Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Hati-hati, Botol Bayi Sebabkan Diabetes!

wolipop
Selasa, 30 Sep 2008 12:55 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Jakarta - Para peneliti dari Inggris menemukan bahwa bahan kimia pada plastik yang terdapat pada botol air dan botol minum bayi berhubungan dengan masalah kesehatan, khususnya diabetes dan sakit jantung.

Penemuan yang dipublikasikan melalui Journal of the American Medical Association ini memeriksa air seni dan darah dari 1.455 orang Amerika berumur 18 sampai 74 tahun.

Dengan menggunakan data kesehatan pemerintah, mereka menemukan 25% orang dengan kadar bisphenol A (BPA) yang tinggi dalam tubuhnya memiliki resiko dua kali lebih besar terkena penyakit jantung dan diabetes dibandingkan 25% sisanya yang memiliki kadar BPA rendah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Penemuan ini disimpulkan pula dengan apa yang ditemukan pada hewan percobaan" ucap Iain Lang, seorang peneliti dari Universitas Exeter di Inggris seperi yang dikutip detikhot dari Independent (26/09/2008).

BPA itu sendiri dapat ditemui di plastik yang biasa dijadikan wadah makanan ataupun botol susu bayi. namun hingga saat ini masih terjadi perbedaan pendapat mengenai penelitian tersebut.

Pernyataan terbalik dikemukakan Steven Hentges dari American Chemisty Council. Ia berkata bahwa penelitian itu seharusnya tidak menuliskan BPA sebagai penyebab penyakit jantung dan diabetes. "Setidaknya, kita tidak boleh mengambil kesimpulan terlebih dahulu bahwa bisphenol A dapat mempengaruhi kesehatan, seperti yang dibilang si penulis buku, diperlukan studi yang lebih jauh untuk benar-benar memahami apakah benar ada hubungan bisphenol A dengan masalah kesehatan"

Di Amerika sendiri, rumor mengenai BPA ini sedang menjadi perdebatan. Badan
kesehatan Amerika akan mendengar dahulu kesaksian dari perusahaan yang membuat plastik polycarbonate dari bahan BPA. Sedangkan Pemerintah Kanada sudah tidak menerima beberapa produk yang mengandung BPA karena dianggap berbahaya sejak bulan April lalu.

Bagaimana dengan Indonesia?

(kee/kee)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads