Baru Menikah 3 Minggu, Pasangan Ini Bercerai Karena Suami Main Tinder
Intan Kemala Sari - wolipop
Jumat, 24 Jul 2015 18:30 WIB
Jakarta
-
Setiap pasangan yang menikah tentunya berharap bahwa mahligai rumah tangganya akan bertahan lama. Namun sayangnya hal tersebut tidak terjadi kepada Kate Stewart. Wanita 31 tahun itu memutuskan untuk bercerai dari suaminya, Jason Knowles setelah mengetahui bahwa Jason aktif sebagai salah satu member di aplikasi kencan online, Tinder.
Keduanya dipersatukan oleh pernikahan melalui program tayangan televisi yang bertajuk Married At First Sight. Acara eksperimen sosial ini terbilang cukup kontroversial karena mereka berani menikahkan dua orang yang belum pernah bertemu sebelumnya kemudian menikah berdasarkan tingkat kecocokan dari tes kepribadian.
Setelah Jason dan Kate menikah, mereka menghabiskan masa bulan madunya di Irlandia. Namun sayangnya, bulan madu tersebut hanya berlangsung selama tiga hari karena Jason yang bekerja sebagai penasihat keuangan harus kembali bekerja.
Selama tinggal bersama di sebuah rumah di London, keduanya juga menjaga privasi masing-masing dan memisahkan barang-barang pribadi mereka. "Aku akan jujur kepada kalian, tidak ada yang terjadi kepada kami," ujar Jason seperti dikutip dari Daily Mail.
Kehidupan rumah tangga mereka juga terbilang datar. Dalam kurun waktu tiga minggu menikah, mereka sangat jarang sekali bertemu. Hal tersebut diperparah dengan Jason yang sangat gemar bekerja gagal hadir untuk bertemu dengan konsultan percintaan, padahal ia sudah berjanji untuk datang.
Sampai pada suatu hari, teman baik Kate menunjukkan padanya bahwa sang suami terdaftar sebagai member aplikasi kencan online Tinder. Hal tersebut membuat wanita yang bekerja sebagai instruktur fitnes itu marah dan memutuskan untuk menyudahi pernikahannya.
Sedangkan pria 34 tahun ini sudah mempunyai firasat bahwa pernikahannya memang tidak akan bertahan lama karena tidak adanya kecocokan. "Ini bukan berarti aku tidak mau mencoba hidup dengannya tetapi aku merasa ada yang tidak cocok dengan hubungan kami. Aku membuat keputusan ini setelah bulan madu usai," tutupnya.
(int/int)
Keduanya dipersatukan oleh pernikahan melalui program tayangan televisi yang bertajuk Married At First Sight. Acara eksperimen sosial ini terbilang cukup kontroversial karena mereka berani menikahkan dua orang yang belum pernah bertemu sebelumnya kemudian menikah berdasarkan tingkat kecocokan dari tes kepribadian.
Setelah Jason dan Kate menikah, mereka menghabiskan masa bulan madunya di Irlandia. Namun sayangnya, bulan madu tersebut hanya berlangsung selama tiga hari karena Jason yang bekerja sebagai penasihat keuangan harus kembali bekerja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kehidupan rumah tangga mereka juga terbilang datar. Dalam kurun waktu tiga minggu menikah, mereka sangat jarang sekali bertemu. Hal tersebut diperparah dengan Jason yang sangat gemar bekerja gagal hadir untuk bertemu dengan konsultan percintaan, padahal ia sudah berjanji untuk datang.
Sampai pada suatu hari, teman baik Kate menunjukkan padanya bahwa sang suami terdaftar sebagai member aplikasi kencan online Tinder. Hal tersebut membuat wanita yang bekerja sebagai instruktur fitnes itu marah dan memutuskan untuk menyudahi pernikahannya.
Sedangkan pria 34 tahun ini sudah mempunyai firasat bahwa pernikahannya memang tidak akan bertahan lama karena tidak adanya kecocokan. "Ini bukan berarti aku tidak mau mencoba hidup dengannya tetapi aku merasa ada yang tidak cocok dengan hubungan kami. Aku membuat keputusan ini setelah bulan madu usai," tutupnya.
(int/int)










































