Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Huda Beauty Diboikot Usai Polemik Iran, Netizen Ramai-ramai Buang Makeup

Kiki Oktaviani - wolipop
Minggu, 01 Feb 2026 21:01 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Huda Kattan, pendiri brand kosmetik Huda Beauty.
Huda Kattan, pendiri Huda Beauty Foto: Dok. Huda Beauty
Jakarta -

Pendiri Huda Beauty, Huda Kattan, menghadapi kecaman setelah unggahan media sosialnya dianggap mendukung rezim Iran. Polemik ini memicu seruan boikot global, khususnya dari komunitas Iran di berbagai negara, yang menilai unggahan tersebut tidak sensitif terhadap kondisi politik dan pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di negara tersebut.

Kontroversi bermula pengusaha kecantikan 42 tahun, membagikan sebuah potongan video di Instagram Stories yang menampilkan aksi massa pro-rezim Iran membakar gambar Putra Mahkota Reza Pahlavi dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Meski video tersebut dibingkai sebagai dokumentasi aksi protes, banyak pihak menilai unggahan itu justru memperkuat narasi rezim Iran.

Unggahan tersebut langsung menuai reaksi keras. Banyak warganet, terutama diaspora Iran, menilai Huda Beauty telah mengamplifikasi konten yang menormalisasi pemerintahan yang selama ini dikritik. Di tengah situasi di mana jutaan warga Iran hidup dalam tekanan dan kesulitan ekonomi, publik berharap figur berpengaruh seperti Huda Kattan berpihak pada korban, bukan justru menyebarkan konten yang dianggap ambigu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Netizen boikot Huda BeautyNetizen boikot Huda Beauty Foto: dok. TikTok

Tak lama setelah Story tersebut dihapus, kemarahan publik semakin meluas. Ribuan pengguna media sosial menyerukan boikot Huda Beauty dengan tagar seperti #HudaAgainstIran dan #BoycottHudaBeauty yang ramai digunakan di berbagai platform. Sejumlah konsumen bahkan mengunggah video saat mereka membuang, menghancurkan, hingga menyiram produk Huda Beauty ke dalam toilet sebagai bentuk protes.

Menurut laporan yang dikutip Jfeed, Huda Kattan disebut kehilangan sekitar 40 ribu pengikut Instagram hanya dalam satu hari akibat kontroversi ini. Salah satu kritik paling vokal datang dari Donya Dadrasan (@donyadadrasan), yang mengunggah video berisi kecaman sambil menghancurkan produk Huda Beauty.

ADVERTISEMENT

"Huda Beauty, kamu mengklaim mendukung rakyat Iran yang menuntut perubahan dan mempertaruhkan nyawa mereka. Tapi kamu justru mengunggah konten yang mendukung dan menormalisasi rezim brutal yang membunuh mereka," ujarnya.

"Kamu harus paham apa yang kamu sebarkan. Ini adalah rezim yang menangkap, menyiksa, dan mengeksekusi orang-orang hanya karena berani bersuara. Mereka juga menargetkan perempuan atas cara berpakaian dan menjalani hidup. Warga Iran, baik di dalam maupun luar negeri, sudah sangat jelas menyuarakan keinginan mereka, yaitu berakhirnya Republik Islam. Jika kamu tidak bisa mendukung itu, maka lebih baik diam," tambahnya.

Kemarahan serupa juga terlihat dalam video yang diunggah akun @stephwithdadeets, yang menunjukkan sejumlah mantan penggemar setia brand tersebut membuang dan menghancurkan produk yang sebelumnya mereka gunakan selama bertahun-tahun.

"Mulai hari ini, tidak ada lagi yang membeli, mendukung, atau menggunakan Huda Beauty," ujar pemilik akun tersebut.

Menanggapi kritik yang terus mengalir, Huda Kattan akhirnya angkat bicara lewat Instagram Stories. Ia membantah tudingan bahwa dirinya mendukung rezim Iran.

"Aku melihat banyak orang di internet mengatakan bahwa aku pro-rezim. Secara jujur, aku tidak pro-rezim, tapi aku juga tidak tahu cukup banyak tentang rezim tersebut. Aku mendengar banyak hal yang bertentangan. Aku tidak merasa punya hak untuk berpendapat soal apa yang terjadi di Iran. Ini hanya pendapat pribadiku," ujarnya.

Ia juga menyampaikan kekhawatirannya terhadap perubahan rezim yang melibatkan campur tangan Amerika Serikat.

"Perubahan rezim oleh tangan Amerika adalah hal yang menakutkan. Orang-orang marah karena mengira aku mendukung rezim Iran atau mendukung sesuatu yang menyakiti rakyat Iran, itu gila. Aku tidak percaya ada yang mengira aku mendukung hal seperti itu," tambahnya.

Namun, pernyataan tersebut justru dinilai banyak pihak sebagai bukan sikap permintaan maaf. Huda dinilai telah menyebarkan narasi negatif di saat rakyat Iran mempertaruhkan nyawa mereka demi kebebasan.

(kik/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads