Apa Itu Rimming? Aktivitas Seks Oral yang Kontroversial

Arina Yulistara - wolipop Senin, 16 Mei 2022 21:00 WIB
Ilustrasi rimming, aktivitas oral seks kontroversial. Foto: iStock Ilustrasi rimming, aktivitas oral seks kontroversial. Foto: iStock
Jakarta -

Tren tindakan seksual yang disebut Rimming pernah menjadi perdebatan di media sosial. Apa itu Rimming? Di bawah ini ada penjelasan tentang Rimming, yakni aktivitas seks oral yang kontroversial.

Sederhananya, rimming adalah seks oral. Meskipun gagasan menjilat anus seseorang untuk kesenangan seksual mungkin tabu, ada saja orang yang menyukainya. Hal inilah membuat rimming sebagai aktivitas seks yang kontroversial.

Seperti dikutip News24, Rimming sebenarnya telah ada sejak lama dan pertama kali digambarkan sebagai anilingus pada 1800-an. Anilingus sendiri adalah merangsang area anus melalui lidah. Namun, pada 2018 Rimming menjadi ramai diperbincangkan di media sosial.

Bagi sebagian orang, rimming disebut dapat memberikan sensasi seksual yang menggairahkan dan baru. Tapi, perlu diketahui bahwa aktivitas seksual ini diketahui menimbulkan risiko.

Rimming Menjadi Tren

Orang-orang dari berbagai negara maju menyebut rimming adalah hal biasa. Mereka merupakan bagian dari negara dengan keragaman budaya yang sangat besar. Ini bisa menjadi alasan mengapa tindakan seksual seperti rimming menjadi tren.

"Apa yang dianggap normal untuk satu pasangan mungkin tabu untuk pasangan berikutnya. Aku pikir orang-orang menjadi nyaman dengan membicarakan preferensi seksual mereka," ungkap dokter medis dan seksolog, Dr Jireh Serfontein.

Rimming Mengakibatkan Risiko Kesehatan

Meskipun tindakan seksual ini menjanjikan kesenangan, rimming juga memiliki risiko kesehatan. Menurut dokter medis dan seksolog, Dr Jireh Serfontein, Rimming bisa menimbulkan berbagai macam penyakit.

"Risiko kesehatan utama berasal dari kontak oral dengan kotoran manusia. Penyakit yang dapat ditularkan melalui kontak dengan kotoran meliputi: penyakit bakteri seperti shigellosis (gastroenteritis parah); penyakit virus seperti hepatitis A, hepatitis B, human papillomavirus (penyebab kutil kelamin) dan virus herpes simpleks; parasit termasuk parasit usus seperti giardiasis atau bahkan cacing," katanya.

Jireh juga menambahkan bahwa penyakit seksual umum lainnya, seperti sifilis, klamidia dan gonore dapat ditularkan melalui rimming.

Pada halaman selanjutnya: Cuci Area Bisa Kurangi Infeksi karena Rimming?

Selanjutnya
Halaman
1 2