Liputan Khusus Foreplay
7 Kesalahan Foreplay yang Merusak Kenikmatan Bercinta
wolipop
Jumat, 19 Apr 2013 10:04 WIB
Jakarta
-
Foreplay seharusnya membuat sesi bercinta jadi lebih menyenangkan. Dengan catatan, apabila dilakukan dengan benar dan 'tepat' sasaran. Bagi beberapa pasangan khususnya yang baru menikah, hubungan seks terkadang jadi menyakitkan atau momen bercinta berkurang antusiasmenya karena cara foreplay yang salah. Jadi sebelum memulainya, sebaiknya simak dulu tujuh kesalahan ini agar bisa diantisipasi.
1. Terlalu Kasar
Menyentuh bagian tubuh yang sensitif kerap dilakukan untuk memberi rangsangan seksual pada pasangannya. Namun terkadang banyak wanita yang tak bisa mengontrol lembut atau kencangnya sentuhan, terutama di bagian intim pria. Seperti dilansir Askmen, kadang sentuhan yang terlalu kasar juga akan membuat pria merasa kesakitan.
2. 'Lanjut' atau 'Berhenti' di Saat yang Salah
Banyak pria yang merasa pasangannya selalu berhenti melakukan foreplay di saat yang salah. Ada juga yang menganggap aksi foreplay yang dilakukan terlalu panjang. Intinya, jangan terlalu fokus pada pikiran serta perasaan Anda sendiri. Jangan lupa juga untuk merasakan serta melihat bahasa tubuh pasangan. Apakah foreplay yang kalian lakukan sudah cukup, atau harus diteruskan.
3. Tidak Bertanya
Membaca buku atau majalah yang berisi tips-tips seks boleh saja. Namun sebaiknya jangan lakukan tips-tips yang Anda baca tanpa berekplorasi sedikitpun. Bisa saja tips yang Anda baca tak sesuai dengan keinginan pasangan. Tak ada salahnya untuk berkomunikasi saat foreplay dengan menanyakan perasaannya. Tanya apa yang ia sukai, lalu penuhi keinginannya itu.
4. Mengabaikan Ciuman
Pria biasanya enggan berlama-lama melakukan ciuman saat foreplay. Mereka lebih suka langsung menyentuh bagian sensitif tubuh pasangannya dengan anggapan gairah bisa cepat naik. Padahal, ciuman pun bisa membuat libido meningkat selama tidak dilakukan dengan terburu-buru. Wanita menikmati ciuman intens dengan pasangannya. Selain di bibir, bagian lain yang juga wanita suka untuk dicium adalah leher dan bahu.
5. Seperti Dikejar Waktu
Foreplay terlalu singkat adalah kesalahan besar. Terlebih jika wanita belum terlubrikasi dan langsung melakukan penetrasi, tentunya ini akan membuat aktivitas bercinta jadi terasa sakit. Wanita ingin pasangannya mengeksplorasi tubuh mereka, menyentuh titik-titik sensitif. Pada momen ini, wanital yang semestinya memberi perintah kapan foreplay disudahi dan bisa dilanjutkan ke tahap berikutnya.
"Foreplay yang bagus kalau terjadi lubrikasi pada vagina dan dia juga merekah," jelas seksolog Dr Andri Wananda, ketika diwawancara wolipop lewat telepon, beberapa waktu lalu.
6. Terlalu 'Basah'
Foreplay biasanya banyak melibatkan lidah dan mulut sebagai alat stimulasi. Dikutip dari Times of India, hal ini wajar karena semakin lama foreplay, sensasinya akan semakin intens. Tapi hati-hati apabila foreplay dengan dua organ tubuh ini. Ciuman atau jilatan yang terlalu membabi-buta akan membuat mulut serta tubuh pasangan terlalu basah sehingga bisa mengurangi kenikmatan sesi pemanasan ini.
7. Lepas Kontrol
Ketika terlalu semangat foreplay, terkadang bukan kenikmatan yang diberikan pasangan tapi justru memar dan luka-luka pada tubuh. Menggigit area sensitif pasangan seperti leher, telinga dan tengkuk memang bisa membangkitkan libido. Tapi jika gigitan itu lepas kontrol jadi luka dan menyakitkan, tentu foreplay tidak lagi menyenangkan.
(hst/eny)
1. Terlalu Kasar
Menyentuh bagian tubuh yang sensitif kerap dilakukan untuk memberi rangsangan seksual pada pasangannya. Namun terkadang banyak wanita yang tak bisa mengontrol lembut atau kencangnya sentuhan, terutama di bagian intim pria. Seperti dilansir Askmen, kadang sentuhan yang terlalu kasar juga akan membuat pria merasa kesakitan.
2. 'Lanjut' atau 'Berhenti' di Saat yang Salah
Banyak pria yang merasa pasangannya selalu berhenti melakukan foreplay di saat yang salah. Ada juga yang menganggap aksi foreplay yang dilakukan terlalu panjang. Intinya, jangan terlalu fokus pada pikiran serta perasaan Anda sendiri. Jangan lupa juga untuk merasakan serta melihat bahasa tubuh pasangan. Apakah foreplay yang kalian lakukan sudah cukup, atau harus diteruskan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Membaca buku atau majalah yang berisi tips-tips seks boleh saja. Namun sebaiknya jangan lakukan tips-tips yang Anda baca tanpa berekplorasi sedikitpun. Bisa saja tips yang Anda baca tak sesuai dengan keinginan pasangan. Tak ada salahnya untuk berkomunikasi saat foreplay dengan menanyakan perasaannya. Tanya apa yang ia sukai, lalu penuhi keinginannya itu.
4. Mengabaikan Ciuman
Pria biasanya enggan berlama-lama melakukan ciuman saat foreplay. Mereka lebih suka langsung menyentuh bagian sensitif tubuh pasangannya dengan anggapan gairah bisa cepat naik. Padahal, ciuman pun bisa membuat libido meningkat selama tidak dilakukan dengan terburu-buru. Wanita menikmati ciuman intens dengan pasangannya. Selain di bibir, bagian lain yang juga wanita suka untuk dicium adalah leher dan bahu.
5. Seperti Dikejar Waktu
Foreplay terlalu singkat adalah kesalahan besar. Terlebih jika wanita belum terlubrikasi dan langsung melakukan penetrasi, tentunya ini akan membuat aktivitas bercinta jadi terasa sakit. Wanita ingin pasangannya mengeksplorasi tubuh mereka, menyentuh titik-titik sensitif. Pada momen ini, wanital yang semestinya memberi perintah kapan foreplay disudahi dan bisa dilanjutkan ke tahap berikutnya.
"Foreplay yang bagus kalau terjadi lubrikasi pada vagina dan dia juga merekah," jelas seksolog Dr Andri Wananda, ketika diwawancara wolipop lewat telepon, beberapa waktu lalu.
6. Terlalu 'Basah'
Foreplay biasanya banyak melibatkan lidah dan mulut sebagai alat stimulasi. Dikutip dari Times of India, hal ini wajar karena semakin lama foreplay, sensasinya akan semakin intens. Tapi hati-hati apabila foreplay dengan dua organ tubuh ini. Ciuman atau jilatan yang terlalu membabi-buta akan membuat mulut serta tubuh pasangan terlalu basah sehingga bisa mengurangi kenikmatan sesi pemanasan ini.
7. Lepas Kontrol
Ketika terlalu semangat foreplay, terkadang bukan kenikmatan yang diberikan pasangan tapi justru memar dan luka-luka pada tubuh. Menggigit area sensitif pasangan seperti leher, telinga dan tengkuk memang bisa membangkitkan libido. Tapi jika gigitan itu lepas kontrol jadi luka dan menyakitkan, tentu foreplay tidak lagi menyenangkan.
(hst/eny)
Perawatan dan Kecantikan
Anti Lepek Saat Puasa, Rambut Tetap Fresh Tanpa Keramas Setiap Hari dengan Dry Shampoo Favorit!
Elektronik & Gadget
Wajib Punya Saat Mudik! Kipas Turbo Mini 100 Gear & Powerbank dalam Satu Genggaman!
Elektronik & Gadget
SONY WF-1000XM5 Noise Cancelling True Wireless Earbuds, True Wireless Premium dengan Noise Cancelling Paling Serius di Kelasnya!
Perawatan dan Kecantikan
Rekomendasi Sunscreen Lokal Favorit yang Wajib Dicoba di Bulan Ramadan Supaya Kulit Tetap Terjaga dari Sinar Matahari!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Bukan Malam Hari, Ini Waktu Terbaik untuk Bercinta Menurut Pakar
Survei Ungkap 3 Posisi Bercinta Favorit Milenial, Didominasi Gaya Klasik
6 Seafood yang Bisa Tingkatkan Performa Seks Pria Jika Rutin Dikonsumsi
Studi: Rutin Bercinta 2 Kali Seminggu Kurangi Risiko Sakit Jantung pada Pria
Dokter Ungkap Rahasia Agar PD Saat Bercinta: Rawat Area Intim Ini
Most Popular
1
Bosan Scroll Medsos? 18 Hobi Ini Cocok untuk Digital Detox dan Melepas Penat
2
8 Foto Chuando Tan Pria Paling Awet Muda, Ultah ke-60 Tahun Wajah Bak 30 Tahun
3
Foto: Kate Moss Kembali ke Catwalk Gucci, Seksi Pakai Gaun G-String
4
Pesona Natural Steffi Zamora Usai Lewati Flamingo Era, Makin Glowing & Fresh
5
10 Artis Korea yang Paling Laku Jadi Bintang Iklan, Byeon Woo Seok No. 1
MOST COMMENTED











































