Saat Suami Gajinya Lebih Kecil dari Istri, 3 Hal Ini Bisa Bikin Emosi

Hestianingsih - wolipop Jumat, 22 Nov 2019 21:11 WIB
Ilustrasi pasangan menikah. Foto: iStock Ilustrasi pasangan menikah. Foto: iStock

Jakarta - Istri yang bekerja kini banyak ditemukan di kehidupa demi memenuhi kebutuhan rumah tangga. Ketika istri memiliki jenjang karier yang membuat penghasilannya kian meningkat, beberapa suami terkadang tidak bisa menerimanya. Sebagian dari mereka merasa 'terganggu' ketika gaji istrinya lebih besar.

Saat suami mulai merasa tidak nyaman pada gaji sang istri yang lebih besar, seringkali berakhir dengan pertengkaran. Bahkan hingga menyebabkan keributan yang cukup besar bila tidak ada yang mau mengalah. Oleh karena itu, perlu disadari hal-hal apa saja yang bisa membuat suami emosi saat gaji mereka lebih kecil dari istri. Penting memahami hal-hal ini agar pernikahan tetap harmonis walaupun penghasilan istri lebih besar.

1. Pria Merasa Direndahkan

Konflik rumah tangga karena istrinya lebih sukses seringkali disebabkan oleh ego pria. Pria merasa direndahkan karena bagi dia harga diri di atas segalanya. Bila harga dirinya 'tersentuh' karena penghasilan istrinya lebih besar maka dapat menimbulkan masalah rumah tangga.

Sebagai contoh, istri memiliki pekerjaan yang mengharuskannya berangkat pagi dan pulang malam hari. Ia juga memiliki lingkungan sosial dan kegiatan di luar kantor. Sementara sang suami hanya bekerja setiap hari dan tidak mempunyai kegiatan sosial di luar. Terlebih lagi, penghasilan istri lebih besar dari suami.



Hal itu tentu membuat suami merasa rendah diri. Harga dirinya akan terusik serta menimbulkan sikap 'cemburu' karena kesuksesan istrinya. Ini bisa menjadi masalah besar dalam rumah tangga bila tidak didiskusikan dengan matang.

"Jadi laki-laki merasa memiliki nilai jika memang dia mempunyai pekerjaan. Laki-laki bekerja bukan cuma uang yang dicari tapi nilai harga diri juga, ketika uang atau pekerjaan perempuannya lebih sukses, laki-laki merasa tersentuh harga dirinya, itu yang biasanya menimbulkan konflik," tutur psikolog klinis, Ayoe Sutomo, M.Psi., kepada Wolipop beberapa waktu lalu di rumahnya, kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur.

2. Istri Merasa Lebih Berkuasa
Ketika istri merasa lebih berkuasa karena penghasilannya lebih besar tentu akan mengakibatkan konflik. Karena merasa menghasilkan gaji lebih besar, Anda ingin dihormati dan menguasai rumah tangga. Sikap seperti itulah yang dapat menyebabkan masalah. Ayoe menyarankan agar tetap menjaga komunikasi yang baik dengan suami. Hindari perasaan ingin memimpin rumah tangga. Ingat, suami tetaplah pemimpin keluarga.

3. Perubahan Pola Komunikasi
Perubahan pola komunikasi dalam rumah tangga tanpa disadari bisa menyebabkan konflik. Sikap mulai menyepelekan atau tidak menghargai pendapat pasangan bisa memicu konflik. Psikolog lulusan Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara itu menyarankan agar tetap menghargai serta menghormati suami sebagai pasangan hidup serta tidak mengubah pola komunikasi yang telah diterapkan sebelumnya.




Simak Video "Mantap! Limbah Paralon Disulap Jadi Miniatur Kereta"
[Gambas:Video 20detik]
(eny/eny)