Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Fenomena Oplas di Kalangan Tentara Gen Z Korea, Picu Perdebatan di Militer

Kiki Oktaviani - wolipop
Selasa, 19 Mei 2026 13:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Ilustrasi tentara Korea Selatan operasi plastik
Ilustrasi tentara Korea Selatan operasi plastik Foto: Image generated by AI
Jakarta -

Ada fenomena baru di kalangan tentara muda di Korea Selatan yang bertugas dalam wajib militer. Para tentara pria gen Z tersebut ramai-ramai melakukan prosedur kecantiikan, mulai dari operasi hidung hingga kelopak mata. Aksi mereka menjadi sorotan dan memicu perdebatan di kalangan militer.

Fenomena ini diungkap dalam laporan media lokal Hankook Ilbo, yang menyebut bahwa pemicu meningkatnya minat operasi plastik di kalangan prajurit muda adalah kenaikan gaji tentara dan promosi agresif dari klinik kecantikan. Letnan Kim, salah satu komandan di unit garis depan mengaku terkejut setelah seorang tentara kembali dari cuti dengan kondisi hidung masih bengkak usai rhinoplasty atau operasi hidung.

"Saya bingung karena dia menjalani operasi hidung tanpa memberi tahu siapa pun," kata Letnan Kim.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tentara tersebut akhirnya dibebastugaskan demi menghindari risiko komplikasi medis di lapangan. Kasus serupa juga terjadi di unit lain. Seorang Letnan Dua di wilayah Chungcheong mengatakan ia terpaksa mengeluarkan prajurit dari jadwal jaga malam setelah operasi kelopak mata membuat matanya masih sangat bengkak.

Orang tua prajurit juga disebut ikut campur. Kapten Park dari Provinsi Gangwon mengaku menerima telepon dari ibu seorang tentara yang meminta anaknya dibebaskan dari tugas menggali parit karena luka operasi kelopak matanya belum sembuh.

ADVERTISEMENT

"Sulit untuk langsung mengabulkan karena bisa menjadi contoh buruk. Tapi jika terjadi sesuatu, komandan juga yang harus bertanggung jawab," katanya.

Meski operasi plastik di kalangan tentara sebenarnya sudah lama terjadi, dulu prosedur tersebut biasanya dilakukan menjelang akhir masa dinas saat mereka bersiap kembali ke kehidupan sipil. Kini, tren itu bergeser ke tentara aktif yang masih menjalani tugas rutin.

Seorang staf konsultasi di klinik operasi plastik kawasan Gangnam mengatakan ada dua hingga tiga tentara aktif datang setiap minggu untuk konsultasi operasi mata atau hidung. Klinik kecantikan disebut aktif membidik tentara muda lewat media sosial dengan diskon sampai 40%.

Di sisi lain, para komandan militer mulai khawatir karena belum ada aturan jelas terkait soal prosedur estetika maupun masa pemulihan yang bisa mengganggu kesiapan tempur pasukan. Profesor studi militer dari Sangji University, Choi Gi-il, menilai militer perlu membuat sistem pengelolaan yang lebih jelas.

"Militer harus mencegah situasi di mana tentara melewatkan latihan atau kegiatan unit karena efek pemulihan operasi," ujarnya.

Fenomena ini juga menunjukkan bagaimana standar penampilan dan budaya estetika semakin melekat pada generasi muda pria di Korea Selatan, termasuk di lingkungan militer. Selama ini lingkungan militer identik dengan disiplin dan kesiapan fisik.

(kik/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads