Liputan Khusus Korban PHK Corona

Kisah Mantan Chef Hotel Bintang Lima Jual Soto, Kena PHK Imbas Corona

Gresnia Arela Febriani - wolipop Minggu, 30 Agu 2020 08:09 WIB
Gandha Pratikanantyo Gandha, chef hotel yang kini berjualan soto imbas PHK karena Corona. Foto: Dok. Pribadi
Jakarta -

Pandemi Corona menyebabkan pria bernama Gandha Pratikanantyo ini kehilangan pekerjaannya sebagai juru masak atau chef di salah satu hotel bintang lima di Solo. Namun dia tidak menyerah untuk tetap bisa menghidupi keluarganya.

Pria 34 tahun itu mengisahkan dirinya mendapatkan surat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat corona pada awal Juli. Keputusan PHK itu membuatnya sangat terkejut karena dia sudah bekerja selama 10 tahun.

Setelah kena PHK itu Gandha mengaku beruntung dia mendapatkan dukungan dari sang istri Selli Marselliana, keluarga dan kerabat dekat. Memutuskan tak mau terpuruk, Gandha memutar otak bagaimana agar bisa tetap memiliki penghasilan.

"Saya mencoba untuk berwirausaha. Saya mulai membuka warung makanan soto karena ingin menyesuaikan dengan lidah orang Solo. Selain itu soto adalah bisnis makanan yang tidak musiman," kata Gandha saat dihubungi Wolipop lewat WhatsApp, Kamis (27/8/2020).

Gandha PratikanantyoGandha Pratikanantyo Foto: Dok. Pribadi

Pria yang berusia 34 tahun itu menceritakan bagaimana dia memulai usaha sotonya tersebut. Dia memulai usaha kulinernya dengan modal Rp 4 juta.

"Persiapan beli peralatan, meja kursi. Untuk tempat kebetulan kami tidak sewa. Menu yang saya jual soto daging soto ayam, gorengan, babat, paru, mie goreng dan mie rebus. Harganya mulai dari Rp 5 ribu untuk soto ayam," jelasnya.

Gandha membuka warung sotonya tersebut di sebuah kawasan di bagian belakang Stadion Manahan, Barat Dishub, Solo. Untuk saat ini dia berjualan masih dengan dibantu istrinya.

Dan agar pembeli sotonya semakin meluas, Gandha juga menjual makanan tersebut secara online. Bagi korban PHK akibat corona lainnya Gandha pun mencoba memberikan semangat.

"Jangan patah semangat pasti ada jalan. Coba usaha mandiri dulu," pungkasnya.

(gaf/eny)