Wanita Perlu Tahu, 4 Sebab Gairah Seks Pria Rendah
Hestianingsih - wolipop
Rabu, 01 Jul 2015 18:46 WIB
Jakarta
-
Banyak faktor yang bisa menyebabkan pria kehilangan gairah seksual dan tidak selalu disebabkan adanya wanita lain, atau tidak tertariknya lagi pria terhadap istri. Ini empat yang perlu Anda ketahui tentang rendahnya libido pada pria, seperti dikutip dari Livestrong.
1. Stres = Libido Rendah
Pria yang kehilangan gairah seks bisa jadi 'racun' dalam pernikahan. Hubungan tak lagi harmonis, cenderung kaku dan dingin. Untuk mengatasinya, cara terbaik adalah dengan mendatangi dokter atau psikolog. Stres juga menjadi salah satu penyebab utama dari ketidaktertarikan terhadap seks, jadi ajaklah suami untuk belajar mengendalikan stres. Lebih pentingnya lagi, lupakan anggapan bahwa gairah seks suami hilang karena Anda. Tetaplah percaya diri untuk membantu si dia mengatasi masalah ini.
2. Waspadai Depresi
Kurang tidur, marah, konflik dalam hubungan dan perselingkuhan adalah beberapa penyebab paling umum kenapa pria kehilangan dorongan seksual. Banyak orang yang tidak menyadari efek depresi terhadap kehidupan seksual, dan hal ini bisa menyebabkan perselisihan dalam hubungan asmara. Karena kebanyakan orang mengira pasangannya tidak semangat bercinta karena ada wanita lain. Coba telusuri penyebabnya secara mendalam dan cari solusinya bersama-sama.
3. Gangguan Kesehatan
Beberapa kondisi medis yang bisa menyebabkan hilangnya gairah bercinta pada pria diantaranya diabetes, penyakit jantung, menderita rasa sakit kronis dan Parkinson. Pengobatan untuk menyembuhkan beberapa penyakit itu bisa semakin memperparah hilangnya libido, bahkan pada kondisi tertentu bisa menyebabkan disfungsi ereksi.
4. Rendahnya Testosteron
Sekitar 25 persen pria kemungkinan memiliki testosteron yang lebih rendah daripada seharusnya. Kehilangan gairah seksual, disfungsi ereksi, penipisan tulang dan depresi merupakan beberapa gejala dari rendahnya tingkat testosteron. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah terapi penggantian testosteron.
Namun terapi ini hanya boleh dilakukan pada pria yang level testosteronnya berada di titik yang mengkhawatirkan dan tidak disarankan untuk pria yang memiliki tekanan darah tinggi. Terapi ini biasanya dilakukan dengan beberapa metode, seperti plester atau patch yang ditempelkan di bagian bawah tubuh, gel, injeksi atau implan. (hst/kik)
1. Stres = Libido Rendah
Pria yang kehilangan gairah seks bisa jadi 'racun' dalam pernikahan. Hubungan tak lagi harmonis, cenderung kaku dan dingin. Untuk mengatasinya, cara terbaik adalah dengan mendatangi dokter atau psikolog. Stres juga menjadi salah satu penyebab utama dari ketidaktertarikan terhadap seks, jadi ajaklah suami untuk belajar mengendalikan stres. Lebih pentingnya lagi, lupakan anggapan bahwa gairah seks suami hilang karena Anda. Tetaplah percaya diri untuk membantu si dia mengatasi masalah ini.
2. Waspadai Depresi
Kurang tidur, marah, konflik dalam hubungan dan perselingkuhan adalah beberapa penyebab paling umum kenapa pria kehilangan dorongan seksual. Banyak orang yang tidak menyadari efek depresi terhadap kehidupan seksual, dan hal ini bisa menyebabkan perselisihan dalam hubungan asmara. Karena kebanyakan orang mengira pasangannya tidak semangat bercinta karena ada wanita lain. Coba telusuri penyebabnya secara mendalam dan cari solusinya bersama-sama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa kondisi medis yang bisa menyebabkan hilangnya gairah bercinta pada pria diantaranya diabetes, penyakit jantung, menderita rasa sakit kronis dan Parkinson. Pengobatan untuk menyembuhkan beberapa penyakit itu bisa semakin memperparah hilangnya libido, bahkan pada kondisi tertentu bisa menyebabkan disfungsi ereksi.
4. Rendahnya Testosteron
Sekitar 25 persen pria kemungkinan memiliki testosteron yang lebih rendah daripada seharusnya. Kehilangan gairah seksual, disfungsi ereksi, penipisan tulang dan depresi merupakan beberapa gejala dari rendahnya tingkat testosteron. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah terapi penggantian testosteron.
Namun terapi ini hanya boleh dilakukan pada pria yang level testosteronnya berada di titik yang mengkhawatirkan dan tidak disarankan untuk pria yang memiliki tekanan darah tinggi. Terapi ini biasanya dilakukan dengan beberapa metode, seperti plester atau patch yang ditempelkan di bagian bawah tubuh, gel, injeksi atau implan. (hst/kik)
Perawatan dan Kecantikan
Capek Double Cleansing? Produk Ini Bisa Bersihkan Makeup dengan Cepat
Fashion
On Cloud 6 Coast Men, Sneakers Ringan dan Empuk untuk Harian-Traveling
Home & Living
Philips Handheld Steamer STH3010/70, Solusi Setrika Cepat & Tanpa Ribet
Perawatan dan Kecantikan
Atasi Luka Pakai Betadine Clear Antiseptic Spray, Cocok buat Semua Usia
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Bukan Malam Hari, Ini Waktu Terbaik untuk Bercinta Menurut Pakar
Survei Ungkap 3 Posisi Bercinta Favorit Milenial, Didominasi Gaya Klasik
6 Seafood yang Bisa Tingkatkan Performa Seks Pria Jika Rutin Dikonsumsi
Studi: Rutin Bercinta 2 Kali Seminggu Kurangi Risiko Sakit Jantung pada Pria
Dokter Ungkap Rahasia Agar PD Saat Bercinta: Rawat Area Intim Ini
Most Popular
1
Finalis Miss Grand Thailand Viral, Veneer Giginya Tiba-Tiba Lepas di Panggung
2
8 Gaya Lucu Anak Selebriti, Nagita Slavina hingga Margin Wieheerm Pakai Hijab
3
Gaya Davina Karamoy saat Pulkam Lebaran Viral, Duduk Lesehan Sambil Bagi THR
4
Heboh Ibu Mertua Jun Ji Hyun Komentari Bahasa Inggris BTS, Ini Klarifikasinya
5
Viral Verificator
Viral Baju Lebaran dari Taplak Meja, Hasil Akhirnya Tak Disangka
MOST COMMENTED











































