Kisah Haru Supir Taksi Harus Tetap Kerja Walau Hidup Pakai Selang Oksigen

Vina Oktiani - wolipop Selasa, 08 Sep 2020 05:45 WIB
Sumeth Singpun Sumeth Singpun / Foto: Facebook / Nongying Chuaibamrung
Jakarta -

Bekerja adalah salah satu hal yang perlu dilakukan untuk membiayai kebutuhan sehari-hari, terutama jika sakit dan membutuhkan biaya tambahan untuk berobat ke dokter. Itulah yang menjadi alasan dari supir taksi yang satu ini mengapa dirinya tetap bekerja walaupun harus membawa tabung oksigen kemanapun dirinya pergi.

Kisah dari supir taksi asal Thailand itu belakangan viral setelah dibagikan oleh seorang wanita pemilik akun Facebook bernama Nongying Chuaibamrung. Hingga kini unggahannya itu telah dibagikan oleh lebih dari 77 ribu kali dan mendapat 47 ribu likes.

Seperti dikutip dari World of Buzz, dalam postingan yang ditulisnya menggunakan aksara Thailand itu, Nongying menceritakan kisahnya ketika bertemu dengan seorang supir taksi yang dipesannya. Saat masuk ke dalam taksi, Nongyang tengah menelepon sehingga dia tidak terlalu memperhatikan. Namun dia menyadari bahwa taksi yang dinaikinya itu berjalan cukup lambat.

Setelah Nongying menutup teleponnya barulah sang supir taksi memintanya untuk mengecek tabung oksigen yang terletak di kursi bagian belakang pengemudi. Sang supir meminta Nongying melihat apakah ada gelembung pada tabung oksigen yang tengah digunakannya itu. Merasa penasaran, Nongying lalu bertanya untuk apa tabung oksigen tersebut.

"Saya mengidap banyak penyakit. Mata saya rabun dan ginjal juga tidak berfungsi dengan baik. Sehingga, harus selalu cuci darah meskipun saya sedang mengemudi. Selain itu, karena paru-paru basah, saya selalu membawa tabung oksigen," ucap supir taksi yang diketahui bernama Sumeth Singpun itu.

วันนี้เวลา 18.30 น. ได้ขึ้นรถแท็กซี่จาก สภ.เมืองปทุม เพื่อกลับมาบ้านที่บางคูวัด ตอนนั้นเราก็ได้คุยโทรศัพท์อยู่ด้วย...

Dikirim oleh Nongying Chuaibamrung pada Rabu, 26 Agustus 2020

Sumeth juga mengatakan kepada Nongying bahwa dirinya hanya tinggal seorang diri di sebuah kontrakan. Pemerintah hanya memberikan dana bantuan kepadanya sebesar Rp 378 ribu setiap bulannya, sehingga Sumeth harus bekerja demi mencukupi kebutuhan serta pengobatannya. Karena hal itu, Sumeth kemudian memutuskan untuk menyewa taksi sehingga dia bisa bekerja.

Diakui Sumeth bahwa biasanya jika dia merasa tidak sehat maka dia tidak akan mengemudi. Atau ketika dirinya sedang mengantarkan penumpang, dia akan meminta ijin untuk beristirahat sejenak jika merasa tidak sanggup menyetir. Selain itu, Sumeth juga selalu mengendarai mobil taksinya dengan kecepatan yang rendah.

Lebih menyedihkannya lagi, ternyata Sumeth tidak hanya mengidap penyakit gagal ginjal, paru-paru basah, dan rabun, tetapi juga diabetes, darah tinggi, kaki bengkak, serta memiliki beberapa jari yang pernah diamputasi. Kabarnya Sumeth memiliki seorang anak laki-laki. Namun sayang anaknya itu tidak memiliki gaji yang besar, sehingga dia hanya bisa mengirimkan sedikit uang untuk ayahnya itu.

(vio/vio)