Rambut Terus Rontok, Pramugari Ini Percaya Diri Bertugas dengan Kepala Botak

Hestianingsih - wolipop Rabu, 22 Mei 2019 17:40 WIB
Rima Theisen bersama rekannya sesama pramugari Virgin Atlantic. Foto: Instagram/@thebaldmama Rima Theisen bersama rekannya sesama pramugari Virgin Atlantic. Foto: Instagram/@thebaldmama

Jakarta - Penampilan Rima Theisen tidak seperti pramugari pada umumnya. Tanpa rambut, dia dengan percaya diri melayani penumpang selama perjalanan di dalam pesawat.

Gaya Rima Theisen sebagai pramugari di Virgin Atlantic memang eksentrik. Ia mengenakan setelan merah yang merupakan seragam ikonik maskapai tempatnya bekerja dan berdandan tebal seperti rekan-rekannya sesama pramugari.

Hanya saja wanita 37 tahun ini tampil dengan kepala botak plontos. Berkepala botak sebenarnya adalah hal terakhir yang diinginkannya sebagai pramugari. Namun kondisi memaksanya menjadi demikian.


Foto: Instagram/@thebaldmama

Rima Theisen mengalami kondisi yang dinamakan alopesia universalis. Kondisi kebotakan ekstrem yang membuatnya tidak memiliki rambut di kepala, lengan ataupun organ kelamin.

Alih-alih memakai wig untuk menutupi kondisinya itu, Rima memilih tampil apa adanya dengan kepala botak. Tujuannya satu, memberi semangat bagi orang-orang dengan kondisi tubuh berbeda agar tetap percaya diri dan optimis menjalani hidup.

Bukan sekali dua kali Rima mendapat tatapan heran dari para penumpang. Tidak sedikit pula yang mengira ia mengidap kanker. Namun penilaian dan tatapan orang ia tanggapi dengan santai.

"Orang-orang bertanya padaku apakah aku sedang kemoterapi atau sakit dan aku hanya jawab kalau aku hidup dengan kondisi ini dan banyak orang yang belum pernah mendengar tentang itu. Mereka penasaran dan banyak bertanya-tanya tapi tidak masalah bagiku," tutur Rima, seperti dikutip dari Metro.co.uk.

Kondisi Rima yang mengidap alopecia universalis memang terbilang langka. Hanya satu dari 4.000 orang yang hidup dengan kondisi tersebut.
Foto: Instagram/@thebaldmama

"Karena aku cukup percaya diri dan tidak merasa terganggu, orang-orang menganggap mungkin ini hanya pilihanku dalam bergaya. Padahal aku tidak memilih untuk ini," kata Rima.

Rima mulai mengalami kerontokan rambut parah pada April tahun lalu. Tepatnya enam bulan setelah melahirkan putrinya. Awalnya ia menganggap kondisi tersebut normal, karena hal yang sama juga dialaminya ketika melahirkan putra pertamanya.

Rambutnya terus rontok dan tak berhenti, sampai akhirnya Rima berkonsultasi ke dokter dan hanya didiagnosa ia mengalami stres dan kondisinya akan membaik ketika mentalnya sudah lebih tenang. Sebulan kemudian rambutnya masih saja rontok hingga tidak dapat ditutupi lagi. Keputusan pun diambil. Ia memilih mencukur habis rambutnya.

Rima datang ke banyak dokter karena ia khawatir dirinya mengidap lupus atau penyakit autoimun lainnya. Tapi setelah pergi ke dokter kulit, barulah diketahui kalau ia mengalami alopecia universalis. Saat cuti hamilnya hampir habis, rambut Rima sudah tidak ada yang tumbuh lagi. Ia pun harus bekerja dengan kondisi rambut yang botak.


Foto: Instagram/@thebaldmama

"Pada titik itu, bulu mata dan alisku hilang, begitu juga rambut di lengan, kaki dan rambut pubic," kata Rima.

Sempat minum steroid untuk mengatasi kondisinya itu, Rima akhirnya menyerah. Dia pun mencoba percaya diri dan bangga sebagai pramugari berkepala botak. Ia masih berdandan, memakai bulu mata palsu dan lipstik merah. Tampil tanpa rambut tak membuat dia malu dan tetap profesional bekerja sebagai pramugari. Rima pun berpesan bahwa kecantikan wanita tak melulu dinilai dari seberapa panjang atau lebat rambutnya.

"Ketahuilah kalau kamu masih orang yang sama dengan atau tanpa rambut," pungkasnya.
(hst/hst)