Liputan Khusus Generasi Sandwich

Mengenal Sandwich Generation yang Ramai Dibahas Netizen Twitter Indonesia

Gresnia Arela Febriani - wolipop Sabtu, 25 Jul 2020 12:09 WIB
Portrait of a family with two young children posing together outside Apa itu sandwich generation? Foto: dok. istock
Jakarta -

Sandwich generation istilah ini belakangan ramai disebut oleh pengguna Twitter di Indonesia. Istilah sandwich generation ramai dibahas setelah sejumlah akun Twitter mengaku menjalani hidup sebagai generasi sandwich. Apa sebenarnya sandwich generation yang identik dengan masalah keuangan ini?

Sandwich generation atau generasi sandwich sebenarnya sebuah istilah yang sudah ada sejak 1981. Istilah sandwich generation dipekerkenalkan oleh seorang profesor dan dosen yang juga dikenal sebagai pekerja sosial, Dorothy Miller. Melalui tulisannya berjudul The Sandwich Generation: Adult Children of the Aging, dosen di Universitas Kentucky, Amerika Serikat itu pertamakali mengungkap istilah generasi sandwich.

Apa itu sandwich generation? Dorothy mengatakan mereka yang termasuk generasi sandwich adalah wanita 30 hingga 40 tahun yang terhimpit beban membiayai kehidupannya dan anaknya serta orangtuanya. Kenapa disebut sebagai generasi sandwich, karena perempuan tersebut posisinya bagaikan isian sandwich yang terhimpit di sana-sini.

Berdasarkan tulisan Dorothy, para wanita yang menjadi generasi sandwich ini terpaksa menunda untuk hamil karena merasa hidupnya masih memiliki tanggungan yang berat yaitu kedua orangtuanya. Dan seiring perjalanan waktu, istilah generasi sandwich ini bukan hanya untuk wanita saja, tapi juga pria yang memiliki kondisi kehidupan serupa.

"Kenapa disebut sandwich, karena dia kejepit di antara harus membesarkan atau membiayai anaknya, sementara orangtuanya sudah lanjut usia. Sehingga tidak bisa mengurus dirinya sendiri sehingga harus ikut diurus oleh si generasi ini. Nah, jadi memang sandwich generation itu, generasi yang terjepit di antara dua generasi atas dan bawahnya," ujar psikolog Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si. saat diwawancara Wolipop, Jumat (24/7/2020).

Sementara itu menurut perencana keuangan Bareyn Mochaddin, S.Sy., M.H., RPP®, kondisi yang dialami sandwich generation ini bisa juga disebut generasi tarik tambang. "Kondisinya mirip sekali dengan tambang yang ditarik dua pihak ke kanan dan kiri. Tapi di sini yang ditarik adalah orang, ditarik pemikiran, finansial dan psikologisnya untuk dua pihak yaitu anak dan orang tua mereka," kata Bareyn kepada Wolipop, Jumat (24/7/2020).

Bareyn menekankan tidak semua orang yang membiayai orangtuanya termasuk generasi sandwich. Jika orang tersebut hanya sebatas memberikan bantuan uang pada orangtuanya dan si orangtua bisa hidup tanpa pemberian anaknya, orang itu tidak digolongkan sebagai generasi sandwich.

"Karena orangtuanya masih berdaya untuk menghidupi dirinya sendiri. Jadi secara sederhana, saat ada lebih dari satu pihak yang bergantung hidup secara ekonomi kepada kita, maka kita masuk dalam kategori sandwich generation," jelas pria yang memberikan nasihat keuangan melalui akun Instagram @uang_kita itu.



Simak Video "Dear Bucin, Yuk Kenali 'Toxic Financialship' saat Berpacaran!"
[Gambas:Video 20detik]
(eny/eny)