Apa Penyebab Pria Tidak Bisa Ereksi? 3 Penyakit Ini Bisa Jadi Masalahnya

Hestianingsih - wolipop Jumat, 28 Agu 2020 21:45 WIB
Sad young married couple embracing standing in living room opposite window at home. Sorrowful wife and husband feels unhappy, thinking about problems in relations, miscarriage, misbirth or infertility Penyebab pria tidak bisa ereksi. Foto: iStock
Jakarta -

Jangan sepelekan masalah saat pria tidak bisa ereksi. Riset menunjukkan pria bisa ereksi atau tidak ternyata berhubungan dengan kesehatannya.

Penelitian mengungkapkan 70% penyebab pria tidak bisa ereksi sebenarnya disebabkan karena masalah diabetes, penyakit ginjal dan jantung? Fakta tersebut diungkapkan oleh pakar disfungsi ereksi dan urologist di Glickman Urological and Kidney Isntitute di Cleveland Clinic, Amerika Serikat. Dikatakannya, keterkaitan antara kemampuan ereksi dan adanya masalah kesehatan ini juga dapat dilihat dari penyakit lain yang diderita seorang pria.

Dengan mengetahui fakta di atas, diharapkan wanita tidak hanya menyalahkan dirinya sendiri ketika pasangan mereka tidak bisa ereksi. Berikut ini tiga penyakit yang bisa jadi penyebab pria tidak bisa ereksi seperti dikutip dari Everyday Health:

1. Penyakit Jantung


Penis atau Mr. Happy terdiri dari berbagai jaringan dan aliran darah. Sehingga ketika terjadi masalah pada aliran darah ke penis, ini bisa tanda adanya masalah aliran darah ke bagian tubuh lainnya yang tidak terdeteksi. "Penelitian menunjukkan bahwa disfungsi ereksi bisa menjadi indikasi adanya penyakit vaskuler atau arteri seperti serangan jantung dan stroke," jelas pakar kesehatan jantung asal Los Angeles, dr. Tanvir Hussain.

Penelitian yang dimuat dalam jurnal Obstercian dan Gynecological Survey dengan melibatkan 1.400 pria menemukan adanya hubungan kuat antara penis tidak bisa ereksi dengan masalah pada koroner arteri. Studi tersebut juga mengungkapkan ketika seorang pria tidak bisa ereksi di usia muda, dia berisiko terkena penyakit jantung di masa depan.

2. Diabetes


Salah satu dampak paling buruk ketika seseorang terkena diabetes adalah kerusakan pada syaraf dan alirah darah. Dan karena dua hal tersebut menjadi hal terpenting untuk membuat penis ereksi, tidak mengherankan ketika seorang pria terkena diabetes, dia pun jadi mengalami disfungsi ereksi. Pria berusia 45 tahun atau lebih muda dari itu harus mewaspadai ketika tidak bisa ereksi. Ketika mereka mengalami disfungsi ereksi bisa menjadi peringatan adanya masalah diabetes.

National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases mengungkapkan diabetes bisa menjadi penyebab pria tidak bisa ereksi. Pria yang didiagnosa menderita diabetes terkadang memiliki masalah ereksi 10-15 tahun lebih cepat dari biasanya ejakulasi dini menyerang. Dalam penelitian yang dilakukan terhadap 555 pria Italia terungkap juga, masalah sulit ereksi ini banyak terjadi pada mereka yang menderita diabetes tipe 2.

3. Masalah Tiroid


Kelenjar tiroid memproduksi hormon yang mempengaruhi fungsi seluruh tubuh termasuk penis. Sehingga ketika produksi hormon pada kelenjar tiroid ini terganggu, antara berlebihan atau terlalu sedikit, kemampuan pria untuk ereksi juga terpengaruh. Kelebihan hormon tiroid atau hipertiroidisme terjadi akibat adanya aktivitas kelenjar tiroid yang berlebihan. Kelenjar yang terdapat di leher ini menghasilkan hormon yang mempengaruhi berbagai fungsi sistem organ termasuk mengatur denyut jantung.

Penelitian yang dilakukan di University of Florence dan University of Manchester menunjukkan, hipertiroidisme dapat menghambat proses ereksi atau menegangnya alat kelamin pria. Menurut penelitian ini, 6 dari 10 penderita hipertiroidisme juga mengalami disfungsi ereksi.

Itulah tiga penyakit yang bisa menjadi penyebab pria tidak bisa ereksi. Jika memang suami atau pasangan sering mengalami kesulitan ereksi, sebaiknya periksakan diri ke dokter, untuk mengetahui apakah ada masalah kesehatan dalam dirinya atau tidak.



Simak Video "Tips Potong Rambut Anak Tanpa Rewel"
[Gambas:Video 20detik]
(eny/eny)