Rilis Katalog Digital 2021, IKEA Angkat Tema Berani untuk Berubah

Reyhan Diandri Ghivarianto - wolipop Selasa, 22 Sep 2020 16:34 WIB
Country Marketing Manager IKEA Indonesia Dyah Fitrisally Foto: istimewa-Country Marketing Manager IKEA Indonesia Dyah Fitrisally
Jakarta -

IKEA Indonesia meluncurkan katalog dalam versi digital untuk tahun 2021 setelah pada tahun-tahun sebelumnya dirilis dalam versi cetak. Katalog digital 2021 ini pun membawa tema 'Berani untuk Berubah' menyesuaikan dengan keadaan saat ini.

Country Marketing Manager IKEA Indonesia Dyah Fitrisally mengatakan saat ini masyarakat berada dalam situasi yang sangat unik mengingat pandemi COVID-19 baru pertama kali dirasakan. Pihaknya melihat pandemi ini menyebabkan banyak perubahan yang terjadi dan perubahan itu pun sampai ke kehidupan keluarga di rumah.

"Perubahan itu pasti akan terjadi apakah itu perubahan jangka panjang maupun yang permanen. Kita tahu berubah itu susah, tapi masyarakat harus bisa berubah dalam kondisi seperti ini. Makanya IKEA mengajak semua keluarga Indonesia berani untuk berubah, karena kondisi ini tidak hanya sebentar dan kita juga tidak pernah tahu sampai kapan. That's why kita mengambil tema berani untuk berubah," ungkap Dyah, dalam acara konferensi pers IKEA melalui Zoom, Selasa (22/9/2020).

Dyah mengatakan dengan mengambil tema berani untuk berubah, pastinya IKEA juga harus melakukan perubahan terlebih dahulu. Oleh karena itu, perubahan pun diwujudkan dengan katalog IKEA 2021 yang sudah tidak ada lagi versi printed-nya.

"Kita berusaha sebisa mungkin contactless makanya kita ada digital format untuk katalognya sendiri. Lalu yang kita inginkan sebenarnya adalah dengan perubahan digital format ini, bisa diakses oleh semua orang. Kalau printed kan antara konsumen mengambil ke toko fisik IKEA atau IKEA mengirim ke rumah masing-masing, tidak semua orang bisa menikmatinya. We want to be more accesible," ungkap Dyah.

Menurut Dyah, pembuatan katalog IKEA pun memakan proses yang cukup panjang. Proses tersebut dimulai dari katalog Global IKEA.

"Namun dari Global itu pun semuanya berawal dari riset masing-masing negara. Misalnya kehidupan di rumah Indonesia seperti apa sih, insight-insight apa sih dari negara masing-masing. Itu yang kita kumpulkan di Global dan diolah menjadi sebuah katalog," ungkapnya.

Dyah mengatakan setelah katalog Global dikumpulkan maka dilakukan proses untuk mengadaptasi katalog tersebut menjadi katalog Indonesia. "Sebagai IKEA Indonesia kita juga harus mengadaptasi itu (katalog) menjadi yang lebih lokal relevan. Jadi kita lihat dari esensi yang ada sekarang, jika ada kondisi seperti pandemi pasti ini ada perubahan lagi. Sebelum kita launching kita juga melakukan home visit secara virtual kepada responden, untuk mencari kebutuhannya seperti apa dan permasalahannya apa," jelas Dyah.

Dyah pun berharap katalog digital terbaru dari IKEA ini bisa dinikmati semua orang. Hal itu karena di dalamnya bisa ditemukan solusi untuk memenuhi kebutuhan masing-masing keluarga Indonesia.

"Di IKEA sendiri kita memfokuskan produk kepada keluarga dengan anak-anak, karena di Indonesia 68%-nya keluarga dan anak. Jadi itu yang menjadi fokus utama kita sih sebenarnya, kenapa kita memilih segmen mereka. Dari situ kita bisa bantu problem-problem yang ada dengan solusi dan inspirasi dari IKEA," pungkas Dyah.



Simak Video "Digaji Rp 367 Juta, Ini Fasilitas Jadi Asisten Magang Ratu Elizabeth II"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)