4 Kesalahan <i>Foreplay</i> yang Bisa Membuat Pasangan Malas Bercinta
Eny Kartikawati - wolipop
Rabu, 03 Jun 2015 18:58 WIB
Jakarta
-
Bagi wanita, foreplay menjadi bagian penting dari aktivitas seks yang tidak boleh dilupakan. Ibarat makan, foreplay adalah makanan pembuka sebelum perut bersiap menyambut makanan utama yang cenderung berat. Oleh karena itulah foreplay bisa menentukan apakah wanita nantinya benar-benar menikmati makanan utama untuknya atau tidak.
Foreplay yang tepat bisa memunculkan gairah dan membantu wanita mendapatkan orgasmenya. Ketika melakukan foreplay, ada empat hal yang sebaiknya dihindari agar hubungan intim dengan pasangan tidak mengecewakan. Berikut ini empat kesalahan saat foreplay seperti dijelaskan oleh penulis The Female Orgasm Revealed, Gabrielle Moore:
1. Oral Seks
Moore mengatakan selama ini cukup banyak pasangan yang berkonsultasi padanya dan mempercayai kalau oral seks merupakan bagian dari foreplay. Padahal anggapan tersebut salah. Kenyataannya oral seks sebenarnya hanyalah variasi lain dari penetrasi melalui vagina. Sehingga kalau memang ingin foreplay, sebaiknya Anda dan pasangan tak saling menyentuh area intim.
2. Saling Menyentuh Area Intim
Menurut Moore, foreplay seharusnya tidak melibatkan saling menyentuh area genital agar Anda dan suami tidak langsung ingin buru-buru melakukan penetrasi. Memang akan sedikit sulit, jika sebelumnya biasa melakukan hal tersebut. Tapi tidak ada salahnya dicoba dengan menunda menyentuh area tersebut. Dengan menunda, gairah seks di antara Anda dan suami akan semakin meningkat dan seks pun bisa semakin 'panas'.
Sebagai alternatif Anda bisa foreplay dengan saling berciuman dan menyentuh bagian tubuh lainnya tapi bukan area genital. Ekspolorasi titik-titik sensitif di tubuh pasangan. Memberikan pijatan lembut di area tersebut juga bisa membuat libido meningkat.
3. Tergesa-gesa
Foreplay seharusnya dilakukan tidak dalam kondisi terburu-buru. Foreplay dilakukan secara perlahan, sehingga gairah seks naik secara bertahap. Selama foreplay dilakukan dengan cara yang benar, wanita biasanya akan tahu kapan saatnya penetrasi bisa dilakukan. Wanita bisa meminta pasangannya untuk melakukannya.
4. Hanya Saat Mau Bercinta
Foreplay tak harus dilakukan ketika Anda sudah berada di tempat tidur dan akan bercinta. Menurut Moore, itulah salah satu persepsi salah tentang foreplay, yaitu hanya dilakukan sebelum berhubungan seks.
Anda bisa melakoni aktivitas ini sejak pagi, misalnya dengan menggodanya saat sarapan. Dilanjutkan memberikan pesan teks mesra saat sedang bekerja dan baru dilanjutkan di malam hari. Ketika sudah bertemu di malam hari, gairah Anda dan pasangan sudah terbangun.
(eny/fer)
Foreplay yang tepat bisa memunculkan gairah dan membantu wanita mendapatkan orgasmenya. Ketika melakukan foreplay, ada empat hal yang sebaiknya dihindari agar hubungan intim dengan pasangan tidak mengecewakan. Berikut ini empat kesalahan saat foreplay seperti dijelaskan oleh penulis The Female Orgasm Revealed, Gabrielle Moore:
1. Oral Seks
Moore mengatakan selama ini cukup banyak pasangan yang berkonsultasi padanya dan mempercayai kalau oral seks merupakan bagian dari foreplay. Padahal anggapan tersebut salah. Kenyataannya oral seks sebenarnya hanyalah variasi lain dari penetrasi melalui vagina. Sehingga kalau memang ingin foreplay, sebaiknya Anda dan pasangan tak saling menyentuh area intim.
2. Saling Menyentuh Area Intim
Menurut Moore, foreplay seharusnya tidak melibatkan saling menyentuh area genital agar Anda dan suami tidak langsung ingin buru-buru melakukan penetrasi. Memang akan sedikit sulit, jika sebelumnya biasa melakukan hal tersebut. Tapi tidak ada salahnya dicoba dengan menunda menyentuh area tersebut. Dengan menunda, gairah seks di antara Anda dan suami akan semakin meningkat dan seks pun bisa semakin 'panas'.
Sebagai alternatif Anda bisa foreplay dengan saling berciuman dan menyentuh bagian tubuh lainnya tapi bukan area genital. Ekspolorasi titik-titik sensitif di tubuh pasangan. Memberikan pijatan lembut di area tersebut juga bisa membuat libido meningkat.
3. Tergesa-gesa
Foreplay seharusnya dilakukan tidak dalam kondisi terburu-buru. Foreplay dilakukan secara perlahan, sehingga gairah seks naik secara bertahap. Selama foreplay dilakukan dengan cara yang benar, wanita biasanya akan tahu kapan saatnya penetrasi bisa dilakukan. Wanita bisa meminta pasangannya untuk melakukannya.
4. Hanya Saat Mau Bercinta
Foreplay tak harus dilakukan ketika Anda sudah berada di tempat tidur dan akan bercinta. Menurut Moore, itulah salah satu persepsi salah tentang foreplay, yaitu hanya dilakukan sebelum berhubungan seks.
Anda bisa melakoni aktivitas ini sejak pagi, misalnya dengan menggodanya saat sarapan. Dilanjutkan memberikan pesan teks mesra saat sedang bekerja dan baru dilanjutkan di malam hari. Ketika sudah bertemu di malam hari, gairah Anda dan pasangan sudah terbangun.
(eny/fer)










































