Serum Microneedling Viral di TikTok, Dokter Ungkap Risikonya
Microneedling adalah salah satu perawatan kulit yang biasanya dilakukan di klinik kecantikan oleh tenaga profesional. Tujuannya untuk menghaluskan tekstur kulit, menyamarkan pori-pori, serta membantu produk skincare menyerap lebih baik.
Cara kerjanya dengan menciptakan luka-luka kecil pada kulit menggunakan jarum mini untuk merangsang proses penyembuhan alami. Saat proses penyembuhan itulah produksi kolagen dan elastin meningkat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain alat microneedling rumahan atau dermaroller, kini serum microneedling juga cukup populer, terutama di TikTok. Produk ini diklaim memiliki efek dan hasil yang setara dengan microneedling di klinik.
Jarum-jarum kecil di dalam serum microneedling dibuat dari spons laut yang disebut spikula. "Spikula terasa menusuk di kulit wajah karena fungsinya membantu bahan aktif dalam serum menyerap lebih dalam dan bekerja lebih efektif," ujar ahli kimia asal New Jersey, Ginger King seperti dikutip Allure.
Morgan Rabach, dokter kulit bersertifikasi dari LM Medical, New York, menambahkan bahwa spikula juga bekerja dengan mengikis lapisan terluar kulit dengan tujuan yang sama, yaitu meningkatkan penyerapan skincare.
Namun, sebenarnya serum microneedling lebih mirip dengan produk eksfoliasi seperti scrub, hanya saja tidak dibilas. "Spikula akan bertahan cukup lama di kulit sebelum larut sehingga perlu diaplikasikan secara teratur," kata Melanie Palm, dokter kulit dari San Diego.
Dr. Palm juga mengaku kurang yakin jika hasil serum microneedling bisa menyamai perawatan di klinik. "Panjang spikula pada serum microneedling tidak cukup untuk penetrasi yang ideal ke dalam kulit," ujarnya.
Lalu, apakah serum ini aman digunakan? Menurut Dr. Rabach, serum microneedling justru berpotensi menimbulkan lebih banyak efek buruk. Cara kerjanya yang mengelupas epidermis tanpa pengawasan ahli bisa merusak lapisan pelindung kulit.
Selain itu, spikula pada tiap produk juga tidak seragam sehingga berisiko menyebabkan iritasi hingga dermatitis kontak alergi, terutama bagi pemilik kulit sensitif. "Penggunaan berlebihan bahkan bisa memicu eksim, rosacea, hingga jerawat parah," tambah Dr. Margarita Lolis, dokter kulit dan ahli bedah Mohs dari New Jersey.
Daripada mengambil risiko dengan produk microneedling yang efektivitasnya belum pasti, para ahli menyarankan untuk melakukan perawatan microneedling di klinik kecantikan agar prosedurnya lebih aman dan ditangani oleh tenaga profesional.
(eny/eny)
Perawatan dan Kecantikan
Rahasia Rambut Lembut Berkilau Saat Mudik Lebaran dengan MO.RA Keratin Intensive Hair Repair Mask!
Elektronik & Gadget
Ide Hadiah Lebaran untuk yang Aktif, Xiaomi Smart Band 10, Stylish, dan Siap Temani Olahraga!
Olahraga
Golfer Wajib Coba! 2 Sepatu Golf yang Nyaman Dipakai dan Bikin Swing Lebih Mantap
Olahraga
Main Padel Pertama Kali? Coba 2 Raket Ini yang Ramah untuk Pemula
Bella Hadid Jadi Global Ambassador Pertama Prada Beauty
Rambut Kering dan Bercabang? Coba 6 Cara Merawat Kulit Kepala Ini
7 Tips Skincare Saat Mudik Naik Motor, Glowing Meski Kena Debu dan Matahari
Harper Beckham Siap Rilis Brand Kosmetik di Usia 14, Jadi Saingan Kylie Jenner
Contrast Makeup Theory: Teori Makeup Viral Bikin Riasan Lebih Cocok di Wajah
Potret Prewedding El Rumi & Syifa Hadju, Memukau Dengan Gaya Tradisional
Most Pop: Gadis Tercantik di Dunia Dilamar, Siapa Calon Suaminya?
Buku Baru Klaim Camilla Sebut Meghan Markle 'Cuci Otak' Pangeran Harry
Gaun Rusak hingga Jatuh di Tangga, 5 Momen Oscars yang Nyaris Jadi Malapetaka













































