Studi: 1 dari 6 Orang Punya Ketertarikan Seksual Unik
Hestianingsih - wolipop
Rabu, 18 Mei 2016 19:14 WIB
Jakarta
-
Beberapa orang memiliki ketertarikan seksual yang tidak umum. Misalnya merasakan kepuasan dengan bercinta mengenakan high heels, berfantasi seksual yang melibatkan hewan atau berpakaian seperti bayi lengkap dengan popok dan dot.
Kondisi yang biasa disebut dengan parafilia ini ternyata tidak bisa dikategorikan abnormal. Bahkan sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Sex Research mengungkapkan, satu dari tiga orang pernah mengalami atau setidaknya berhubungan dengan seseorang yang parafilia. Sementara satu dari enam orang, diketahui memiliki kecenderungan seks ini.
Kenapa seseorang bisa tertarik secara seksual dengan hal-hal yang pada dasarnya 'non-seksual'? Debra W. Soh, neuroscientist yang spesialis membaca fMRI (aktivitas otak) para parafilia melakukan semacam tes untuk mengetahuinya.
"Saat responden pria terlibat di studi fMRI saya, kami melakukan scanning pada otak mereka selama beberapa menit. Setelah itu saya memberikan banyak pertanyaan tentang kehidupan seksual mereka," tulis Debra dalam tulisannya yang dimuat dalam situs Men's Health.
Dari hasil studinya, Debra menemukan ada sekitar 549 jenis parafilia. Salah satu fetisisme yang menurut Debra cukup menarik, tapi sebenarnya umum adalah Feederism, yaitu kepuasan seksual yang didapat dari memberi makan atau diberi makan seseorang.
Dalam feederism, dikenal feeders dan feedees. Feeders adalah sebutan bagi orang yang terangsang secara seksual dengan menyuapi pasangannya makanan-makanan berkalori tinggi seperti cake, ayam goreng, burger, steak, es krim, dan sebagainya. Sedangkan feedees suka jika disuapi makanan oleh pasangannya sampai dia merasa kekenyangan. Beberapa bahkan ingin berat badannya naik drastis sampai ia sulit bergerak.
Menurut ilmuwan dari York University, Toronto, Amerika Serikat ini, mengingat makanan dan seksualitas memang saling berkaitan dalam budaya manusia sejak dulu --tentu Anda pernah mendengar makanan pembangkit libido yang disebut afrodisiak-- keberadaan tipe fetisisme ini sebenarnya tidak terlalu mengejutkan. Ada elemen dominasi dan submisif (kepasrahan) juga di sini.
"Feedees merasa jadi dominan memiliki pasangan yang mau melayaninya dengan menyuapinya makan, sementara feeder suka ketika bisa mengontrol porsi makan yang disantap maupun berat badan pasangan, dan apa yang dia makan," jelas Debra.
Dalam konteks hubungan seksual, aktivitas suap-menyuap ini biasanya dijadikan sebagai alternatif bentuk foreplay sebelum bercinta. Biasanya juga dibarengi dengan sentuhan mesra dan intens di area perut, semisal mengelus atau menggosok-gosok perut pasangan. (hst/hst)
Kondisi yang biasa disebut dengan parafilia ini ternyata tidak bisa dikategorikan abnormal. Bahkan sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Sex Research mengungkapkan, satu dari tiga orang pernah mengalami atau setidaknya berhubungan dengan seseorang yang parafilia. Sementara satu dari enam orang, diketahui memiliki kecenderungan seks ini.
Kenapa seseorang bisa tertarik secara seksual dengan hal-hal yang pada dasarnya 'non-seksual'? Debra W. Soh, neuroscientist yang spesialis membaca fMRI (aktivitas otak) para parafilia melakukan semacam tes untuk mengetahuinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari hasil studinya, Debra menemukan ada sekitar 549 jenis parafilia. Salah satu fetisisme yang menurut Debra cukup menarik, tapi sebenarnya umum adalah Feederism, yaitu kepuasan seksual yang didapat dari memberi makan atau diberi makan seseorang.
Dalam feederism, dikenal feeders dan feedees. Feeders adalah sebutan bagi orang yang terangsang secara seksual dengan menyuapi pasangannya makanan-makanan berkalori tinggi seperti cake, ayam goreng, burger, steak, es krim, dan sebagainya. Sedangkan feedees suka jika disuapi makanan oleh pasangannya sampai dia merasa kekenyangan. Beberapa bahkan ingin berat badannya naik drastis sampai ia sulit bergerak.
Menurut ilmuwan dari York University, Toronto, Amerika Serikat ini, mengingat makanan dan seksualitas memang saling berkaitan dalam budaya manusia sejak dulu --tentu Anda pernah mendengar makanan pembangkit libido yang disebut afrodisiak-- keberadaan tipe fetisisme ini sebenarnya tidak terlalu mengejutkan. Ada elemen dominasi dan submisif (kepasrahan) juga di sini.
"Feedees merasa jadi dominan memiliki pasangan yang mau melayaninya dengan menyuapinya makan, sementara feeder suka ketika bisa mengontrol porsi makan yang disantap maupun berat badan pasangan, dan apa yang dia makan," jelas Debra.
Dalam konteks hubungan seksual, aktivitas suap-menyuap ini biasanya dijadikan sebagai alternatif bentuk foreplay sebelum bercinta. Biasanya juga dibarengi dengan sentuhan mesra dan intens di area perut, semisal mengelus atau menggosok-gosok perut pasangan. (hst/hst)
Home & Living
Upgrade Lampu Rumah! Rekomendasi Bohlam Lampu LED untuk Sambut Lebaran 2026
Home & Living
Siap Open House Lebaran? Upgrade Ruang Tamu dengan Sarung Bantal Sofa Estetik Ini!
Perawatan dan Kecantikan
Wajah Tetap Bersih Setelah Seharian Silaturahmi, Andalkan Cleansing Foam dari Korea yang Lembut di Kulit!
Elektronik & Gadget
Mudik Tanpa Drama Baterai Habis, Ini 2 Powerbank Mini Praktis yang Wajib Dibawa!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Bukan Malam Hari, Ini Waktu Terbaik untuk Bercinta Menurut Pakar
Survei Ungkap 3 Posisi Bercinta Favorit Milenial, Didominasi Gaya Klasik
6 Seafood yang Bisa Tingkatkan Performa Seks Pria Jika Rutin Dikonsumsi
Studi: Rutin Bercinta 2 Kali Seminggu Kurangi Risiko Sakit Jantung pada Pria
Dokter Ungkap Rahasia Agar PD Saat Bercinta: Rawat Area Intim Ini
Most Popular
1
Gaya Para Bintang One Piece Season 2 di Red Carpet, Pemeran Nami Seksi-Elegan
2
Potret Kebersamaan Vidi Aldiano Bareng Adik-adiknya yang Kini Tinggal Kenangan
3
Foto: Gebrakan Jennie BLACKPINK Ekspos Bralette di Fashion Show Chanel
4
Mantan Staf Jang Nara Ditemukan Meninggal, Sang Aktris Bantah Terlibat
5
18 Cara Bikin Hubungan Langgeng yang Sering Diabaikan Pasangan (Part 2)
MOST COMMENTED











































