Tips Komunikasi Antara Senior dan Junior Agar Tak Terjadi Konflik di Kantor

Rahmi Anjani - wolipop Rabu, 15 Jul 2020 18:34 WIB
Portrait of two business woman using laptop Foto: Thinkstock
Jakarta -

Beragamnya generasi yang bekerja dalam satu perusahaan di zaman ini perlu menjadi perhatian tersendiri. Untuk bisa menghasilkan 'produk' yang maksimal, tentu semua generasi harus bisa bekerja sama dengan baik. Tak cukup hanya dengan mengandalkan kemampuan dan peran masing-masing, dibutuhkan juga cara berkomunikasi yang tepat agar tidak terjadi kesenjangan. Karena ketahui cara pekerja antargenerasi memahami satu sama lain dan mencari cara untuk menjembatani perbedaan mereka.

SENIOR

1. Jangan Baper
Pengajar sekolah public speaking TALKInc sekaligus presenter Becky Tumewu dan Erwin Parengkuan baru saja meluncurkan buku Generation Gap(less) Seni Menjalin Relasi Antargenerasi. Mereka pun memaparkan cara agar senior dan junior bisa bekerja sama dan berkomunikasi lebih baik. Salah satu sarannya kepada para senior adalah jangan baper dengan perilaku junior yang mungkin terkesan kurang sopan. Karena dalam kebanyakan kasus, para junior tidak bermaksud demikian.

"Misalnya bos lagi ngomong sama direktur (gen X dan baby boomers) lalu datang millennial pakai headphone, pasti dia nggak bakalan negor. Di kacamata boomers, mereka merasa itu nggak sopan tapi millennial cara berpikirmya beda karena mereka merasa akan menggangu percakapan mereka dan cuma ingin masuk kantor saja," kata Erwin.

2. Beri Ruang
Menurut temuan Erwin dan Becky, banyak baby boomers yang sering ikut campur dengan pekerjaan bawahannya. Tidak selalu bermaksud buruk, mungkin mereka hanya ingin selalu tahu perkembangan. Tapi hal ini bisa saja sesuatu yang menyebalkan bagi junior karena merasa 'gerah'.

3. Beri Arahan Bukan Perintah
Satu satu hal yang membuat junior sering menghindari senior adalah karena mereka terlalu 'bossy'. Karenanya, disarankan agar para senior mengkomunikasikan keinginan mereka lebih kepada arahan atau saran dari pada sebuah perintah. Dengan begitu, kalian akan lebih didengarkan dan dihormati.

4. Bicara Singkat
Untuk membangun tim yang lebih baik dengan junior, para atasan perlu jadi senior yang lebih pengertian. Salah satu caranya adalah dengan mengerti bahwa anak-anak muda kurang suka mendengar cerita panjang apalagi jika tidak menarik bagi mereka. "Kunci komunikasi adalah empati dan kenali audiens jadi jangan ngomong kebanyakanan harus ada kesadaran kepada yang muda bahwa mereka nggak mau long answer," ungkap Becky.

5. Kasih Feedback
Menurut training yang sering dilakukan Becky dan Erwin, beberapa atasan sering melupakan begitu saja kerja juniornya ketika satu proyek selesai. Padahal yang diinginkan junior adalah adanya feedback atau pujian untuk mengetahui apa yang dilakukan mereka itu sudah benar atau memuaskan.

"Mereka yang masih baru butuh support dan guideline, kalau bagus puji depan orang banyak tapi kalau mau beri feedback lakukan di tempat private. Begitu strategi membangun hubungan," tutur Erwin.

JUNIOR

1. Beri Salam
Para presenter kondangan tersebut mengatakan jika untuk membangun hubungan yang harmonis, kedua belah pihak harus mau mengubah sikap. Untuk junior, disarankan agar mereka lebih sering memberikan salam untuk menghormati senior dan menghindari mereka baper.

2. Minta Konsultasi
Untuk mengimbangi para senior yang ingin tahu perkembangan sebuah pekerjaan, junior juga perlu sering-sering berkonsultasi dengan mereka. Dengan begitu, junior tidak lagi merasa gerah karena selalu ditanya-tanya saat sedang bekerja.

3. Informasi Lengkap/Terstruktur
Salah satu ciri khas dari anak-anak muda adalah mereka sering kali memberikan jawaban singkat dan padat. Menurut orang tua, jawaban tersebut dinilai kurang memuaskan sehingga membuat mereka jadi banyak tanya. Karena itu, coba berikan informasi kepada mereka dengan lengkap dan terstruktur.

4. Dengarkan Senior
Dikatakan bahwa perlu dibangun kesadaran bahwa dalam komunikasi kuncinya adalah saling menghargai. Cara untuk menghargai senior yang mungkin sering bercerita panjang lebar adalah dengan mendengarkan dengan baik. Hal ini penting diperhatikan para junior karena sering kali mereka bersikap seperti tidak mengendengarkan karena tidak selalu merespon orang yang lebih tua.

"Mereka denger tapi seperti nggak denger, orangtua pengennya mereka itu kelihatan atentif jadi active listening untuk menunjukkan i am listening it means i'm respecting,"



Simak Video "Kondisi Hati Penentu Performa Milenial Dalam Bekerja"
[Gambas:Video 20detik]
(ami/ami)