Cerita Pria Cikarang di Balik Penyedia Jasa Pelukan Berbayar

Daniel Ngantung - wolipop Sabtu, 22 Feb 2020 20:00 WIB
Young happy couple hugging each other outdoor. Ilustrasi pelukan (Foto: thinkstock)
Jakarta -

Bermula dari sebuah iklan lowongan pekerjaan, layanan curhat dan berpelukan (cuddle) profesional ramai dibahas di jagat media sosial. Reaksi dari netizen beragam, mulai dari menanggapinya dengan candaan sampai mempertanyakan eksistensi dan tujuan dari perusahaan yang menawarkan jasa tersebut.

Dalam unggahan yang viral di Twitter itu, tertulis nama Indocuddle sebagai badan usaha yang sedang membuka lowongan pekerjaan cuddler profesional. Setelah ditelusuri, keberadaan Indocuddle memang benar adanya.

Pendiri Indocuddle adalah Akbar Syaban, lulusan Politeknik Meta Industri Cikarang jurusan Industrial Engineering. "Saya pengin orang-orang Indonesia mempunyai wadah untuk curhat bercerita dan memeluk seseorang," kata Akbar kepada Wolipop detikcom, Sabtu (22/2/2020), tentang alasannya mendirikan Indocuddle.

Cerita Inspiratif Penyedia Jasa Pelukan BerbayarFoto: iStock


Lebih dari itu, Indocuddle juga berangkat dari pengalaman pribadi Akbar. Berasal dari keluarga broken home, Akbar pernah merasakan rindunya pelukan hangat seorang ayah.

"Ayah saya ada di Kalimantan dan sejak SD nggak pernah ketemu lagi sampai sekarang saya berumur 23 tahun. Terus ngerasa pengin memeluk seorang ayah tapi bingung mau ke siapa," ungkap pria asal Pati, Jawa Tengah, itu.

Menurut Akbar, pelukan hangat bukan cuma 'obat' untuk mereka yang memiliki masalah broken home. Korban bullying, karyawan dengan tekanan kerja yang tinggi, sampai anak-anak penyandang autisme saat mengalami tantrum juga butuh dipeluk.

Boleh dibilang, jasa seperti ini masih terbilang baru di Indonesia. Sementara di beberapa negara seperti Jepang dan Amerika Serikat, cuddler sudah menjadi sebuah profesi yang lumrah. Tak heran bila lowongan tersebut ramai dibahas netizen Indonesia.

Cerita Inspiratif Penyedia Jasa Pelukan BerbayarPelukan hangat untuk keluarga korban penembakan di Selandia Baru. (Foto: Reuters)



"Indocuddle soft opening di bulan April 2020. Untuk sekarang masih sedang kami kembangkan sistem dan standard operating procedure (SOP) agar klien merasa nyaman," kata Akbar.

Di tengah kesibukannya mengurusi Indocuddle bersama timnya yang terdiri dari tiga orang, Akbar masih bekerja sebagai staf pemasaran di pusat pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus President Special Needs Center Jababeka. Dari situ, kepekaannya terhadap kesehatan mental dan manajemen emosi manusia semakin terasah. "Saya mau hidup ini lebih bearti untuk orang lain dengan membantu orangtua dan anak-anak berkebutuhan khusus," katanya.

Soal lowongan, Akbar mengungkapkan, Indocuddle memang sedang mencari karyawan baru yang memegang gelar S1 psikologi untuk memperkuat tim professional cuddler. Mereka nanti bertugas mendengarkan curhatan klien dan memberi pelukan.

"Bukan konseling ya, lebih seperti menjadi pendengar yang baik dan ada sesi berpelukannya juga. Kalau konseling harus ada izin praktek dan bergelar S2 Psikolog," tambah Akbar yang saat ini timnya terdiri dari tiga orang.

Klien dapat melakukan sesi tersebut di rumahnya atau di kantor Indocuddle yang berlokasi di kawasan Jababeka, Cikarang, Jawa Barat. Biayanya Rp 700 ribu per jam untuk sebuah sesi curhat dan berpelukan.



Simak Video "Antusiasme 12 Asdos Bareng Maudy Ayunda di d'Youthizen"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)