Wah, Pakai Kondom Saat Bercinta Ternyata Bisa Buat Miss V Tambah Sehat

- wolipop Kamis, 01 Agu 2013 11:09 WIB
Dok. Thinkstock
Jakarta - Penggunaan kondom tidak hanya bisa mengontrol kehamilan dan mencegah penyebaran penyakit kelamin. Alat kontrasepsi yang satu ini ternyata juga berguna untuk menjaga kesehatan Miss V.

Seperti dikutip Daily Mail dari Live Science, studi terbaru yang diadakan di China menemukan, kondom bisa meningkatkan level bakteri baik di area vagina. Ditemukan juga bahwa wanita yang aktif berhubungan seks dan menggunakan kondom memiliki jumlah bakteri baik lebih banyak dibandingkan wanita yang menggunakan alat kontrasepsi lain (pil KB, sistem kalender atau spiral).

Bakteri baik tersebut adalah Lactobacillus yang juga biasa ditemukan pada makanan probiotik seperti yoghurt. Dalam jumlah yang cukup, Lactobacillus di area Miss V bisa mengurangi iritasi dan gatal-gatal, bahkan menurunkan risiko terinfeksi HIV.

Para peneliti dari Beijing Friendship Hospital telah meneliti 164 wanita menikah di China. Semua partisipan dalam kondisi tubuh sehat, berusia antara 18 sampai 45 tahun dan tidak menggunakan alat kontrasepsi hormonal (pil KB). Dari semua partisipan, 72 orang menggunakan kondom, 57 orang memakai utrauterine device (IUD) --alat berbentuk huruf T yang dimasukkan ke vagina-- dan 35 dengan sistem kalender, dimana pasangan tidak berhubungan seks di masa subur.

Peneliti memfokuskan studi pada Lactobacillus, bakteri yang mendominasi pH natural vagina pada wanita. Mikroba yang memproduksi lactic acid dan hydrogen peroxide ini membantu menjaga kadar pH normal dan sehat di kisaran 4,5. Kadar pH yang normal diketahui bisa menghalangi bakteri jahat untuk menguasai area Miss V dan menyebabkan iritasi.

Kehadiran Lactobacillus ini bisa membantu mencegah terjadinya bacterial vaginosis yang berpotensi menimbulkan ketidakseimbangan pada ekosistem di area Miss V. Jika terjadi ketidakseimbangan, vagina bisa gatal-gatal dan berbau tak sedap. Aktivitas seksual bisa mengganggu keseimbangan ekosistem vagina, terutama ketika semen (dengan pH 7.0 sampai 8.0) memasuki liang Miss V.

Peneliti menemukan, populasi Lactobacillus jauh lebih tinggi pada kelompok partisipan yang menggunakan kondom, sebab bisa menjaga kemampuan alami vagina untuk mencegah meningginya tingkat keasaman yang datang dari semen pria.

Namun para peneliti juga menekankan bahwa kondom mungkin bukan alat yang paling tepat untuk mencegah kehamilan. Kondom punya tingkat kegagalan sebesar 15 persen yang disebabkan kesalahan manusia saat menggunakannya. Sementara itu IUD hanya menunjukkan kegagalan sebanyak 0,6 sampai 0,8 persen di tahun pertama. dan bisa efektif lebih dari 10 tahun setelah pertama kali dimasukkan.


(hst/hst)