Viral Karyawan Dipecat Karena Balas Pesan Bos dengan Emoji

Rahmi Anjani - wolipop Kamis, 20 Jun 2019 08:43 WIB
Ilustrasi wanita sedih sambil memegang ponsel. Foto: iStock Ilustrasi wanita sedih sambil memegang ponsel. Foto: iStock

Yunan - Emoji dan emoticon telah menjadi bagian dari komunikasi sehari-hari. Serangkaian ikon dalam fitur pesan elektronik dan situs web ini dianggap bisa melengkapi, menggantikan, atau mempersingkat ungkapan yang ingin disampaikan pengirim.

Meskipun sudah umum, tampaknya pemakaiannya tetap harus hati-hati. Seorang wanita baru-baru ini dipecat atasannya karena membalas pesan teks dengan emoji.

Seorang pekerja di Changsa, Yunan, China baru-baru ini dipecat oleh manajernya. Alasannya tak disangka, karena penggunaan emoji. Hal tersebut terjadi ketika wanita tersebut diminta bosnya untuk mengumpulkan dan mengirim sejumlah dokumen melalui aplikasi pesan WeChat. Pekerja itu lalu mengirim emoji 'OK' sebagai tanda mengerti.

Tak disangka karena hal tersebut ia mendapat masalah besar. Manajer tampaknya tersinggung melihat ikon bergambar jari telunjuk dan ibu jari yang membentuk huruf O itu. Tak lama kemudian manajer langsung memecat pekerja malang tersebut dengan alasan kurang disiplin.

"Kamu seharusnya bilang 'diterima' jika kamu menerima pesanku. Apakah ini caramu mengonfirmasi permintaan," balas manajer itu setelah melihat emoji OK.
Viral Karyawan Dipecat Karena Balas Pesan Bos dengan EmojiEmoji 'OK' yang bikin karyawan dipecat. Foto: istimewa

Beberapa menit kemudian sang manajer langsung menghubungi HRD perusahaan untuk memutuskan kontrak pekerja itu. Setelah kejadian ini manajer tersebut memberi aturan di grup chatting untuk membalas pesan dengan 'roger' yang berarti 'diterima' atau 'dimengerti', saat menerima perintah.

Percakapan pekerja yang dipecat setelah membalas pesan dengan emoji OK dalam group chat itu pun jadi viral. Karyawan tersebut buka suara mengenai pengalamannya yang kurang menyenangkan ini.
"Itu benar. Pengunduran diriku masih diproses," ungkapnya kepada BTime.

"Aku sudah lama bekerja dan ini pertama kalinya aku menghadapi hal bodoh seperti ini. Aku orang yang bisa mengendalikan emosi jadi aku tidak kehilangan kendali saat itu. Tapi semua rekanku setuju bahwa dia sudah keterlaluan," tambahnya.

Hal ini mendapatkan perhatian dari para netizen yang membela pekerja itu.

"Ini adalah alasan paling menggelikan untuk memecat seseorang," kata komentator.

"'Roger?' Apa dia pikir dia James Bond. Apa bosnya harus membalas dengan 'copy'?," tulis yang lain. (ami/hst)