Mengenal Gejala PCD, Ketika Wanita Jadi Sangat Sedih Pasca Bercinta
Hestianingsih - wolipop
Senin, 23 Jan 2017 19:09 WIB
Jakarta
-
Perasaan bahagia umumnya akan dirasakan wanita pasca bercinta dengan pasangannya. Hormon oksitosin yang diproduksi tubuh setelah bercinta menimbulkan rasa nyaman, tenang dan senang. Namun hubungan seks yang terjadi pada dua orang yang saling cinta juga bisa menimbulkan kesedihan bahkan depresi.
Tidak sedikit wanita yang justru merasa sedih bahkan sampai menangis setelah bercinta, sehingga membuat suami bertanya-tanya apa penyebabnya. Rasa yang teramat sedih setelah bercinta, dikenal dengan sebutan Post-Coital Dysphoria (PCD), atau kegelisahan dan ketidakpuasan dalam hidup pasca bercinta.
Gejala PCD biasanya ditandai dengan perasaan sedih yang teramat sangat, melankolis, gelisah dan pergolakan. Kondisi ini juga kerap disebut dengan tristesse; istilah yang biasa digunakan untuk menggambarkan kesedihan yang melankolis. Terkadang kesedihan juga dibarengi dengan rasa bingung atau heran.
Ketika merasa sedih yang teramat sangat, tidak selalu berarti karena aktivitas seksual yang kurang menyenangkan. Justru penyebabnya mungkin sebaliknya.
Anda baru saja berhubungan seks dengan seseorang yang sangat dicintai dan sesi bercinta cukup memuaskan. Kesedihan itu muncul karena koneksi secara fisik dan emosional yang terjadi saat penetrasi seks akhirnya usai. Anda 'terlepas' darinya, dan 'terpisah' lagi.
Apa yang menyebabkan perasaan seperti itu muncul? Seperti dikutip dari Your Tango, faktor utama adalah fluktuasi hormon.
Saat mencapai orgasme hormon bahagia seperti endorphin, oksitosin dan prolactin mencapai level tertinggi pada tubuh. Begitu selesai orgasme, hormon-hormon tersebut perlahan menurun. Perubahan hormon ini bisa berefek 'dahsyat' bagi kondisi emosional sehingga pada beberapa wanita akan merasakan kesedihan itu.
Perlu diketahui, sedih atau menangis setelah bercinta adalah hal yang cukup normal. Itu merupakan reaksi alami tubuh terhadap pergantian hormon dan senyawa kimiawi di dalam tubuh.
Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Sexual Medicine menunjukkan lebih dari 50 persen wanita akan mengalami PCD setidaknya satu kali dalam hidup mereka. Jika gejala ini dirasa menjadi gangguan besar dalam kehidupan seks Anda dan suami, atau Anda mengalami PCD secara konstan dan intens yang menyebabkan ketidakpuasan seksual, berarti ada suatu gangguan yang lebih spesifik. Sebaiknya konsultasikan dengan pakar psikoseksual atau terapis seks. (hst/dtg)
Tidak sedikit wanita yang justru merasa sedih bahkan sampai menangis setelah bercinta, sehingga membuat suami bertanya-tanya apa penyebabnya. Rasa yang teramat sedih setelah bercinta, dikenal dengan sebutan Post-Coital Dysphoria (PCD), atau kegelisahan dan ketidakpuasan dalam hidup pasca bercinta.
Foto: thinkstock |
Gejala PCD biasanya ditandai dengan perasaan sedih yang teramat sangat, melankolis, gelisah dan pergolakan. Kondisi ini juga kerap disebut dengan tristesse; istilah yang biasa digunakan untuk menggambarkan kesedihan yang melankolis. Terkadang kesedihan juga dibarengi dengan rasa bingung atau heran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anda baru saja berhubungan seks dengan seseorang yang sangat dicintai dan sesi bercinta cukup memuaskan. Kesedihan itu muncul karena koneksi secara fisik dan emosional yang terjadi saat penetrasi seks akhirnya usai. Anda 'terlepas' darinya, dan 'terpisah' lagi.
Foto: Thinkstock |
Apa yang menyebabkan perasaan seperti itu muncul? Seperti dikutip dari Your Tango, faktor utama adalah fluktuasi hormon.
Saat mencapai orgasme hormon bahagia seperti endorphin, oksitosin dan prolactin mencapai level tertinggi pada tubuh. Begitu selesai orgasme, hormon-hormon tersebut perlahan menurun. Perubahan hormon ini bisa berefek 'dahsyat' bagi kondisi emosional sehingga pada beberapa wanita akan merasakan kesedihan itu.
Perlu diketahui, sedih atau menangis setelah bercinta adalah hal yang cukup normal. Itu merupakan reaksi alami tubuh terhadap pergantian hormon dan senyawa kimiawi di dalam tubuh.
Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Sexual Medicine menunjukkan lebih dari 50 persen wanita akan mengalami PCD setidaknya satu kali dalam hidup mereka. Jika gejala ini dirasa menjadi gangguan besar dalam kehidupan seks Anda dan suami, atau Anda mengalami PCD secara konstan dan intens yang menyebabkan ketidakpuasan seksual, berarti ada suatu gangguan yang lebih spesifik. Sebaiknya konsultasikan dengan pakar psikoseksual atau terapis seks. (hst/dtg)
Hobbies & Activities
Main Badminton Lebih Stabil, Ini Rekomendasi 3 Shuttlecock yang Nyaman Dipakai Latihan Rutin
Hobbies & Activities
American Tourister Argyle Cabin 20 Inch jadi Solusi Ringkas dan Aman untuk Travel Singka
Fashion
Hijab Sering Melorot? 3 Rekomendasi Ciput Ini Bikin Hijab Lebih Nempel dan Nyaman Dipakai Seharian
Fashion
Lebih Bebas Gerak! Pilih Bra Tank Tanpa Kawat yang Tepat Agar Aktivitas Harianmu Jadi Lebih Nyaman
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
6 Seafood yang Bisa Tingkatkan Performa Seks Pria Jika Rutin Dikonsumsi
Studi: Rutin Bercinta 2 Kali Seminggu Kurangi Risiko Sakit Jantung pada Pria
Dokter Ungkap Rahasia Agar PD Saat Bercinta: Rawat Area Intim Ini
Tunda Buang Air Kecil Setelah Bercinta Bisa Sebabkan ISK, Mitos atau Fakta?
Alasan Tak Terduga Istri Tolak Ajakan Bercinta Menurut Survei, Suami Perlu Tahu
Most Popular
1
Penampilan Terbaru Vidi Aldiano Bikin Pangling, Kini Berkumis Tebal
2
Komentator Politik yang Sebut Ibu Negara Prancis Transgender Kembali Menyindir
3
Kisah Cinta Sesama Idol Jepang, Mantan AKB48 Akan Dinikahi Anggota BOYS & MEN
4
Potret Inka Williams Model Bali Pacar Channing Tatum, Beda Usia Jadi Sorotan
5
Park Min Young & Sungjae BTOB Siap Jadi Visual Couple Drakor Adaptasi Dracin
MOST COMMENTED












































Foto: thinkstock
Foto: Thinkstock