami/ami)