Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Kisah Haru Pasangan Menikah di RS, Pengantin Pria Sakit Kanker

Vina Oktiani - wolipop
Selasa, 02 Des 2025 09:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Couple wearing wedding ring at wedding day of them.
Foto: Getty Images/iStockphoto/Jikaboom
Jakarta -

Hidup memang tidak bisa ditebak. Begitu pula yang dirasakan Karl Marsh dan Sarah, pasangan asal Stafford, Inggris, yang akhirnya mengucap janji suci di rumah sakit setelah kondisi kesehatan Karl memburuk akibat kanker.

Melansir NY Post, Karl yang berusia 52 tahun itu didiagnosis mengidap kanker lidah pada Mei tahun lalu. Awalnya, pasangan ini berencana menikah di kantor catatan sipil pada 22 November. Namun rencana itu berubah ketika kanker Karl menyebar ke paru-paru, tulang, dan otaknya, membuat kondisinya menurun drastis.

Melihat situasi yang semakin berat, staf di Katharine House Hospice tempat Karl dirawat memilih bergerak cepat. Mereka mengubah kamar Karl menjadi ruang upacara pernikahan sederhana namun penuh cinta. Dalam waktu kurang dari 48 jam, berbagai persiapan pernikahan seperti, bunga, dekorasi ruangan, kue, hingga karpet putih untuk jalur berjalan pengantin datang dari banyak orang yang bahkan tak dikenal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di hari pernikahan itu, Sarah yang berusia 42 tahun, berjalan di atas karpet putih menuju kamar Karl, disaksikan sekitar 30 keluarga dan sahabat yang hadir. Foto-foto mengharukan memperlihatkan Karl yang berbaring di ranjang rumah sakit sambil menggenggam tangan Sarah dan mengucapkan janji setia dalam suasana yang intim dan penuh cinta.

https://www.facebook.com/birmingham.live/posts/this-is-karl-marsh-and-his-fiancée-sarah-wooley-who-were-married-after-staffords/1291279673042142/

ADVERTISEMENT

Sarah mengungkapkan bahwa mereka seharusnya menikah sejak lama. Keduanya pertama kali bertemu pada 2010 dan baru menjadi pasangan pada 2022. Keinginan menikah baru muncul setelah Karl divonis kanker.

"Kami hanya saling menatap dan berkata, 'Kita menikah saja, yuk?'" kenangnya.

Namun beberapa minggu terakhir kondisi Karl menurun drastis. Setelah sempat kembali ke rumah, ia kembali dibawa ke rumah sakit karena infeksi dada dan gejala lain yang memburuk. Di tengah situasi itu, pasangan ini sepakat memajukan tanggal pernikahan.

"Ketika Karl berada di sini, ia merasa aman dan tenang. Tim hospice benar-benar luar biasa," ujar Sarah.

Upacara pernikahan mereka dipimpin oleh Reverend David Clark yang mengajukan izin khusus kepada kantor Uskup Agung Canterbury agar pernikahan dapat berlangsung segera. Ia menyebut momen itu sebagai kehormatan besar dan banyak belajar tentang cinta serta ketangguhan dari pasangan ini.

Bagi Sarah dan Karl, hari itu menjadi momen terindah yang tak pernah mereka bayangkan. Meski di tengah situasi sulit, mereka berhasil mewujudkan impian sederhana: untuk menikah di hadapan orang-orang yang mereka cintai.

(vio/vio)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads