Pisah dari Suami yang Kasar, Wanita Malaysia Ini Bikin Pesta Perceraian

Hestianingsih - wolipop Minggu, 27 Sep 2020 18:00 WIB
Wanita gelar pesta perceraian karena berhasil pisah dari suami yang kasar. Wanita gelar pesta perceraian karena berhasil pisah dari suami yang kasar. Foto: Twitter/@airawr_
Jakarta -

Perceraian sering kali dianggap sebagai kegagalan dalam rumah tangga. Tapi tidak bagi Aira, seorang wanita asal Malaysia.

Alih-alih bersedih, Aira justru merayakan perpisahannya dari suami. Perayaan pun dihadiri beberapa teman dan dibuat seperti sebuah pesta bridal shower.

Momen perayaan perceraian wanita yang berprofesi sebagai guru Bahasa Inggris itu diunggahnya di Twitter dan jadi viral. Menampilkan tiga foto yang memperlihatkan keceriaannya setelah cerai, netizen memberi semangat pada Aira, yang berhasil lolos dari suami abusive.

"Perceraian selalu dilihat sebagai sesuatu yang buruk. Tapi tidak begitu ketika kamu akhirnya bisa bebas dari penyiksaan," tulis Aira dalam bahasa Inggris.

Dia menambahkan, "Jadi inilah saya yang sedang merayakan kebebasan. Terima kasih teman-teman."

Aira mengaku tidak menyangka mendapat dukungan netizen setelah mem-posting foto dan ceritanya di Twitter pada 16 September 2020 lalu. Kepada World of Buzz, wanita 27 tahun ini mengatakan bahwa teman-temannya lah yang berinisiatif menggelar pesta teh untuk merayakan perceraiannya.

Pesta perceraian itu dilakukan setelah masa iddah berakhir. Sebelum setuju mengadakan pesta, Aira sempat berkonsultasi pada terapisnya dan dia setuju kalau cara itu bisa dilakukan untuk mengatasi trauma, akibat perilaku kekerasan oleh mantan suaminya.

Wanita gelar pesta perceraian karena berhasil pisah dari suami yang kasar.Wanita gelar pesta perceraian karena berhasil pisah dari suami yang kasar. Foto: Twitter/@airawr_

Aira bercerita selama menikah, dia selalu mendapat perlakuan buruk dan kekerasan secara emosional dari mantan suami. Padahal saat masih berpacaran, pria tersebut tahu bahwa Aria menderita gangguan kecemasan, dan rentang mengalami depresi apabila jiwanya selalu tertekan.

Setelah menikah Aira baru tahu kalau suaminya juga ternyata bermasalah dengan anger management, atau tidak bisa mengendalikan amarah. Alhasil kesehatan mental Aira menurun hingga dia menderita trauma dan harus rutin pergi ke psikiater.

"Saya harus kembali menjalani pengobatan dan terapi dua kali sebulan akibat perlakuan dia pada saya. Saya juga didiagnosa Bipolar tipe 2 pada Januari lalu," tutur Aira, seperti dikutip dari World of Buzz.

Mantan suaminya saat itu tidak memperbolehkan Aira mengadukan perangai kasarnya kepada siapapun. Pernah suatu ketika dia mengungkap keinginannya bunuh diri dan perlakuan buruk suaminya pada seseorang. Ketika tahu, dia langsung marah besar, dan sejak saat itu Aira memilih diam karena takut.

Pertengkaran demi pertengkaran terus terjadi. Hingga akhirnya mantan suaminya meminta cerai terlebih dahulu dengan alasan dia tidak bisa menoleransi lagi gangguan mental Aira. Bahkan menolak untuk datang ke konseling pernikahan.

Dicerai suami, Aira justru lega. Dia merasa beban berat yang selama ini dipikulnya terasa terangkat dari pundaknya. Dua bulan Pascacerai kesehatan mental Aira berangsur-angsur membaik dan dia akhirnya bisa berhenti menenggak obat karena diagnosa dokter menyatakan dirinya sudah sehat.

Setelah cerai dia belum terpikir untuk menikah lagi. Aira pun berpesan agar para wanita harus mencintai diri sendiri terlebih dahulu.

"Tolong cintai dirimu sendiri dan ketahuilah bahwa kamu berharga," pungkasnya.

(hst/hst)