Liputan Khusus Menikah Siri

5 Alasan Pasangan Memilih Nikah Siri, Menghindari Zina Hingga Mau Poligami

Gresnia Arela Febriani - wolipop Minggu, 15 Nov 2020 18:30 WIB
A newlywed couple. Ilustrasi alasan menikah siri. Foto: Istock
Jakarta -

Nikah siri adalah nikah yang tidak dicatat oleh negara. Karena tidak dicatat di KUA ini, meski secara agama menikah siri sah, namun tidak menurut negara sehingga kekuatan hukumnya pun lemah.

Pernikahan sesuai UU No.1 Tahun 1974 tentang perkawinan tertulis pada Bab I dasar perkawinan pasal 2 ayat 2: Tiap-tiap perkawinan dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sehingga jika tidak tercatat, artinya pernikahan tersebut tak memiliki kekuatan hukum.

"Di Indonesia sendiri, sebenarnya praktik nikah siri hampir mirip dengan praktik cohibination (tinggal bersama tanpa ikatan pernikahan), dimana tidak ada legalitas pernikahan yang terjadi. Pernikahan dianggap ada secara agama, namun tidak secara legalitas negara," kata Alfath Hanifah Megawati, M.Psi., Psikolog Klinis Dewasa saat berbincang dengan Wolipop, Jumat (13/11/2020).

Menikah siri yang lemah di mata hukum ini, kenapa ada pasangan yang melakukannya? Ada berbagai alasan dan juga masalah dalam pasangan itu sendiri hingga pada akhirnya mereka memilih menikah siri.

Berikut berbagai alasan pasangan nikah siri:

1. Masalah Ekonomi

Psikolog Klinis Dewasa Alfath Hanifah Megawati mengatakan salah satu alasan pasangan menikah siri karena dianggap lebih instant dan ekonomis. "Dalam melakukan pernikahan secara resmi, banyak prasyarat dan juga dokumen yang harus diurus atau dipenuhi terlebih dahulu, sehingga memerlukan usaha dan waktu untuk mengurusnya. Selain itu, pasangan yang menikah secara resmi, biasanya melakukan resepsi, dimana secara biaya pun memakan biaya," kata psikolog yang akrab disapa Ega itu.

2. Menghindari Zina

Ada pun alasan lainnya pasangan menikah siri adalah menghindari zina atau omongan orang lain. Dengan menikah siri, menurut Ega, hal tersebut bisa menjadi pembenaran ketika pasangan tinggal bersama.

"Ketika pasangan memutuskan tinggal bersama, di Indonesia yang mayoritas beragama Islam, tentu bukanlah hal yang dapat diterima. Menikah siri memberikan pembelaan atau pembenaran dari sisi pasangan untuk mendapat izin tinggal bersama dan melakukan hubungan seksual. 'Menghalalkan hubungan seksual' menjadi hal yang perlu digarisbawahi. Praktik nikah siri dengan alasan ini banyak dilakukan oleh seseorang yang tinggal di daerah lokalisasi (prostitusi)," lanjutnya lagi.

3. Takut Tidak Diterima oleh Masyarakat

Alasan lain yang juga umum terkait nikah siri adalah untuk membenarkan hal yang tidak dapat diterima oleh masyarakat (aib). Contoh pertama adalah ketika salah satu pasangan sudah terikat dengan pernikahan dengan orang lain.

"Praktik nikah siri, memudahkan seseorang melakukan poligami. Hal ini berkaitan dengan dokumen dan juga restu dari istri pertama untuk melakukan pernikahan. Kita dapat melihat praktik nikah siri yang seperti ini dari berita-berita yang marak terjadi terkait dengan perselingkuhan. Dengan alasan 'sudah nikah siri', pasangan merasa mendapatkan pembenaran untuk diterima hubungannya oleh masyarakat," jelas Ega.

Contoh kedua adalah untuk ketika pernikahan siri dilakukan untuk menutupi kehamilan di luar nikah. Saat seseorang hamil sebelum menikah, kekhawatiran dirinya atau keluarganya akan ditolak atau bahkan dibicarakan oleh masyarakat, menikah siri menjadi pilihan jalan keluar dari masalahnya.

4. Tidak Mendapatkan Restu Orangtua

Alimatul Qibtiyah dari Komnas Perempuan dan juga sebagai profesor kajian gender, menambahkan, yang menjadi pemicu seseorang mau menikah siri, salah satunya karena pasangan tidak mendapatkan restu dari kedua orangtua. "Yang mana kadang-kadang ada yang belum direstui oleh orangtua dan sebagainya. Jadi alasan untuk menghindari zina," ujarnya.

5. Ingin Poligami

Alimatul Qibtiyah menambahkan poligami juga menjadi alasan pasangan menikah siri. Menurutnya pernikahan siri ini mempermudah para pria berpoligami. Karena tak sedikit wanita bersedia menjadi istri kedua tanpa diketahui istri pertama. Namun agar tidak dianggap zina, pernikahan siri pun jadi pilihan para wanita tersebut.

(gaf/eny)