Liputan Khusus Korban PHK Corona

Kisah Wanita Tak Menyerah Setelah Kena PHK karena Corona, Jual Kebab Online

Gresnia Arela Febriani - wolipop Minggu, 30 Agu 2020 17:00 WIB
Feli Katri lukitasari saat membuat burger Feli, dulu manajer perusahaan kini jual kebab setelah kena PHK karena corona. Foto: Dok. pribadi Feli
Jakarta -

Karyawan yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat pandemi, mau tak mau harus memutar otak agar dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Seperti cerita dari wanita yang dulunya bekerja sebagai Branch Manager ini. Dulu bisa menikmati gaji tetap, namun kini setelah kena PHK karena corona harus mencoba menjadi entepreneur.

Akibat pandemi COVID-19, wanita bernama Feli Katri Lukitasari harus merasakan terkena PHK. Perusahaan tempatnya bekerja memberlakukan PHK massal terhadap ratusan karyawan yang berada di seluruh Indonesia. Dampak kebijakan tersebut, kantor cabang pun juga ikut tutup. Dan kantor Feli termasuk di antaranya.

"Per 31 Maret 2020, saya mendapatkan kabar kurang baik dari perusahaan saya. Tentunya sangat kecewa dan sedih dikarenakan saya di perusahaan telah berkontribusi setia selama tiga tahun ini," kata Feli saat diwawancara oleh Wolipop, Kamis (27/8/2020).

Sejak pengumuman PHK tersebut, Feli mengatakan jika ia hanya bisa menenangkan diri. Beruntung suaminya dan keluarganya terus mendukungnya agar tawakal.

Bangkit Kembali Setelah PHK

Demi membantu perekonomian keluarga, Feli berusaha bangkit setelah terkena PHK karena corona. Bermodalkan percaya diri dan mencari ilmu dari Google, dia memutuskan membuka usaha menjual kebab frozen.

"Dengan bermodal percaya diri dan mencari-cari di Google tentang makanan siap saji yang sehat dan cepat akhirnya kami memutuskan untuk usaha kebab frozen," ujar anak terakhir dari tiga bersaudara itu.

Feli Katri lukitasari saat membuat burgerFeli Katri lukitasari saat membuat burger Foto: Dok. pribadi Feli

Feli menjual kebab frozen melalui Instagram @burgersaddict. Feli yang memulai usaha rumahan dari rumahnya di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan, juga melayani pemesanan melalui aplikasi ojek online. Dalam proses pembuatan, penyajian dan pengemasan, dia banyak dibantu sang suami. Dia berharap mempunyai rumah produksi sendiri.

"Rencana saya ingin memiliki outlet sendiri atau rumah produksi karena kami alhamdulillah sudah memiliki lebih dari 10 reseller. Bakat marketing yang saya punya selama 12 tahun, saya pergunakan untuk usaha saat ini," tambah Feli.

Feli mengaku dalam memulai usaha kebab frozen ini modal awalnya hanya Rp 2,5 juta. "Dari situ berkembang dengan reseller yang berdatangan, alhamdulillah," katanya yang kewalahan mengerjakan pesanan kebab karena belum memiliki karyawan.


Promosi Mulut ke Mulut dan Media Sosial

Dalam memulai usaha kebab ini, Feli beruntung karena ibunya sudah cukup dikenal di kawasan komplek perumahannya sebagai pemilik katering. Jadi dia pun bisa berpromosi melalui mulut ke mulut melalui teman-teman ibunya dan temannya sendiri.

Dia berpromosi dengan cara memperkenalkan kebab frozennya pada ibu-ibu komplek. Dari mereka, Feli meminta saran dan kritik terkait rasa kebabnya.

Selain melalui mulut ke mulut, dia juga memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan dagangannya. "Saya memang aktif di Instagram, Facebook dan WhatsApp. Jadi sangat membantu sekali, tidak perlu tatap muka tapi mereka bisa menikmati Kebab Addict kami," ujarnya.

Feli Katri lukitasari saat membuat burgerBurger buatan Feli yang dijual online. Foto: Dok. pribadi Feli

Bagi kamu yang juga korban PHK karena Corona dan tengah mencoba berbisnis seperti Feli, wanita yang dulu adalah seorang branch manager itu memberikan sedikit pesan.

"Jangan pernah takut jatuh, jangan pernah menyalahkan keadaan karena keadaan tidak bisa berubah. Yang ada kita yang bisa mengubah keadaan. Di mana ada kemauan, di situ ada jalan dan diiringin rezeki yang berkah dari Allah SWT. Karena rezeki bukan dari perusahaan tapi dari sang maha Pencipta," pungkasnya.

(gaf/eny)