Heboh! Lady Gaga Bikin Skincare Pakai Kulit Manusia
Lady Gaga kini ikut terjun lebih dalam ke dunia skincare dengan pendekatan yang tak biasa. Bersama tunangannya, Michael Polansky, penyanyi 40 tahun itu terlibat dalam pengembangan teknologi yang menggunakan jaringan kulit manusia yang masih hidup untuk mencari bahan skincare baru.
Gaga diketahui duduk di jajaran dewan startup bioteknologi Outer Biosciences, perusahaan yang didirikan bersama Polansky pada 2020. Polansky sendiri memiliki latar belakang matematika terapan dan ilmu komputer serta pengalaman di dunia teknologi dan investasi Silicon Valley.
Ide tersebut berawal dari keresahan Polansky terhadap lambatnya inovasi di bidang biologi dan kimia dibandingkan teknologi software. Selama ini, ilmuwan banyak menggunakan hewan atau organoid yang dibuat di laboratorium sebagai pengganti jaringan manusia untuk menguji berbagai bahan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Outer Biosciences memilih pendekatan berbeda yang terbilang kontroversial. Perusahaan tersebut memperoleh kulit manusia yang biasanya dibuang setelah operasi, terutama operasi plastik. Jaringan tersebut dikumpulkan dalam kondisi masih "hidup", kemudian diberi nutrisi dan dibersihkan dari limbah metabolisme agar tetap bertahan lebih lama.
Teknologi yang diterapkan juga menggunakan AI. Model AI milik Outer Biosciences digunakan untuk memprediksi bahan kimia yang kemungkinan dapat memberikan efek positif pada fungsi kulit tertentu. Prediksi tersebut kemudian diuji langsung pada jaringan kulit manusia yang masih hidup.
Hasil pengujian akan digunakan kembali untuk menyempurnakan prediksi AI pada tahap berikutnya. Jadi, fokus perusahaan saat ini bukan menciptakan satu bahan skincare tertentu, melainkan menemukan kandidat bahan baru dengan proses yang lebih cepat.
Polansky mengatakan Outer Biosciences memang menargetkan industri kosmetik, bukan obat-obatan. Strategi ini memungkinkan perusahaan menghindari proses persetujuan obat yang panjang dan mahal, sebelum nantinya bekerja sama dengan perusahaan kosmetik untuk mengembangkan bahan tersebut menjadi produk seperti serum atau krim.
Belum diketahui seberapa besar keterlibatan langsung Gaga dalam penelitian tersebut. Namun, sang penyanyi memang dikenal aktif dalam pengembangan produk, strategi merek, dan visi kreatif Haus Labs, lini kosmetik yang dibangunnya.
Gaga sendiri ikut memperkenalkan Outer Biosciences dan teknologi Yuna melalui akun X miliknya. Ia menyebut teknologi tersebut sebagai bagian dari upaya mereka membangun "masa depan kesehatan kulit."
(kik/kik)










































