5 Cara Brand Fashion Menarik Pelanggan ke Toko Setelah Pandemi Corona

Rahmi Anjani - wolipop Kamis, 02 Jul 2020 14:37 WIB
Ilustrasi belanja Foto: iStock
Jakarta -

Setelah angka COVID-19 dinilai menurun, kini sejumlah mal dan toko mulai diperbolehkan beroperasi kembali. Meski begitu pusat perbelanjaan tetap perlu menggalakkan langkah-langkah pencegahan, termasuk menjalankan protokol-protokol kesehatan. Selain memastikan tokonya aman, berbagai brand punya strategi tersendiri untuk menarik kembali pelanggan mereka. Berikut lima caranya:

1. Menggalakan Protokol Kesehatan
Sebelum toko dibuka, banyak orang sudah beralih ke situs belanja online. Namun banyak juga yang sudah tak sabar untuk kembali merasakan pengalaman membeli langsung baju ke toko atau mal. Untuk memastikan toko mereka aman, brand-brand menjalankan protokol kesehatan dasar, seperti mengukur suhu, pakai masker, mengutamakan pembayaran cashless, membatasi pelanggan, dan mengurangi sentuhan fisik.

"Kami juga mengubah kultur dalam menyapa orang. Misalnya tidak bersalaman walaupun dia customer regular. Bagaimana caranya kita tetap menjaga customer service," ungkap Irawati selaku Vice President MAP Fashion dalam siaran webinar, Rabu, (2/7/2020).

2. Beralih Online
Seperti yang sudah dilakukan sebelum pandemi, banyak brand beralih ke situs belanja online dan marketplace. Selama pandemi, transaksi online semakin digalakkan demi keamanan pelanggan dan staf. Tak hanya melalui e-commerce, beberapa brand juga mempersilahkan para pelanggan untuk menghubungi asisten toko secara personal. "Bisa personal chat (ke asisten toko), barang yang ada di katalog pun tetap bisa dibeli," kata Ira.

3. Pemilih Produk
Pemilihan produk-produk yang dijual setelah pandemi merebak juga menjadi salah satu cara brand-brand fashion beradaptasi dengan keadaan. Dikatakan Ira, kini tren pasar beralih ke busana yang lebih kasual dan simpel tapi tetap stylish.

"Sekarang tidak ada kebutuhan untuk tampil, jadi banyak orang lebih pilih baju yang lebih kasual dan relaks. Sekarang yang paling banyak dicari dan dibeli adalah casual collection dan activewear. Karena kan ketika stay at home, banyak orang sadar mereka kurang olahraga dan melakukannya di rumah," ujarnya.

4. 'Menjemput' Pelanggan
Berbagai brand juga secara pribadi mengundang sejumlah pelanggan untuk belanja lagi ke toko mereka. Ira mengatakan jika para staf telah memberi tahu member atau pelanggan reguler bahwa toko aman dikunjungi. "Mereka mulai menelepon customer, iklankan untuk welcome ke toko, kasih tahu protokol ketat dan safety menjadi prioritas,"

5. Diskon
Irawati menjamin bahwa untuk menyambut kembali para pelanggan, brand-brand telah menyediakan berbagai promo dan diskon baik di situs dan toko. Selain untuk menghabiskan sisa musim lalu yang penjualannya terhalang pandemi, dikatakan jika potongan harga diberikan untuk mengapresiasi pembeli. "Kami appreciate pelanggan yang sudah datang, kami kasih promonya," kata Irawati.



Simak Video "Tren Belanja Online Jadi Pemasok Sampah Plastik Terbanyak"
[Gambas:Video 20detik]
(ami/ami)