Amankah Seks Saat Hamil?
wolipop
Senin, 20 Des 2010 18:55 WIB
Jakarta
-
Kehidupan seks yang sehat dapat menambah kenyamanan dan meringankan tingkat stres saat kehamilan. Namun beberapa pasangan khawatir tentang kegiatan seks mereka apakah membahayakan janin atau tidak.
Kebanyakan pasangan ingin tahu apa saja kegiatan seks yang paling aman yang bisa dilakukan selama kehamilan. Untuk menjawab pertanyaan ini, pasangan harus mempertimbangkan kesehatan ibu, perkembangan kehamilan dan perasaan kedua
pasangan. Berikut beberapa informasi penting lainnya seperti dikutip modern mom.
Efek
Pada kehamilan berisiko rendah, seks dianggap aman dan sehat. Menurut American College of Obstetricians and Gynecologist, kenyamanan dan keingin akan seks pada wanita hamil harus dipastikan terlebih dahulu sebelum mulai berhubungan seks.
Beberapa posisi seks dapat membuat wanita hamil tidak nyaman, jadi kesabaran mencari posisi seks yang nyaman merupakan kunci utama. Dalam kehamilan berisiko tinggi, dokter mungkin menyarankan untuk membatasi atau bahkan melarang kegiatan seks.
Kurun waktu
Selama trisemester pertama kehamilan, tubuh lebih sensitif dan mual. Pada masa ini seks bisa menjadi tidak nyaman, bahkan dorongan seksual kemungkinan menurun. Pada trimester kedua, biasanya dorongan seksual kembali dan mual sudah berkurang.
Peningkatan berat badan pada trimester ketiga dapat membuat seks tidak nyaman, tetapi seks masih bisa dilakukan jika Anda dan pasangan menginginkan. Menurut Nemours Foundation, dokter mungkin menyarankan untuk menghentikan kegiatan seksual selama minggu-minggu terakhir kehamilan, karena sperma mengandung bahan kimia yang diyakini dapat merangsang kontraksi.
Kehamilan berisiko tinggi
Pada kehamilan berisiko tinggi, dokter cenderung untuk merekomendasikan pasangan tidak melakukan hubungan seks . Alasannya karena mudah terjadi pendarahan pada vagina, ketuban pecah dan pembukaan dini leher rahim atau plasenta pecah.
Wanita yang memiliki riwayat sulit hamil atau melahirkan prematur juga mungkin dianjurkan untuk tidak berhubungan seks.
Seks tidak menyebabkan keguguran
Seks tidak akan menyebabkan keguguran pada kehamilan yang sehat. Penetrasi juga tidak berbahaya bagi janin karena janin dilindungi oleh kantung ketuban dan lendir dalam rahim. Sebagian besar kasus keguguran terjadi karena masalah genetik atau masalah kesehatan lainnya.
Orgasme dan kontraksi
Orgasme dapat menyebabkan reaksi yang mirip dengan kontraksi. Hal itu bukanlah kontraksi ingin melahirkan dan tidak berhubungan dengan kelahiran prematur.
(kik/kik)
Kebanyakan pasangan ingin tahu apa saja kegiatan seks yang paling aman yang bisa dilakukan selama kehamilan. Untuk menjawab pertanyaan ini, pasangan harus mempertimbangkan kesehatan ibu, perkembangan kehamilan dan perasaan kedua
pasangan. Berikut beberapa informasi penting lainnya seperti dikutip modern mom.
Efek
Pada kehamilan berisiko rendah, seks dianggap aman dan sehat. Menurut American College of Obstetricians and Gynecologist, kenyamanan dan keingin akan seks pada wanita hamil harus dipastikan terlebih dahulu sebelum mulai berhubungan seks.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kurun waktu
Selama trisemester pertama kehamilan, tubuh lebih sensitif dan mual. Pada masa ini seks bisa menjadi tidak nyaman, bahkan dorongan seksual kemungkinan menurun. Pada trimester kedua, biasanya dorongan seksual kembali dan mual sudah berkurang.
Peningkatan berat badan pada trimester ketiga dapat membuat seks tidak nyaman, tetapi seks masih bisa dilakukan jika Anda dan pasangan menginginkan. Menurut Nemours Foundation, dokter mungkin menyarankan untuk menghentikan kegiatan seksual selama minggu-minggu terakhir kehamilan, karena sperma mengandung bahan kimia yang diyakini dapat merangsang kontraksi.
Kehamilan berisiko tinggi
Pada kehamilan berisiko tinggi, dokter cenderung untuk merekomendasikan pasangan tidak melakukan hubungan seks . Alasannya karena mudah terjadi pendarahan pada vagina, ketuban pecah dan pembukaan dini leher rahim atau plasenta pecah.
Wanita yang memiliki riwayat sulit hamil atau melahirkan prematur juga mungkin dianjurkan untuk tidak berhubungan seks.
Seks tidak menyebabkan keguguran
Seks tidak akan menyebabkan keguguran pada kehamilan yang sehat. Penetrasi juga tidak berbahaya bagi janin karena janin dilindungi oleh kantung ketuban dan lendir dalam rahim. Sebagian besar kasus keguguran terjadi karena masalah genetik atau masalah kesehatan lainnya.
Orgasme dan kontraksi
Orgasme dapat menyebabkan reaksi yang mirip dengan kontraksi. Hal itu bukanlah kontraksi ingin melahirkan dan tidak berhubungan dengan kelahiran prematur.
(kik/kik)
Hobi dan Mainan
Upgrade Suara Kendaraan dengan Klakson Mobil Motor HELLA 12V yang Kuat dan Tahan Lama!
Pakaian Wanita
Tampil Anggun Sepanjang Prosesi Wisuda! Intip Inspirasi Padu Padan dengan Kebaya Kutubaru
Olahraga
Cara Praktis Kencangkan Otot Perut dari Rumah dengan SPEEDS Abdominal Roller
Pakaian Wanita
Bikin Looks Tetap Fresh dan Cerah! PUMA Skye Women yang Cocok Dipakai Harian
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Bukan Malam Hari, Ini Waktu Terbaik untuk Bercinta Menurut Pakar
Survei Ungkap 3 Posisi Bercinta Favorit Milenial, Didominasi Gaya Klasik
6 Seafood yang Bisa Tingkatkan Performa Seks Pria Jika Rutin Dikonsumsi
Studi: Rutin Bercinta 2 Kali Seminggu Kurangi Risiko Sakit Jantung pada Pria
Dokter Ungkap Rahasia Agar PD Saat Bercinta: Rawat Area Intim Ini
Most Popular
1
Di Usia 83, Calvin Klein Ingin Nikahi Kekasih 36 Tahun, Tuai Kontroversi
2
Viral Normalisasi Souvenir Sayur di Pernikahan, Bikin Emak-emak Jadi Happy
3
Ramadan Pret-A-Porter
Yuk ke Bazar Ramadan PIK 2: Berburu Koleksi Klamby dan Kami. yang Eksklusif
4
8 Brand Lokal Rilis Cheongsam Modern, Bisa Dipakai Selain Hari Imlek
5
5 Gaya Seduktif Hailey Bieber Berbalut Lingerie Dress dari Saint Laurent
MOST COMMENTED











































