ADVERTISEMENT

Pakar Keuangan Ungkap 5 Cara Menghadapi Dilema Sandwich Generation

Rahmi Anjani - wolipop Sabtu, 21 Jan 2023 10:00 WIB
A young woman is sitting on a sofa by the window and looking outside through the window at home. Foto: Getty Images/recep-bg
Jakarta -

Sandwich generation adalah sebutan untuk orang-orang yang 'diapit' karena harus membiayai diri sendiri sekaligus orang tua atau anggota keluarga lain. Belakangan istilah ini ramai jadi perbincangan di media sosial ketika banyak milenial dan gen Z yang merasa menjadi korbannya. Bukan hal yang mudah, tak jarang sandwich generation dihadapkan dengan persoalan yang mempengaruhi keuangan bahkan psikologi mereka.

Dalam Kulwap Wolipop #VersiTerbaikmu" Atur Cuan Anti Boncos di 2023", perencana Keuangan Annisa Steviani menjawab pertanyaan peserta mengenai berbagai masalah finansial, termasuk sandwich generation. Menurutnya, persoalan itu bisa lebih kompleks dari sekadar kegagalan finansial orang tua. Untuk mengatasi dan memutus rantai problema ini, Annisa menyarankan agar kamu mengubah mindset hingga berdiskusi dengan keluarga. Berikut lima tips darinya:

1. Ubah Mindset Bahwa Kamu Bukan Korban
Untuk memudahkan niat kamu membantu orang tua, Annisa menyarankan untuk mengubah pikiran bahwa membiayai mereka adalah beban dan kamu adalah korban. "Tidak ada yang jadi korban. Bantu dengan sadar dan bertanggung jawab bahwa ini memang pilihanku," ujarnya.

2. Sadari Kondisi Keluarga
Hal lain yang perlu dilakukan sebagai sandwich generation adalah untuk menyadari kondisi keluarga yang mungkin berbeda dengan orang lain. Kemudian coba jujur bagaimana kamu ingin membantu atau terlibat dalam keuangan keluarga. "Memilih tidak membiayai orang tua juga bisa lho. Tapi kamunya mau nggak?"

3. Diskusikan dengan Keluarga
Disarankan pula untuk duduk dan berdiskusi bareng orangtua dengan kepala dingin. Kemudian petakan dengan jelas mengenai kebutuhan rutin mereka dan seberapa banyak kamu harus membantu. Cek apakah orang tua punya penghasilan dan ketahui apakah kondisinya memungkinkan untuk lebih produktif sehingga ada dana tambahan.

4. Minta Bantuan
Jika kamu keberatan baik secara perasaan atau finansial untuk membiayai orang tua coba minta bantuan saudara yang lain. "Apakah ada adik/kakak yang bisa juga menyumbang pada orang tua? Biasa anak pertama tuh maunya menanggung semuanya. Padahal kan bebannya bisa dibagi ke semua anak. Nggak mesti rata, tapi ada tanggung jawab bersama," kata Annisa.

"Sadari pula, membantu itu memang perlu batasan. Kadang kita mikirnya karena buat orang tua semua harus dikasih. Ya boleh kalau uangnya udah nggak terbatas. Kalau uang masih terbatas, ya memberi juga pasti akan terbatas," tambahnya.

5. Buat Batasan
Membantu orang tua memang sangat baik tapi perlu juga ada batasan. Karena itu, jika mau sejak awal buat aturan bahwa kamu hanya akan membantu kebutuhan sehari-hari mereka. "Kita pasti bisa membiayai biaya hidup orangtua (sembako, bayar listrik, dll) tapi kita nggak akan pernah bisa memenuhi gaya hidup orang lain termasuk orang tua. Jadi buat batasan yang jelas antara berapa akan memberi untuk biaya hidup, dan berapa untuk gaya hidup," kata perencana keuangan bersertifikat itu.

(ami/ami)