7 Masalah yang Paling Sering Ditanyakan Pasangan Pada Pakar Seks
Seks masih menjadi topik yang tabu untuk dibahas secara terbuka, bahkan dengan orang terdekat, seperti pasangan suami-istri. Kalaupun ada masalah dalam hal seks, pasangan lebih suka langsung mendatangi ahlinya untuk berkonsultasi. Para pakar seks pun mengungkapkan masalah-masalah apa saja yang kerap diungkapkan para pasien mereka saat berkonsultasi. Setidaknya ada tujuh masalah yang sering disampaikan oleh suami dan istri. Berikut daftarnya:
Tidak Pernah Bisa Orgasme
"Wanita yang datang ke kantorku seringkali menyampaikan harapan bisa merasakan orgasme yang sebenarnya melalui penetrasi," demikian kata terapis seks Laurie Watson. Apa yang disampaikan para wanita pada Laurie itu memang nyata terjadi. Dari pengalaman Laurie, dia melihat hanya 15-20% wanita yang bisa mendapatkan orgasmenya melalui penetrasi. Riset lainnya yang diungkapkan di Journal Sexual Medicine, 81% wanita bisa mencapai orgasme sebenar-benarnya, melalui stimulasi klitoris.
Gairah Seks yang Tidak Matching
"Hal yang paling sering aku dengar adalah apa yang oleh terapis seks disebut 'diskrepansi (ketidaksesuaian) gairah'. Hal ini terjadi ketika salah satu pasangan menginginkan seks lebih sering dari pasangannya," ujar pakar seks Tammy Nelson yang merupakan penulis 'Getting the Sex You Want'. Psikolog Phil McGraw atau yang lebih populer dengan nama Dr. Phil mengatakan hubungan seksual yang sehat seharusnya memuaskan bukan hanya satu pihak saja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ejakulasi Dini
"Ketika pria sudah menikah, masalah seks paling umum yang dialami adalah ejakulasi dini dan disfungsi ereksi. Pada kedua kasus itu, pria mengalami kegelisahan pada performa mereka sehingga menyebabkan mereka menghindari keintiman dan seks," ujar pakar seks Danielle Harel, Ph.D., seperti dikutip Huffington Post.
Ejakulasi dini menurut ahli urologi di Universitas Washington, dr. J. Walsh bukanlah masalah yang tidak bisa diatasi. Untuk mengobati ejakulasi dini, dikatakannya, para ahli biasanya akan melakukan pendekatan dari dua hal yaitu fisik dan psikologis. "Secara psikologis yang diatasi adalah kekhawatiran, stres atau faktor mental lainnya yang bisa memicu ejakulasi lebih cepat," ucapnya seperti dikutip Mens Health USA. Sedangkan secara fisik, misalnya dengan melatih respons tubuh.
Menurut Dr. Walsh para pria yang menderita ejakulasi dini bisa mencoba melatih respon tubuhnya terhadap sensasi yang dirasakan jelang orgasme. Latihan ini bisa dilakukan saat bercinta bersama istri atau ketika masturbasi. Lakukan dengan memberikan stimulasi pada area Mr. Happy hingga keinginan orgasme hampir datang, setelah itu jangan dilepaskan tapi tahan. Ulangi hal ini hingga pria mampu menahan dirinya untuk ejakulasi. Berlatih teknik ini menurut terapis seks Emily Morse, Ph.D, dapat melatih otak dan tubuh lebih baik dalam mengontrol orgasme.
Bosan
"Pasangan sering mengatakan padaku bagaimana mereka ingin sekali adanya variasi dalam bercinta. Seiring berjalannya waktu, pasangan memang ingin mengekspresikan gairah mereka atau merasa lebih nyaman untuk mengungkapkan pada pasangan bahwa ada aktivitas seks lain yang ingin dicoba," kata pakar seks Sari Eckler Cooper. Namun yang kemudian terjadi, keinginan untuk melakukan eksplorasi ini seringkali hanya datang dari satu pihak. Sehingga pasangan pada akhirnya batal melakukan berbagai variasi yang diinginkan salah satu pihak. Ketika hal tersebut terjadi, seks pun akan dilakukan seperti biasanya yang sudah sering dicoba dan pada akhirnya menimbulkan kebosanan.
Ingin Bercinta Seperti Sebelum Punya Anak
"Pasangan yang datang ke terapis seks setelah punya bayi, terkadang karena pihak wanitanya merasa ada perubahan pada Miss V yaitu otot-ototnya menjadi lebih kendur, sehingga seks tidak senikmat sebelum melahirkan," kata pakar seks Ava Cadell. Ketika hal itu terjadi Ava biasanya akan menyarankan pada si wanita untuk berlatih senam kegel.
Untuk melakukan teknik kegel pertama-tama dengan melakukan gerakan seperti saat menahan buang air kecil agar otot vagina bergerak. Lakukan gerakan menahan tersebut minimal dua kali sehari sebanyak 10 kali kontraksi tiap latihan. Latihan yang dilakukan minimal enam minggu akan menunjukkan manfaatnya dan usahakan jika melakukan latihan tersebut dengan paha yang terbuka.
Gairah Seks Lebih Rendah dari Suami
"Banyak wanita yang mengatakan padaku mereka tidak pernah merasakan gairah seperti dulu atau gairah menurun seiring lamanya pernikahan," ucap pakar seks Brandy Engler, Ph.D. yang juga penulis The Women on My Couch. Menurut Brandy, wanita terkadang membuat kesalahan dengan berpikir bahwa pasangan mereka bercinta hanya untuk memuaskan kebutuhan biologis mereka, sehingga si wanita pun melakukan aktivitas seks hanya sekadar untuk membahagiakan pasangannya. Kenyataannya para pria mengatakan padanya kalau mereka ingin ada gairah yang lebih.
Pernikahan Tanpa Seks
Chris Sterrett, MD dari Holtorf Medical Group, California, melihat sudah menjadi hal umum frekuensi seks menurun setelah lama menikah. Bahkan dari riset yang dilakukan di Amerika Serikat, 10 sampai 20% pasangan menjalani pernikahan tanpa seks atau sexless. Kehidupan pernikahan disebut sexless ketika frekuensi bercinta kurang dari satu kali sebulan atau 10 kali setahun. Istri sering dituding sebagai penyebab pernikahan tanpa seks ini. Penolakan istri yang kerap terjadi membuat suami juga lama-kelamaan malas bercinta. (eny/ami)











































