Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Serum Microneedling Viral di TikTok, Dokter Ungkap Risikonya

Almira Riva Az Zahra - wolipop
Minggu, 15 Mar 2026 19:30 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Serum Microneedling
Foto: Dok. Ilustrasi AI
Jakarta -

Microneedling adalah salah satu perawatan kulit yang biasanya dilakukan di klinik kecantikan oleh tenaga profesional. Tujuannya untuk menghaluskan tekstur kulit, menyamarkan pori-pori, serta membantu produk skincare menyerap lebih baik.

Cara kerjanya dengan menciptakan luka-luka kecil pada kulit menggunakan jarum mini untuk merangsang proses penyembuhan alami. Saat proses penyembuhan itulah produksi kolagen dan elastin meningkat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain alat microneedling rumahan atau dermaroller, kini serum microneedling juga cukup populer, terutama di TikTok. Produk ini diklaim memiliki efek dan hasil yang setara dengan microneedling di klinik.

Jarum-jarum kecil di dalam serum microneedling dibuat dari spons laut yang disebut spikula. "Spikula terasa menusuk di kulit wajah karena fungsinya membantu bahan aktif dalam serum menyerap lebih dalam dan bekerja lebih efektif," ujar ahli kimia asal New Jersey, Ginger King seperti dikutip Allure.

ADVERTISEMENT

Morgan Rabach, dokter kulit bersertifikasi dari LM Medical, New York, menambahkan bahwa spikula juga bekerja dengan mengikis lapisan terluar kulit dengan tujuan yang sama, yaitu meningkatkan penyerapan skincare.

Namun, sebenarnya serum microneedling lebih mirip dengan produk eksfoliasi seperti scrub, hanya saja tidak dibilas. "Spikula akan bertahan cukup lama di kulit sebelum larut sehingga perlu diaplikasikan secara teratur," kata Melanie Palm, dokter kulit dari San Diego.

Dr. Palm juga mengaku kurang yakin jika hasil serum microneedling bisa menyamai perawatan di klinik. "Panjang spikula pada serum microneedling tidak cukup untuk penetrasi yang ideal ke dalam kulit," ujarnya.

Lalu, apakah serum ini aman digunakan? Menurut Dr. Rabach, serum microneedling justru berpotensi menimbulkan lebih banyak efek buruk. Cara kerjanya yang mengelupas epidermis tanpa pengawasan ahli bisa merusak lapisan pelindung kulit.

Selain itu, spikula pada tiap produk juga tidak seragam sehingga berisiko menyebabkan iritasi hingga dermatitis kontak alergi, terutama bagi pemilik kulit sensitif. "Penggunaan berlebihan bahkan bisa memicu eksim, rosacea, hingga jerawat parah," tambah Dr. Margarita Lolis, dokter kulit dan ahli bedah Mohs dari New Jersey.

Daripada mengambil risiko dengan produk microneedling yang efektivitasnya belum pasti, para ahli menyarankan untuk melakukan perawatan microneedling di klinik kecantikan agar prosedurnya lebih aman dan ditangani oleh tenaga profesional.

(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads