Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Ini yang Terjadi pada Kulit Kalau Kamu Kurang Tidur

Hestianingsih Hestianingsih - wolipop
Rabu, 18 Feb 2026 21:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Ilustrasi begadang
Foto: Getty Images/Filmstax
Jakarta -

Sudah rajin pakai skincare dan perawatan di klinik kecantikan, tapi kulit tetap terlihat kusam atau tidak glowing? Coba perhatikan lagi rutinitas tidur kamu.

Fondasi utama dalam menjaga kesehatan kulit bukanlah produk skincare mewah, suplemen kulit atau facial mahal, melainkan tidur yang cukup dan berkualitas.

"Tidur adalah salah satu pilar terpenting-dan paling sering diabaikan-dalam kesehatan kulit," kata James Kilgour, MD, dokter kulit di Golden State Dermatology, AS, seperti dikutip dari Real Simple.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selama kamu tidur nyenyak, tubuh meningkatkan aliran darah ke kulit, meningkatkan produksi kolagen, dan mempercepat perbaikan sel. Dengan kata lain, tidur adalah waktu yang tepat untuk pemulihan.

Itulah mengapa perawatan kulit malam hari penting. Karena kulit berada dalam mode perbaikan saat tidur, dokter kulit sering merekomendasikan penggunaan bahan aktif seperti retinoid dan peptide di malam hari untuk mendukung produksi kolagen dan pergantian sel.

ADVERTISEMENT

Sementara itu di siang hari, fokusnya lebih ke perlindungan. Misalnya serum antioksidan dan tabir surya.

"Semalaman, perbaikan kulit dimaksimalkan berkat sistem saraf parasimpatik dan ritme sirkadian tubuh," tambah Ellen Marmur, MD, dokter kulit bersertifikasi dan pendiri Marmur Medical di New York City.

"Tanpa tidur yang cukup, siklus regeneratif ini tidak dapat mengimbanginya," tambahnya.

Ini yang Terjadi pada Kulit Jika Kamu Kurang Tidur atau Sering Begadang

Skin Barrier Melemah

Saat tidur, kulit memperbaiki dirinya sendiri. Tanpa tidur yang cukup, pemulihan tersebut melambat.

"Kurang tidur mencegah kulit kamu memperbaiki dirinya sendiri, membuatnya kusam, kering, dan lebih rentan terhadap garis-garis halus, bengkak, dan bahkan gatal," kata dr. Ellen.

Ketika lapisan pelindung kulit terganggu, kelembapan lebih mudah hilang sementara iritan dan bakteri dapat masuk sehingga membuat kulit lebih reaktif, sensitif, dan kurang mampu mempertahankan hidrasi. Seiring waktu, kerusakan semakin dalam.

"Fungsi lapisan pelindung kulit terganggu dan penyembuhan peradangan atau jerawat lebih lambat," tambah James.

Ketika lapisan pelindung kulit terganggu, kulit menjadi lebih reaktif, sensitif, dan kurang mampu mempertahankan kelembapan.

Memicu Lebih Banyak Jerawat dan Peradangan

"Ketika tubuh kekurangan tidur yang berkualitas, kadar kortisol dapat meningkat dan berdampak negatif pada perbaikan kulit," jelas Hallie McDonald, MD, dermatologist di Austin, Texas.

Peningkatan kortisol dapat memicu produksi minyak berlebih, memperburuk jerawat, dan memperparah kondisi kulit seperti eksim atau psoriasis. Siapa pun yang mengalami kondisi ini tahu bahwa stres dan kurang tidur adalah pemicu yang paling umum.

Kurang tidur juga meningkatkan peradangan di seluruh tubuh, yang dapat muncul sebagai kemerahan, sensitivitas, atau peradangan.

Kulit Kusam, Lingkaran Gelap Bawah Mata dan Bengkak

Peningkatan kortisol dan penurunan sirkulasi dapat membuat kulit tampak kusam, lelah, dan kurang bercahaya. Kurang tidur juga terkait erat dengan lingkaran hitam dan bengkak di bawah mata, sebagian karena pergeseran cairan dan perubahan sirkulasi

Lingkaran hitam yang muncul terus-menerus terkadang dapat menandakan masalah yang lebih serius seperti anemia. Jadi ada baiknya untuk memeriksakan diri ke dokter jika tidak membaik.

Pastikan tubuh kamu mendapat tidur berkualitas minimal 7-8 jam sehari setiap malam. Agar tidur lebih nyenyak, bisa melakukan beberapa ritual seperti minum susu hangat, meredupkan cahaya lampu, membersihkan tempat tidur atau memanfaatkan aromaterapi bila perlu.

(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads