Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Viral Jodoh Tak ke Mana, Wanita Ini Dinikahi Teman Sekolah Setelah 40 Tahun

Gresnia Arela Febriani - wolipop
Minggu, 09 Nov 2025 07:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Pasangan asal Malaysia, Zul Aini dan Alias yang satu kelas di Sekolah Menengah Kuala Pegang, Baling Kedah, Malaysia, pada tahun 1980. Postingan tersebut langsung viral di media sosial.
Pasangan asal Malaysia, Zul A'ini dan Alias yang satu kelas di Sekolah Menengah pada tahun 1980. Foto: Dok. Sinar Harian.
Malaysia -

Rencana Tuhan memang tak ada yang tahu. Dua teman sekolah yang terpisah selama lebih dari 40 tahun kini dipertemukan kembali dan mengikat janji suci setelah keduanya sama-sama kehilangan pasangan hidup masing-masing dua tahun lalu.

Ialah Zul A'ini Ariffin (58) dilamar oleh suaminya, Alias Yahaya (58), di tempat bersejarah pertemuan Nabi Adam dan Hawa, yaitu Jabal Rahmah. Pasangan ini kemudian mengikat tali pertunangan di hadapan Kakbah di Mekah. Mereka kini sah bergelar suami istri setelah diijabkabulkan pada 11 Oktober lalu di Masjid Dato' Klana Petra Lela Mohd Yusof di Sikamat.

Pertemuan Kembali yang Berawal dari Grup WhatsApp

Pasangan asal Malaysia, Zul A'ini dan Alias yang satu kelas di Sekolah Menengah Kuala Pegang, Baling Kedah, Malaysia, pada tahun 1980. Postingan tersebut langsung viral di media sosial.Pasangan asal Malaysia, Zul A'ini dan Alias yang satu kelas di Sekolah Menengah Kuala Pegang, Baling Kedah, Malaysia, pada tahun 1980. Postingan tersebut langsung viral di media sosial. Foto: Dok. Sinar Harian.

Menceritakan pertemuan kembali dengan suami, Zul A'ini mengatakan bahwa mereka pertama kali bertemu lagi pada 2019 di Baling, Kedah, Malaysia saat menghadiri acara pernikahan seorang teman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya dan suami sebenarnya pernah sekelas dari Tingkatan Satu hingga Tiga, tapi terputus hubungan selepas suami berpindah ke sekolah Sains," kata Zul A'ini kepada Sinar Harian pada hari Minggu.

Ia menjelaskan bahwa hubungan dengan teman-teman sekolah mulai terjalin kembali setelah mereka mendirikan grup WhatsApp pada 2016. Namun pertemuan tatap muka pertama dengan Alias terjadi tiga tahun kemudian.

ADVERTISEMENT

"Saya terserempak dengan suami tiga tahun kemudian dalam satu majlis kenduri kawan kami di Kedah yang mana ketika itu dia datang bersama isterinya yang berkerusi roda," kenangnya.

Pertemuan itu berlalu begitu saja. Apalagi saat itu Zul A'ini masih berstatus istri orang. Sampai akhirnya almarhum suaminya meninggal dunia dua tahun lalu akibat penyakit diabetes. Zul A'ini kemudian terdorong untuk menghubungi Alias setelah seorang teman memberitahunya bahwa istri Alias, yang menderita diabetes, juga telah meninggal dunia.

"Memandangkan kami saling mengenali, saya message dia di aplikasi TikTok dan ucapkan takziah serta menasihatkannya supaya tidak berterusan bersedih," katanya. "Saya merasa kehilangan suami dan sejak itu kami berteman," tambahnya.

Zul A'ini menjelaskan bahwa saat itu tidak terlintas dalam pikirannya untuk membawa hubungan tersebut ke jenjang yang lebih serius, apalagi usianya sudah di atas 50 tahun. Namun, setelah beberapa hari berkomunikasi, Alias tiba-tiba bergurau mengajaknya menikah.

Gurauan itu tidak pernah dianggap serius oleh Zul A'ini. Tetapi Alias tidak pernah lupa menghubunginya setiap hari untuk menanyakan kabar.

"Dari situlah hubungan kami jadi lebih akrab dan saya juga beritahu telah merancang menunaikan umrah pada bulan Agustus ini," ujarnya.

Lamaran Romantis di Tanah Suci

Mendengar rencana umrah Zul A'ini, Alias segera merespons dengan keseriusan. "Dia kemudiannya beritahu nak pergi juga dan berhasrat melamar saya di sana. Dari situ saya nampak dia memang serius dan telah maklum kepada anak-anak serta adik mengenai perkara itu," kata ibu empat anak dan enam cucu ini.

Pada awalnya, beberapa anaknya sempat kurang setuju karena khawatir ia dipermainkan. Namun, setelah diceritakan tentang keikhlasan hati Alias, mereka akhirnya memberikan restu. Pertemuan pertama anak-anak dengan Alias terjadi di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA), tepat sebelum mereka berangkat menunaikan umrah.

"Sebelum pergi umrah itu pun kami dah hantar borang nikah dan tetapkan tarikh untuk diijabkabulkan selepas ahli keluarga masing-masing bersetuju," jelas Zul A'ini.

Saat di Tanah Suci, Zul A'ini berdoa memohon petunjuk. "Sepanjang di sana pun, saya banyak berdoa kepada ALLAH, jika Alias ini baik untuk saya dekatkanlah kami dan di hadapan Kakbah kami bertunang dengan bersaksikan adik perempuan, sepupu serta anak saudara dan mutawif," katanya. Setelah 40 hari kepulangan mereka dari umrah, pasangan teman sekolah ini pun resmi dipersatukan di Seremban.

Zul A'ini mengaku tidak pernah terpikir untuk menikah lagi setelah kematian suaminya. Ia bahkan sudah merencanakan untuk fokus beribadah.

"Selepas suami meninggal, saya memang tak terfikir pun nak kahwin semula dan dah merancang duduk di sekolah pondok belajar agama, tapi anak-anak tak izinkan," akunya.

Namun, takdir mempertemukannya kembali dengan Alias. "Dengan takdirnya, saya bertemu pula dengan Alias yang merupakan rakan lama sekolah dan selepas buat solat istiqarah, ALLAH beri petunjuk dan bukakan hati saya," tutupnya, bersyukur atas jodoh yang datang setelah penantian panjang.

(gaf/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads