Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

4 Hal yang Bisa Dilakukan Suami Agar Istri Mau Lebih Sering Bercinta

Eny Kartikawati - wolipop
Rabu, 07 Okt 2015 19:48 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: thinkstock
Jakarta - Chris Sterrett, MD dari Holtorf Medical Group, California, melihat sudah menjadi hal umum frekuensi seks menurun setelah lama menikah. Bahkan dari riset yang dilakukan di Amerika Serikat, 10 sampai 20% pasangan menjalani pernikahan tanpa seks atau sexless. Kehidupan pernikahan disebut sexless ketika frekuensi bercinta kurang dari satu kali sebulan atau 10 kali setahun.

Istri sering dituding sebagai penyebab  pernikahan tanpa seks ini. Penolakan istri yang kerap terjadi membuat suami juga lama-kelamaan malas bercinta. Padahal sebenarnya ada hal-hal yang dapat dilakukan para suami agar istri mereka mau lebih sering bercinta. Berikut ini yang bisa dicoba:

Lakukan Sesuatu Tanpa Mengharapkan Balasan  

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cobalah memahami posisi wanita, terutama ketika sudah menikah bertahun-tahun dan berkali-kali melahirkan anak. Untuk memahaminya, pria bisa membayangkan diri mereka baru saja mengikuti lomba lari maraton dan di garis akhir, sahabat terbaik mengatakan bahwa yang pencapaian tersebut sangat buruk dan dia tidak mau lagi berteman dengan Anda.

Apa yang dirasakan wanita, baik secara fisik dan emosional, saat hamil hingga melahirkan dan membesarkan buah hati, mirip dengan kasus di atas. Sehingga ketika wanita menolak bercinta, bukan berarti dia tidak mencintai si pria. Tapi memang ada banyak hal yang membuat moodnya untuk seks hilang.

Pria bisa membantu istri mereka mengatasi hal ini. Caranya dengan melakukan hal-hal yang biasa dilakoninya, seperti memandikan dan menidurkan anak, memasak atau mencuci pakaian. Lakukan hal-hal tersebut tanpa mengharapkan balasan istri mendadak jadi mood untuk seks.

Pikirkan Hal Non Seksual yang Bisa Membuat Wanita Bergairah dan Tidak Bergairah

Berbagai riset menunjukkan bahwa gairah seks pria bukan hanya lebih besar dari wanita, tapi juga mudah muncul. Sementara wanita, gairah mereka ditentukan dengan kedekatan emosional dan nilai yang mereka yakini. "Bagi wanita, gairah seks sangat sensitif terkait dengan konteks dan lingkungan mereka," ujar Edward O. Laumann, PhD, profesor sosiologi di University of Chicago dan penulis The Social Organization of Sexuality: Sexual Practices in the United States.

Oleh karens itu pria perlu memahami hal-hal apa yang bisa membuat pasangannya bergairah, bukan hanya secara fisik tapi juga emosional. Kenali juga hal-hal yang bisa menurunkan libidonya sehingga pria bisa menghindarinya.

Komunikasi Secara Terbuka

Diam tanpa adanya komunikasi dengan pasangan bisa menyebabkan ketegangan, asumsi dan kebosanan. Bicaralah dengan pasangan sesering yang Anda dan istri bisa lakukan. Biasakan untuk menjadi pendengar bagi istri mengenai kesehariannya, meskipun apa yang diceritakannya hal sepele. Dengan melakukan ini, pria bisa lebih memahami wanita yang mungkin selama ini menjadi misteri bagi mereka.

Setelah komunikasi dengan istri menjadi lebih cair, pria bisa mulai mengungkapkan harapan dan keinginan mereka tentang pernikahan yang dijalani, termasuk mengenai seks. Menurut pakar seks Laura Berman, PhD, pasangan sebaiknya bisa mengomunikasikan apa kebutuhan seks dan fantasi mereka. Komunikasi merupakan kunci dari seks yang luar biasa.

Yang perlu diingat pasangan, jika Anda tidak mengatakan apa yang Anda inginkan dan butuhkan, suami atau istri Anda tidak akan pernah bisa memberikannya. Mereka bukanlah orang yang memiliki kemampuan membaca pikiran. Jika memang Anda terlalu malu untuk membicarakannya secara langsung, Anda bisa melakukannya dengan permainan seperti membuat kotak fantasi. Tulis fantasi masing-masing kemudian masukkan ke dalam kotak tersebut. Kapanpun seks mulai terasa tidak antusias lagi untuk dilakukan, coba salah satu fantasi yang ada di kotak tersebut.

Berikan Waktu Me Time

Terbebas sejenak dari tugas-tugas kantor, urusan rumah tangga dan mengasuh anak, siapa wanita yang tidak ingin merasakan 'kemewahan' itu? Menikmati 'me time' memang jadi satu hal yang sulit dilakukan sekarang ini, terutama bagi ibu bekerja.

Begitu inginnya memiliki 'me time', riset yang dilakukan perusahaan komunikasi Telco mengungkapkan, 76 persen wanita bahkan rela tidak berhubungan seks dengan pasangannya. Berdasarkan penelitian terbaru, sebagian besar wanita menganggap 'me time' lebih penting dan menggoda daripada bercinta.

Jadi solusi untuk mengatasi masalah hilangnya seks dari pernikahan ini, sesuai survei tersebut adalah dengan memberikan para istri 'me time'. Saat mereka menikmati me time, rasa relaks akan muncul. Saat sudah relaks, mood bercinta pun bisa datang dengan sendirinya. (eny/aln)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads