Protes Penelitian Seksis, Tenaga Medis Wanita Ramai-ramai Posting Foto Bikini

Rahmi Anjani - wolipop Kamis, 30 Jul 2020 13:45 WIB
Young female doctor woman wearing mask, making stop sign gesture, saying No isolated on white background, refusing virus disease, close up, blank. Foto: Getty Images/iStockphoto/insjoy
Jakarta -

Sebuah studi yang baru-baru ini dipublikasi mengenai media sosial dan dokter bedah. Penelitian yang dimuat di Journal of Vascular Surgery itu menyoroti banyaknya dokter bedah vaskular muda yang mengunggah foto seksi di medsos. Baik berbikini atau kostum Halloween seksi, hal itu pun dianggap mereka kurang profesional. Karena studi tersebut, sejumlah pekerja medis membalasnya dengan ramai-ramai mengunggah foto bikini.

Setelah dipublikasi, banyak dokter merasa para peneliti studi melakukan body shaming kepada sesama tenaga medis hanya karena memakai bikini. Para pekerja medis wanita pun menyeluhkan keinginan mereka untuk bebas mengenakan apapun di luar jam kerja karena tidak mempengaruhi bagaimana kerja mereka merawat pasien. Karena banyaknya protes, studi itu telah dihapus karena dianggap seksis sebab cuma menyoroti para wanita.

[Gambas:Instagram]



Dokter Candice Myhre mengungkap jika studi itu juga ditulis oleh tiga pria yang membuat akun palsu untuk memata-matai tenaga medis wanita. Lalu ia menginisiasi agar sesama rekannya mengunggah foto mereka berbikini sebagai bentuk protes hingga jadi tren di kalangan pekerja medis wanita.

"Kami bisa menggunakan bikini, dress, atau kami bisa memakai baju medis. Ini tidak mengubah seberapa baiknya kami dalam menjadi perawat kesehatan. Kami bisa memakai apapun yang kami mau di waktu bebas dan masih bisa menyelamatkan nyawa," tulis wanita yang menjadi petugas kesehatan darurat selagi mengunggah fotonya tengah merawat seseorang sambil mengenakan bikini.

[Gambas:Instagram]

Dalam sejumlah postingan, dokter hingga perawat membuktikan jika mereka bisa memakai baju bikini tapi tetap profesional. Di unggahan itu, beberapa juga curhat mengenai bagaimana seorang wanita dinilai dari penampilan padahal mereka juga punya kelebihan lain yang lebih penting.

"Seorang wanita bisa menjadi cantik dan pintar. Dia bisa cerdas dan seksi. Dia bisa menyenangkan dan bekerja keras. Dia bisa memakai apapun yang dia mau. Dia bisa menjadi apapun yang dia inginkan. Aku berdiri bersama sesama tenaga kesehatan hari," tulis @dr.audreyxsue.

[Gambas:Instagram]



"Ini adalah standar ganda. Wanita dicintai dan dibenci karena tubuhnya. Kita harus menghentikan seksisme. Aku berdiri untuk solidaritas bersama semua pekerja medis profesional," tulis @hollywoodeyes.



Simak Video "Perceraian Meningkat saat Pandemi, Ini Kata Dokter Boyke"
[Gambas:Video 20detik]
(ami/ami)