Ada 'Pabrik' Pembuat Esai di Kenya, Kerjakan Tugas Para Mahasiswa Malas

Rahmi Anjani - wolipop Kamis, 12 Sep 2019 07:09 WIB
Foto: iStock Foto: iStock

Jakarta -

Menulis esai umum ditugaskan kepada para mahasiswa. Tapi sering kali para pelajar bangku kuliahan memilih untuk tidak mengerjakan atau mencari cara untuk menghindarinya. Meminta atau membayar seseorang untuk menyelesaikan tugas pun tidak jarang dilakukan. Tak disangka, kebiasaan buruk tersebut ternyata menjadi sebuah lapangan pekerjaan bagi banyak orang di Kenya, Afrika Timur.

Para staff di sebuah 'akademi' di Kenya bekerja 12 jam sehari mengerjakan esai yang seharusnya diselesaikan para mahasiswa yang malas. Disebut 'pabrik' esai, perusahaan tersebut menangani permintaan ratusan ribu pelajar universitas dari Inggris dan Amerika.

Sayangnya, dilaporkan bahwa orang-orang pintar di balik pabrik esai tersebut hanya mendapat kurang dari $1 (Rp 14 ribuan) per jam sementara para bos lah mendapat banyak keuntungan. Industri curang tersebut pun dikabarkan bernilai hingga £100 juta atau sekitar Rp 1,7 triliunan. Hal ini pun telah mendapat perhatian dari para politisi di Kenya yang menyebutkan perusahaan tersebut 'kanker' yang akan pelan-pelan merusak universitas.

Tak dijelaskan bagaimana para mahasiswa memesan esainya dibuatkan oleh 'pabrik' yang bertempat di Nairobi tersebut. Namun dilansir MailOnline, esai yang sudah jadi akan dikirimkan melalui email kepada mahasiswa yang membutuhkan dengan tepat waktu dan dijamin bebas plagiarisme.

Di Kenya tampaknya hal ini bukan sebuah industri gelap yang dilakukan sembunyi-sembunyi. Dikatakan jika poster lowongan kerja untuk penulis esai bisa dengan mudah ditemukan di jalan. Disebutkan pula jika banyak mahasiswa mengerjakan esai pelajar universitas lain sebagai pekerjaan sampingan.

"Seperti kebanyakan orang, aku memulai bisnis penulisan esai ketika aku di universitas. Lama kelamaan aku mulai mempekerjakan orang-orang lain dan bisnisku membesar dari situ. Aku berekspantasi ke pasar-pasar yang lain. Aku ingat dengan jelas ketika aku menghasilkan jutaan (pertama)ku. Aku merasakan semacam prestasi, seperti semua kerja kerasku terbayarkan," ungkap James Waitutu Karuri.

James kini memiliki 15 staf administrasi dan 80 penulis freelance. Bisnis pembuatan esai jelas membuatnya sangat kaya. Di negara di mana 41% populasi tidak memiliki akses air bersih, James mengendarai mobil mewah dan tinggal di perumahan eksklusif. Sayangnya meski James sangat berkecukupan, para pekerja tidak mendapat banyak penghasilan.

"Seorang mahasiswa Kenya yang baru mulai akan mendapat 50 sen per halaman untuk esai sekolah, bayaran aslinya mungkin $50 (Rp 703 ribuan). Ketika penulis lebih berpengalaman dan bisa membuktikan diri mereka, mereka mendapat tugas yang lebih sulit sehingga bisa dibayar lebih,"

"Setelah beberapa tahun, penulisan teknik untuk level PhD, penulis berpengalaman bisa mendapat $2,000 (Rp 28 jutaan) per pekerjaan, masih jumlah yang kecil dari total (pembayaran) tapi uang yang sangat banyak untuk Kenya," kata seorang mantan pekerja James.


Simak Video "Fashion Show Victoria's Secret 2019 Resmi Dibatalkan"
[Gambas:Video 20detik]
(ami/ami)