Apa Itu Rimming? Aktivitas Seks Oral yang Kontroversial
Tren tindakan seksual yang disebut Rimming pernah menjadi perdebatan di media sosial. Apa itu Rimming? Di bawah ini ada penjelasan tentang Rimming, yakni aktivitas seks oral yang kontroversial.
Sederhananya, rimming adalah seks oral. Meskipun gagasan menjilat anus seseorang untuk kesenangan seksual mungkin tabu, ada saja orang yang menyukainya. Hal inilah membuat rimming sebagai aktivitas seks yang kontroversial.
Seperti dikutip News24, Rimming sebenarnya telah ada sejak lama dan pertama kali digambarkan sebagai anilingus pada 1800-an. Anilingus sendiri adalah merangsang area anus melalui lidah. Namun, pada 2018 Rimming menjadi ramai diperbincangkan di media sosial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi sebagian orang, rimming disebut dapat memberikan sensasi seksual yang menggairahkan dan baru. Tapi, perlu diketahui bahwa aktivitas seksual ini diketahui menimbulkan risiko.
Rimming Menjadi Tren
Orang-orang dari berbagai negara maju menyebut rimming adalah hal biasa. Mereka merupakan bagian dari negara dengan keragaman budaya yang sangat besar. Ini bisa menjadi alasan mengapa tindakan seksual seperti rimming menjadi tren.
"Apa yang dianggap normal untuk satu pasangan mungkin tabu untuk pasangan berikutnya. Aku pikir orang-orang menjadi nyaman dengan membicarakan preferensi seksual mereka," ungkap dokter medis dan seksolog, Dr Jireh Serfontein.
Rimming Mengakibatkan Risiko Kesehatan
Meskipun tindakan seksual ini menjanjikan kesenangan, rimming juga memiliki risiko kesehatan. Menurut dokter medis dan seksolog, Dr Jireh Serfontein, Rimming bisa menimbulkan berbagai macam penyakit.
"Risiko kesehatan utama berasal dari kontak oral dengan kotoran manusia. Penyakit yang dapat ditularkan melalui kontak dengan kotoran meliputi: penyakit bakteri seperti shigellosis (gastroenteritis parah); penyakit virus seperti hepatitis A, hepatitis B, human papillomavirus (penyebab kutil kelamin) dan virus herpes simpleks; parasit termasuk parasit usus seperti giardiasis atau bahkan cacing," katanya.
Jireh juga menambahkan bahwa penyakit seksual umum lainnya, seperti sifilis, klamidia dan gonore dapat ditularkan melalui rimming.
Pada halaman selanjutnya: Cuci Area Bisa Kurangi Infeksi karena Rimming?
Jika seseorang menyikai rimming, ia mungkin mempertimbangkan untuk memastikan bahwa kebersihan adalah prioritas. Namun, Jireh mengungkap bahwa tidak ada bukti ilmiah yang membuktikan bahwa mencuci area akan mengurangi risiko infeksi.
"Tetapi, ada hal lain yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko infeksi seperti menggunakan pelembab gigi, mendapatkan vaksinasi terhadap hepatitis B dan hepatitis A, memastikan bahwa mulut dalam keadaan sehat," kata Dr Jireh.
Jireh juga menambahkan bahwa seseorang harus menghindari seks oral dalam bentuk apa pun jika memiliki luka, gusi berdarah, atau luka terbuka di dalam atau di sekitar mulut, yang dapat sangat meningkatkan risiko terkena penyakit menular seksual.
Hobi dan Mainan
ORCA MAGMA01 vs Donner DAG-1CE: Gitar Ringkas atau Full Size, Mana Lebih Pas?
Kesehatan
Suplemen Harian Jaga Imun Tubuh di Tengah Aktivitas Padat! Review Swisse Ultiboost Vitamin C 1000mg
Pakaian Pria
Corduroy Jacket Jadi Outer Andalan Cowok yang Ingin Tampilan Casual Modern
Pakaian Pria
Raw Denim Bukan Cuma Tren Musiman! Investasi Celana yang Makin Lama Makin Bagus
6 Seafood yang Bisa Tingkatkan Performa Seks Pria Jika Rutin Dikonsumsi
Studi: Rutin Bercinta 2 Kali Seminggu Kurangi Risiko Sakit Jantung pada Pria
Dokter Ungkap Rahasia Agar PD Saat Bercinta: Rawat Area Intim Ini
Tunda Buang Air Kecil Setelah Bercinta Bisa Sebabkan ISK, Mitos atau Fakta?
Alasan Tak Terduga Istri Tolak Ajakan Bercinta Menurut Survei, Suami Perlu Tahu
Foto: Gaya Denada Sambut 2026, Seksi Pakai Gaun Menerawang
Mantan Desainer Marni Pindah ke GU Uniqlo, Siap Rancang Fashion Ramah Kantong
Viral Verificator
Bikin Melongo! Viral Aksi Emak-emak Pungut Sayur Sisa di Pasar untuk Dimasak
Ramalan Zodiak 11 Januari: Aquarius Buat Rencana, Pisces Banyak Peluang











































