Viral di China, Istri Melakukan Pekerjaan Rumah Tangga Dibayar Rp 100 Jutaan

Vina Oktiani - wolipop Kamis, 25 Feb 2021 12:00 WIB
wanita lagi bersih bersih rumah Ilustrasi Pekerjaan Rumah Tangga / Foto: Thinkstock
Jakarta -

Kisah seorang suami di China yang diwajibkan untuk membayar mantan istrinya karena telah melakukan pekerjaan rumah tangga telah memicu perdebatan. Pihak pengadilan telah memutuskan sang pria harus membayar mantan istrinya hampir sebanyak Rp 110 juta untuk pekerjaan rumah tangga yang telah dilakukannya selama bertahun-tahun ketika keduanya masih bersama.

Seperti dikutip dari NDTV, menurut hukum perdata baru China yang mulai berlaku tahun ini, pasangan yang bercerai memiliki hak untuk meminta kompensasi jika orang tersebut merasa lebih banyak memikul tanggung jawab di rumah. Sang mantan istri yang bermarga Wang itu mengatakan bahwa selama lima tahun pernikahan, dirinyalah yang menjaga anak dan mengatur pekerjaan rumah tangga. Sementara sang suami yang bermarga Chen hanya berja dan tidak berpartisipasi dalam urusan rumah tangga tersebut.

Untuk hal itu, Wang pun mengajukan klaim untuk kompensasi tambahan karena telah mengerjakan pekerjaan rumah tangga dan merawat anak. Pada tanggal 4 Februari pihak pengadilan pun memutuskan bahwa Wang memang lebih banyak mengambil tanggung jawab dalam rumah tangganya, sehingga dia berhak menerima sekitar Rp 108,4 juta. Biaya itu belum termasuk dengan hak asuh anak tunggal dan tambahan tunjangan sekitar Rp 4,3 juta per bulan.

Keputusan hakim tersebut menimbulkan banyak kontroversi di masyarakat. Tagar 'istri yang tinggal di rumah menerima Rp 108,4 juta kompensasi pekerjaan rumah' bahkan sampai menjadi viral di Twitter China dan Weibo.

"Wanita tidak boleh menjadi istri yang tinggal di rumah ... ketika kamu bercerai, kamu tidak memiliki apa-apa. 50.000 yuan sebagai kompensasi pekerjaan rumah adalah omong kosong," tulis salah satu komentar.

"Seorang pengasuh penuh waktu bisa menghabiskan biaya lebih dari ini selama setengah tahun, apakah masa muda dan perasaan perempuan semurah ini?" komentar netizen lain.

Menurut The Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), wanita China diperkirakan menghabiskan waktu selama 4 jam untuk pekerjaan tak berbayar. Itu berarti bahwa pekerjaan wanita China 2,5 kali lipat lebih banyak dari pria dan lebih tinggi dari rata-rata.

(vio/vio)