Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

34% Pria Juga Pernah Memalsukan Orgasme

Eny Kartikawati - wolipop
Kamis, 02 Agu 2012 19:31 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Survei terbaru dari situs AskMen yang melibatkan 50.000 orang mengungkapkan hal mengejutkan. Dalam hal urusan memalsukan orgasme, bukan hanya wanita saja yang melakukannya. 34% pria pun mengaku pernah pura-pura klimaks.

Dari hasil riset itu juga terungkap, 63% wanita memalsukan orgasmenya. Dari 63% tersebut, 26% mengatakan sering pura-pura klimaks dan 26% mengaku mereka selalu memalsukan orgasmenya.

Dalam survei yang dinamai 2012 AskMen and AskWomen itu, Askmen bekerjasama dengan situs TresSugar. Dari 50 ribu orang yang ikut survei, 49 ribunya adalah pria dan wanitanya hanya 1.000.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasil survei AskMen tersebut semakin menguatkan riset Men's Health pada 2010 mengenai pria yang berpura-pura orgasme. Ada 2.000 pria dan wanita yang ikut riset tersebut. Saat diteliti ada 17% pria yang mengaku memalsukan orgasmenya.

Penelitian yang dilakukan University of Kansas pada 2010 juga menemukan hal serupa. 10% pria mengungkapkan mereka pernah pura-pura orgasme.

Pakar seks Ian Kerner mengatakan, memang ada kecenderungan peningkatan dalam jumlah pria yang memalsukan orgasmenya ini. Kenapa semakin banyak pria pura-pura klimaks? Penulis buku 'She Comes First' itu memaparkan analisanya seperti dikutip CNN:

1. Makin banyak pria mengonsumsi antidepresan seperti Prozac, Zoloft dan Paxil. Obat ini tidak hanya membuat orgasme jadi tertunda, tapi juga bisa menyebabkan pria gagal ejakulasi.

2. Semakin mudahnya akses ke situs-situs porno. Kemudahan akses ini membuat pria jadi lebih mudah melakukan masturbasi, sehingga ketika melakoni hubungan seks yang sebenarnya bersama pasangan, dia jadi lebih butuh waktu untuk orgasme.

3. Ketika pria terlalu sering masturbasi, dia bisa terkena Sexual Attention Deficit Disorder (SADD). Pria dengan SADD telah menjadi begitu terbiasa dengan stimulasi dari pornografi di internet sehingga saat berhubungan seks dengan pasangannya, mereka sulit untuk fokus. Kesulitan untuk berkonsentrasi ini membuat pria dengan SADD juga tidak bisa menjaga ereksi mereka saat bercinta. Mereka juga akan mengalami ejakulasi dini atau hanya bisa mencapai klimaks dengan cara oral seks.

4. Pria yang terlalu sering mengakses pornografi di internet dan terkena SADD juga akan cepat bosan atau tidak sabar saat melakukan hubungan seks. Mereka mudah terangsang namun tidak dapat mencapai klimaks.

(eny/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads