Wanita Indonesia Punya Peran Ganda: Diekspektasi Urus Anak Sekaligus Ortu

Rahmi Anjani - wolipop Selasa, 19 Apr 2022 10:30 WIB
Beautiful adult granddaughter hugging beautiful senior grandmother while sitting on the chair drinking coffee Foto: iStock
Jakarta -

Bergelut dengan peran ganda menjadi masalah yang banyak dihadapi wanita di seluruh dunia. Apalagi untuk para wanita bekerja yang dituntut juga harus andal sebagai istri dan ibu di rumah. Di budaya Asia, beban tersebut terasa semakin berat karena wanita juga diekspektasi untuk mengurus orang tua di masa tua mereka.

Menurut psikolog klinis keluarga Roslina Verauli, M.Psi., Psi. para wanita dewasa tak hanya dihadapkan pekerjaan atau pasangan tapi juga tekanan dari 'atas dan bawah'. Artinya mereka diekspektasi untuk merawat keluarga baik anak maupun orang tua. Hal ini pun umum terjadi di Indonesia.

"Kita semua punya orang tua yang butuh perawatan dan anak yang butuh pengasuhan dan energi, kebanyakan perempuan di Indonesia dan Asia punya tuntutan seperti sandwich generation, ternyata jadi perempuan di era sekarang pun dituntut lebih available untuk urus orang tua," kata Roslina di acara LoveCare, Menjaga yang Tercinta di Tugu Kuntstring, Menteng, Jakarta Pusat, Senin, (18/4/2022).

Roslina lanjut menjelaskan jika tekanan atau beban tersebut bahkan masih berlaku ketika wanita punya suami yg sama-sama bekerja. "Walau suami istri sama-sama bekerja, beban perempuan mengasuh anak 2 kali lipat dari pria dan beban wanita mengurus rumah tannga 2/3 lebih banyak dari suami, sebagai sandwich generation kita butuh bantuan, apalagi kalau jarak tidak berdekatan untuk support orang tua," lanjutnya.

LoveCareLoveCare Foto: Rahmi Anjani/Wolipop

Karena itu, Roslina menyarankan agar wanita tak ragu meminta bantuan. Mereka yang punya tanggung jawab mengurus anak atau orang tua yang tidak mandiri dapat menyewa jasa care giver. Agar tidak salah pilih, Vera memberikan tips memilih pengasuh keluarga.

"Ada ketentuannya, secara psikologis, mereka dituntut bisa berempati karena harus mengurus orang tua yang bertransisi dari independen jadi dependen, komunikasi dengan orang lanjut usia juga perlu diperhatikan karena itu mereka butuh bisa interaksi sosial yang kita nggak selalu mampu, membuat mereka rasa aman support di masa transisi itu," tuturnya.

Melihat kebutuhan banyak orang untuk jasa perawat, Veronica Tan merilis Love Care. Aplikasi yang sudah dirintis sejak 2019 tersebut disebut bisa menghubungkan antara caregiver terpercaya dengan keluarga yang membutuhkan. Vero pun menjamin bahwa para mitra yang tergabung dengan LoveCare sudah terlatih dan profesional.

"Dilatarbelakangi kesibukan kita yang butuh helper untuk menjaga bayi, orang tua, dengan waktu yang terbatas kita jadikan aplikasi yang mempermudah customer," tutur wanita yang akrab disapa Vero itu selaku founder.

"Secara medis kita bisa temani dengan membawa ke rumah sakit, yang penting sembuh, tapi sebenarnya kita lupa sebuah kualitas hidup yg diberikan sebagai pendampingan. Bukannya kita tidak sayang, tapi kadang jadinya malah kita merasa nggak enak," tambah Vero.

Diakui Veronica Tan, bahwa LoveCare yang kini punya fitur marketplace tersebut adalah sebuah tantangan dan hal baru baginya. Vero pun berharap proyek ini dapat menjadi perusahaan teknologi yang menghubungkan dan membimbing caregiver profesional hingga bisa digunakan di seluruh Indonesia bahkan luar negeri. Kini layanan LoveCare sudah tersedia di 53 kota di Indonesia.

(ami/ami)