Bekerja dari Luar Kantor Akan Jadi 'New Normal' Setelah Pandemi Corona

Rahmi Anjani - wolipop Jumat, 05 Jun 2020 15:01 WIB
Woman sitting on sofa using laptop in her cozy loft apartment Foto: Getty Images/Morsa Images
Jakarta -

Pandemi Corona mengubah banyak kebiasaan, termasuk rutinitas kerja. Banyak orang yang lebih memilih dan diminta untuk bekerja dari rumah agar terhindar dari virus Corona. Semenjak work from home diterapkan, banyak orang juga perusahaan menyadari bahwa mereka mampu bekerja tanpa selalu datang ke kantor. Beberapa pun akan meneruskan cara ini, termasuk Twitter, Facebook, Google, hingga Selandia Baru.

Berkumpul di satu tempat menjadi hal yang dihindari selama pandemi Corona. Karenanya, sebagian besar kantor meminta karyawan untuk bekerja dari rumah. Setelah kasus COVID-19 dianggap sudah menurun, beberapa negara mulai menjalani 'new normal'. Salah satunya adalah dengan membiarkan pegawai untuk bekerja dari luar kantor.

Salah satu bentuk 'new normal' setelah pandemi Corona ini dipelopori oleh perusahaan-perusahaan teknologi besar, seperti Google, Microsoft, Facebook, dan Twitter. Baru-baru ini Mark Zuckerberg mengatakan pada staf bahwa sistem kerja baru itu mulai Juli. Mark merencanakan setengah dari pegawainya bisa bekerja dari luar kantor lima hingga 10 tahun ke depan.

Employees work on laptops on couches under a corrugated roof in The Bowl, a tiered outdoor space with surrounding green scapes, that connects the older building 20 with building 21 at the new Facebook Inc. MPK 21 campus in Menlo Park, California, U.S., on Wednesday, Aug. 29, 2018. Facebook's new MPK 21 campus, designed by architect Frank Gehry, is the latest expansion in Menlo Park, a town where there will soon be more Facebook employees than local residents. Photographer: Michael Short/BloombergKantor Facebook yang akan menerapkan 'new normal' dengan membiarkan bekerja dari luar kantor. Photographer: Michael Short/Bloomberg Foto: Michael Short/Bloomberg

Sebelumnya Twitter adalah perusahaan media sosial pertama yang mengumumkan akan bekerja dari luar sebagai 'the new normal' mereka. CEO Jack Dorsey mengirim email kepada para pegawai bahwa perusahaan bakal mulai membuka kembali kantor tapi membolehkan mereka yang bisa kerja dari luar untuk melanjutkannya.

"Kami mencoba untuk bijaksana dengan bagaimana kami melakukan pendekatan karena kita adalah perusahaan pertama yang pindah ke model (kerja) work from home. Kami akan meneruskan seperti itu dan kami akan terus mengutamakan keselamatan dari orang-orang dan komunitas-komunitas kami," kata Jack.

Twitter CEO Jack Dorsey addresses students during a town hall at the Indian Institute of Technology (IIT) in New Delhi, India, November 12, 2018. REUTERS/Anushree Fadnavis CEO Twitter Jack Dorsey mengatakan pekerjanya tak perlu datang ke kantor sebagai 'new normal'. REUTERS/Anushree Fadnavis Foto: Anushree Fadnavis/Reuters

Kini bekerja dari rumah atau tempat lain memang jadi lebih mudah karena kecanggihan teknologi. Selain email dan aplikasi chatting, para pekerja juga bisa berkomunikasi melalui video call. Apalagi setelah pandemi Corona, banyak orang sudah mulai terbiasa untuk berkolaborasi dari jarak jauh terlebih ternyata cara ini dianggap sama efektif dan efisien.

"Selagi kita mulai untuk kembali ke tempat kerja dan mencari 'new normal', bekerja dengan pola alternatif juga akan mengurangi kemacetan trafik dan menerapkan social distancing. COVID telah membuat para perusahaan berpindah dari pikiran tradisional bahwa produktivitas bergantung dengan jam-jam berada di kantor," jelas konsultan HRD Emily Draycott-Jones kepada BBC.

Selain para perusahaan teknologi, beberapa negara tampaknya juga telah mempertimbangkan cara ini sebagai 'new normal' setelah pandemi Corona. Selandia Baru, salah satu negara yang memang tanggap dalam penanganan virus Corona pun berencana menerapkan sistem serupa. Perdana Menteri Jacinda Ardern telah menyarankan hari kerja dikurangi menjadi empat hari. Selain sebagai 'new normal' hal ini juga dilakukan untuk meningkatkan turis dalam negeri.




Simak Video "Mengapa Bersepeda Jadi Tren di Era New Normal?"
[Gambas:Video 20detik]
(ami/ami)