Kerugian Nikah Siri Bagi Wanita di Mata Hukum

Kiki Oktaviani - wolipop Minggu, 15 Nov 2020 21:00 WIB
Ilustrasi menikah Foto: iStock
Jakarta -

Kebanyakan orang menginginkan pernikahan secara legal yang diakui agama dan negara. Namun sejumlah orang justru memilih pernikahan di bawah tangan atau nikah siri. Ada sejumlah alasan mengapa pasangan memilih nikah siri.

Menghindari zina atau motivasi suami yang ingin berpoligami menjadi alasan terbanyak dari praktik nikah siri. Nyatanya, nikah siri merugikan bagi kaum wanita.

Menikah siri memang sah secara agama, namun tidak diakui oleh negara. Hal tersebut tentu memiliki berbagai dampak dan yang paling dirugikan adalah pihak wanita, begitu menurut pengacara Dipo Rangga Wishnu, S.H.

"Lebih banyak ruginya untuk perempuan. Paling berdampak adalah soal gono-gini karena negara tidak mengakui pernikahan mereka. Pihak wanita bisa ditinggal begitu saja tanpa adanya pembagian harta ketika berpisah. Misalnya ada harta atau aset bersama seperti rumah atau mobil, istri tidak memiliki haknya jika atas nama suami," ucap Dipo kepada Wolipop, Minggu (15/11/2020).

Tak hanya itu, Dipo menjelaskan bahwa nikah siri jadi berpotensi menggoyahkan rumah tangga karena tidak terdaftar di Kantor Urusan Agama (KUA). Suami bisa seenaknya meninggalkan istri dan menikah dengan wanita lain.

"Tidak ada buku nikah dan tidak terdaftar di catatan sipil maka pihak pria bisa menikah lagi dengan wanita lain. Lebih tidak enaknya lagi, jika suami menikahkan resmi istri keduanya di KUA. Oleh negara si istri kedua tetap dianggap istri sah, sementara istri pertama tidak," ungkap Dipo.

Nikah siri juga berdampak pada anak. "Efeknya ke anak, perdatanya cuma sama ibunya. Artinya, akte lahir hanya ditulis nama ibu, tidak ada nama ayah. Sebenarnya tetap bisa memakai nama ayah, namun prosesnya rumit karena harus ada tes DNA," jelas Dipo.



Simak Video "Kenali Toxic Relationship, Apakah Hubungan Kamu Salah Satunya?"
[Gambas:Video 20detik]
(kik/kik)