Ini Alasan Fresh Graduate Zaman Sekarang Lebih Berani Minta Gaji Besar

Rahmi Anjani - wolipop Senin, 29 Jul 2019 17:13 WIB
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock

Jakarta - Heboh fresh graduate yang mengeluhkan penawaran gaji Rp 8 juta masih jadi perbincangan. Selain menguak standar gaji fresh grad, unggahan Insta Story yang jadi viral itu juga menunjukkan betapa para pemula kerja sekarang berani meminta gaji besar. Apa yang kira-kira jadi penyebabnya? Apakah karena karakter para millennial yang lebih lantang mengemukakan pendapat?

Fresh graduate yang baru lulus kuliah umumnya masih mencari ilmu dan pengelaman. Tak jarang gaji menjadi hal kedua yang dipikirkan mereka saat menerima sebuah tawaran kerja. Namun kini tampaknya penghasilan menjadi faktor penting terlebih bagi mereka yang lulusan universitas kenamaan. Karenanya, banyak pemula kerja mencari profesi berpenghasilan besar dan berani meminta angka tinggi ketika negosiasi gaji saat wawancara.

Menurut pakar, hal ini bisa dipengaruhi oleh karakteristik pemula kerja zaman sekarang yang datang dari generasi millennial. "Millennial sekarang punya gaya komunikasi yang lebih berani. Justru orang yang confident dan punya competence kalau nggak nawar (gaji tinggi) itu bodoh. Tapi ya sebaliknya kalau tidak punya confidence dan competence tapi menuntut gaji tinggi itu namanya gila," kata HR Director Pambudi Sunarsihanto yang juga Chairman ASEAN Human Development Organization itu.

Pambudi menambahkan jika fresh graduate kini tak bisa dibandingkan dengan generasi dulu. "Karakter pekerja kan berubah jadi perusahaan dan HRD harus mengerti menangani millennial. Sekarang orang pintar dan costumer itu adalah millennial jadi kalau perusahaan nggak mampu memahami mereka nanti tidak match.

"Mendapatkan talent terbaik kan juga termasuk kompetisi makanya harus mengerti dan tahu cara menarik millennial. Maka dari itu, saya menentang anak itu di-bully karena itu menunjukkan kita tidak bisa mengerti mereka," tambah lulusan Master of Computer Sciences, Universite de Nantes, Prancis dan Master of Business Administrations, Helski School of Economics, Finlandia tersebut.

Sedangkan pakar Sumber Daya Manusia Handi Kurniawan punya pendapat lain. Ia pun setuju jika meminta gaji tinggi bukan sesuatu yang buruk asalkan memang layak dan bisa berkontribusi terhadap perusahaan. Namun ia menyayangkan hal tersebut harus ditampilkan di media sosial karena kurang etis dan bisa jadi bumerang bagi diri sendiri.

Menurut penulis buku 'Go Global: Guide to a Successful Internasional' tersebut, alasan banyak fresh graduate kini yang berani menawar gaji tinggi adalah karena semakin terbukanya informasi. "Kalau saya melihatnya sekarang informasi jauh lebih terbuka. Hal-hal yang dulu tertutup seperti gaji awal dan kompensasi sekarang menjadi lebih transparan. Generasi millennial yang mengikuti perkembangan berita menjadi lebih mengerti di mana nilai mereka.

Handi pun memberikan sarannya kepada para fresh graduate. "Tentunya kandidat yang berani bernegosiasi perlu memahami dulu apa kualifikasi yang mereka miliki dan apa yang dapat mereka kontribusikan sehingga memiliki bargaining power. Oleh sebab itu para fresh graduate sebaiknya membekali diri dengan prestasi dan kualifikasi tinggi sehingga memiliki daya tawar yang baik,"ungkapnya ketika dihubungi Wolipop beberapa waktu lalu.

Simak Video "Bim Salabim! Spanduk Bekas Berubah Jadi Tas Kece"
[Gambas:Video 20detik]
(ami/ami)