Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Pasangan Ini Sewa Piramida di Mesir Demi Wujudkan Dream Wedding

Hestianingsih Hestianingsih - wolipop
Selasa, 02 Des 2025 19:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Pasangan Sewa Piramida untuk Menikah.
Pasangan Sewa Piramida untuk Menikah. Foto: Instagram/@namanverma
Jakarta -

Mewujudkan pernikahan impian sering kali dimulai dari sebuah visi besar. Bagi Monica Nayyar dan Vivek Nandha, visi itu melampaui ekspektasi kebanyakan pasangan.

Demi mewujudkan pernikahan impian, pasangan asal London, Inggris, ini rela merogoh kocek dalam-dalam untuk menyewa piramida di Mesir. Seperti diketahui, Kompleks Piramida Giza, Mesir, merupakan salah satu lokasi paling ikonik dan sakral di dunia.

Tak cukup hanya biaya yang besar, sejumlah persyaratan ketat juga harus dipenuhi, agar bisa melangsungkan pernikahan di salah satu dari 7 Keajaiban Dunia ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Monica dan Vivek menggelar pernikahan mereka pada September 2025, di venue khusus yang dibangun di area piramida. Perlu waktu hampir dua tahun untuk merancang upacara dan pesta pernikahan supermegah ini.

Mereka mengundang 180 tamu dan menggelar rangkaian acara selama empat hari. Mulai dari ritual Haldi, upacara Hindu, hingga perayaan utama di Sofitel Cairo El Gezirah, Dahab Island Palace, dan puncaknya di Piramida Giza serta Sphinx.

ADVERTISEMENT

Untuk hari pernikahan, situs wisata itu ditutup total selama 20 jam. Memungkinkan para tamu berfoto dengan latar belakang piramida tanpa 'terganggu' lalu lalang turis.

Tentu saja, menutup area piramida bukan hal mudah. Monica dan Vivek harus bolak-balik London-Mesir empat sampai lima kali untuk merapikan seluruh detail teknis.

Pasangan Sewa Piramida untuk Menikah.Pasangan Sewa Piramida untuk Menikah. Foto: Instagram/@namanverma

Menjadi pasangan ketiga yang menggelar pernikahan di area piramida, mereka tidak memiliki panduan maupun standar yang bisa diikuti. Semua harus disiapkan dari nol.

"Benar-benar rumit secara logistik. Mesir sangat berbeda dengan negara Barat, jadi mengurus sesuatu bisa sangat menantang," tutur Vivek, seperti dikutip dari Daily Mail.

Persiapan yang mereka lakukan termasuk beberapa pertemuan dengan Kementerian Pariwisata dan Purbakala Mesir, hingga diskusi dengan arsitek yang bertugas mendesain venue. Setiap detail harus mendapat persetujuan kementerian. Mulai dari konsep kue, warna gaun, desain veil, palet dekorasi, sampai pakaian yang mereka kenakan.

"Warna dekorasinya terinspirasi tanah liat gurun-earthy, sandy clay. Kami juga dibatasi pilihan bunga, jadi akhirnya menggunakan rumput kering seperti papirus karena bunga yang bisa menghasilkan polen (serbuk sari) tidak diperbolehkan," cerita Monica.

"Kami juga tidak boleh menggunakan api untuk dekorasi, yang sebenarnya masuk akal. Tapi mulai dari kue, veil, warna baju, semua harus disetujui dulu. Prosesnya panjang sekali," tambah Vivek, yang berprofesi sebagai bankir investasi di JPMorganChase.

Semua pembatasan itu dilakukan demi menghormati situs bersejarah dunia dan memastikan tidak ada yang merusaknya. Karena area itu dikunjungi sekitar 2,5 juta turis tiap tahun, proses pembangunan venue hanya bisa dilakukan pada malam selama 10 hari.

"Pada hari-H, lokasi benar-benar ditutup dari turis. Padahal mungkin banyak pengunjung dari berbagai negara sudah merencanakan liburan ke sini," kata Vivek.

Pasangan Sewa Piramida untuk Menikah.Pasangan Sewa Piramida untuk Menikah. Foto: Instagram/@namanverma

Rangkaian pesta digelar pada 4-7 September. Hari pertama dimulai dengan Haldi ceremony di Sofitel Cairo El Gezirah dengan palet warna kuning cerah lengkap dengan musik tradisional. Hari kedua, mereka menggelar upacara pernikahan Hindu di Dahab Island Palace-istana pribadi milik Pangeran Naguib, kerabat keluarga dan keturunan kerajaan Mesir terdahulu.

Hari ketiga menjadi puncak perayaan di venue khusus yang dibangun di dataran tinggi Giza, dengan dekorasi warna gurun yang menyatu dengan latar megah piramida dan Sphinx. Hari terakhir ditutup dengan barbeque santai di area kolam dan pantai sebelum pasangan ini melanjutkan bulan madu ke Bora Bora.

Meski penuh tantangan dan biaya yang tentunya tidak murah, keduanya merasa semua perjuangan terbayar.

"Ada momen-momen dalam hidup yang memang pantas dirayakan sebesar ini. Pengalamannya luar biasa, meski persiapannya berat. Tapi kalau diminta mengulang, kami akan melakukannya lagi," pungkasnya.

Baik Vivek maupun Monica merahasiakan total biaya yang mereka habiskan untuk melangsungkan pernikahan yang dihadiri sejumlah bangsawan tersebut. Namun keduanya mengaku menggunakan uang tabungan hasil kerja keras untuk mewujudkannya.

(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads