Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Yang Dilakukan Para CEO Wanita Indonesia Agar Wanita Bisa Maksimal Bekerja

Rista Adityaputry - wolipop
Kamis, 06 Apr 2017 17:32 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Rista Aditya/Wolipop
Jakarta - Posisi wanita dalam dunia kerja di Indonesia semakin baik perkembangannya, baik dalam bidang profesional, wirausaha, politik, pendidikan, media, dan lain-lain. Jumlah wanita yang memegang peranan penting dalam suatu bidang pun semakin meningkat dibandingkan dengan pemerintahan sebelumnya. Hal ini dikemukakan oleh Betti Alisjahbana, founder QB Leadership Center, dalam buku 'Perempuan Pemimpin' yang baru saja dirilis Rabu (5/4/2017).

"Delapan dari 34 menteri (23,5%) di Kabinet Kerja Jokowi adalah perempuan. Di DPR, dari 560 anggota DPR RI periode 2014-2019, 97 orang di antaranya (17,3%) adalah perempuan. Dari 70 BUMN yang kami temukan profil direksinya di situs mereka, dari 354 direksi hanya 28 orang (7,9%) yang perempuan," kata Betti sesuai dengan yang dikutip dalam bukunya.

Meski ada perkembangan, menurut wanita yang pernah menjadi anggota dan juru bicara Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK 2015 ini potensi perempuan itu sendiri belum dimanfaatkan secara maksimal. "Kalau kita bisa meng-capitalize potensi pemimpin perempuan, kita bisa jadi lebih maju lagi," ungkapnya lagi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beberapa metode khusus pun dilakukan oleh beberapa CEO wanita yang hadir dalam perilisan buku yang dikerjakan Betti selama dua tahun itu. Shinta Dhanuwardoyo, founder dan CEO PT Bubu Kreasi Perdana, mengatakan bahwa ia telah melakukan berbagai kegiatan yang bisa memaksimalkan potensi perusahaan start up di Indonesia, salah satunya adalah mentoring.

"Saya lakukan dengan mementori beberapa start up Indonesia yang membutuhkan langkah awal menuju sukses," cerita Shinta, yang juga mementori salah satu perusahaan e-commerce produk wanita di Indonesia hingga sukses dan berjalan lancar sampai sekarang. Shinta pun menambahkan bahwa apabila seorang wanita ingin berhasil dalam dunia teknologi digital marketing, ia harus dibekali dengan kemampuan STEM (Science, Technology, Engineering, Math).

Ini juga yang menjadi perhatian Betti karena telah menemukan fakta bahwa 40,54% dari seluruh lulusan ITB tahun 2015-2016 adalah wanita dan ini menjadi bukti bahwa ilmu teknologi sudah mulai diminati oleh para wanita. Betti pun menambahkan tidak hanya mentoring mengenai STEM, dengan memberikan kemudahan dalam lingkungan kerja berupa fleksibilitas waktu, potensi wanita bekerja di bidang teknologi bisa semakin meningkat.

"Dengan melakukan fleksibilitas waktu kerja, itu bisa membantu wanita untuk bekerja secara maksimal," sarannya. Fleksibilitas ini juga memudahkan wanita jika memiliki kendala-kendala tertentu, seperti sedang hamil, melahirkan, mengurus anak yang sakit, dan lain-lain.

Pembentukan perusahaan ramah wanita pun bisa dilakukan karena adanya fleksibilitas dan fasilitas yang memudahkan wanita untuk tetap bekerja meski sedang mengalami kendala-kendala tersebut. Seperti yang dilakukan oleh founder dan CEO QM Financial, Ligwina Poerwo-Hananto, yang bercerita bahwa perusahaannya memiliki kulkas khusus untuk menyimpan ASI.

Ligwina juga menuturkan bahwa selain fleksibilitas, beragam kebijakan agar wanita tidak membuat alasan aneh terkait dengan statusnya sebagai 'wanita', diterapkannya. "Kita harus terima konsekuensi dengan pilihan kita sebagai wanita karier. Kalau kamu mau jadi wanita kerja, ya deal with it. Jangan terlalu banyak alasan," paparnya.

Mengenai alasan tersebut, Ligwina mengaku ia memiliki beberapa cuti yang menguntungkan karyawan di perusahaannya, dari cuti keluarga sakit hingga cuti Lebaran yang lebih panjang dari perusahaan pada umumnya.

Apa yang dipaparkan di atas adalah hanya sedikit contoh yang dilakukan para CEO agar wanita tetap bisa memaksimalkan kemampuannya dalam bekerja. Ada banyak tindakan lain yang bisa berpotensi meningkatkan kinerja wanita dalam dunia karier.


(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads